والحكمة في الكسوف تنبيه عباد الشمس والقمر على انهما مسخران مذللان ولو كانا الهين لدفعا النقص عن انفسهما ولما محى نورهما
Hikmah fenomena gerhana matahari dan bulan adalah peringatan kpd para penyembah matahari dan bulan bahwa keduanya (matahari rembulan) itu dapat ditaklukkan dan ditundukkan.
Jika matahari dan bulan adalah tuhan maka pastilah keduanya dapat menolak kekurangannya, dan cahayanya tidaklah dapat memudar pudar.
(Hasyiah Al-Bajuri 'ala Fathil Qarib Jilid I, hal 228).
08/03/2016
Gerhana
Hebatnya Sholawat, Amalan Kyai Masduqie Mergosono
KH. Achmad Masduqie Mahfudz mempunyai pengalaman bagus dari tentang shalawat Nabi. Pada tahun 1956, pada waktu itu beliau masih menjadi murid SLTA di Jogjakarta. Suatu ketika beliau habis berkelahi dengan jin di sebuah masjid di Gandean, beliau kalah. Karena kalah, beliau selama tiga hari rasanya tetap ingin makan, tapi tidak bisa buang air. Di hari ke empat, tubuh beliau sudah panas sekali. Di hari ke empat itu, beliau juga sempat pesan ke adiknya bahwa nanti kalau mati jangan dibawa pulang ke jepara dan dikubur di Jogja saja. Beliau berpesan begitu, karena beliau datang ke Jogja itu niatnya mondok. Kalau nanti beliau wafat di Jogja dan dibawa pulang ke Jepara dan dikubur di Jepara, maka nanti hilang syahid-nya.
Ketika itu adik beliau berkata,” mari kita pergi ke kyai itu, kyai yang mas biasa ngaji di hari ahad”
Lalu beliau menerima ajakan adiknya. Pergilah beliau bersama adiknya dengan naik becak dan sampai di rumah pak kyai sudah jam satu malam. Pintu rumah kyai masih terbuka. Tapi jam segitu pak kyai sudah tidak bisa melayani tamu, karena kebisaan kyai ketika sudah lewat jam 10 malam, kyai sudah khusus ibadah kepada Allah saja. Masduqie muda-pun tertidur di rumah kyai itu. Baru saja jam 3 malam, beliau terbangun terasa mau buang air di rumah pak kyai itu. Setelah itu, puaslah beliau karena sudah bisa buang air.
Pagi hari, jam tujuh, beliau bisa ketemu dengan pak kyai. Badan beliau saat ketemu pak kyai panas sekali. Beliau berkata kepada pak kyai,” pak kyai, saya sakit”. Pak kyai hanya tersenyum. Ketika pak kyai tersenyum itu, panas beliau hilang.
Pak kyai dawuh,” mas, sampean gendeng mas”
Kok gendeng yai?”, tanya Masduqie muda
“Iya, wong bukan penyakit dokter, sampean kok bawa ke dokter, ya uang sampean habis. Pokoknya kalau sampean pengin sembuh, sampean tidak boleh pegang kitab apa saja”, jawab kyai.
Jangankan baca, pegang saja tidak boleh. Padahal pada saat itu, Masduqie muda dua bulan lagi akan mengikuti ujian akhir.
“ Yai, dua bulan lagi saya ujian, lho gimana saya kok enggak boleh pegang buku”, Masduqie muda matur kepada pak kyai.
Seketika itu pak kyai menanggapinya dengan marah-marah,” yang bikin kamu lulus itu gurumu? Apa bapakmu? Apa mbahmu?”
Pada hakikatnya Allah yai,” jawab kyai masduqie
“Lha iya gitu!” timpal pak kyai
“Lalu bagaimana syariatnya yai?” tanya Masdqie muda lagi.
“Tiap hari, kamu harus baca shalawat yang banyak” jawab kyai lagi.
Masduqie muda kembali bertanya,” banyak itu berapa yai?
Pak kyai-pun menjawab,” ya paling sedikit seribu, habis baca 1000 shalawat, minta dengan berkat shalawat yang saya baca, saya minta lulus ujian dengan nilai bagus.
Ya sudah, Masduqie muda tidak berani pegang kitab maupun buku, karena memang ingin sembuh. Paman beliau berkata marah-marah,” bagaimana kamu ini? dari jepara ke sini, kamu kok nggak belajar?” Masduqie muda tidak berani komentar apa-apa. Pokoknya karena beliau dilarang kyai untuk pegang kitab atau buku, beliau nurut saja.
Menjelang beliau ujian, pelajaran bahasa jerman, bukunya ternyata diganti oleh gurunya dengan buku yang baru. Karena masing dilarang pegang buku, maka beliau tetap taat pada kyai.
Setelah ujian, Masduqie muda dipanggil guru bahasa jerman.
Pak Guru: kamu her”
Masduqie muda: Berapa nilai saya pak?
Pak Guru: Tiga!
Masduqie muda: Iya pak. Kapan pak?
Pak Guru: Seminggu lagi
Namun setelah seminggu, Masduqie muda tidak langsung mendatangi guru bahasa jerman, karena larangan pegang buku belum selesai.
Baru setelah selesai, Masduqie muda mendatangi pak guru.
Masduqie muda: Pak, saya minta ujian pak.
Pak Guru: Ujian apa?
Masduqie muda: Ya ujian bahasa jerman pak.
Pak Guru: Lha kamu bodoh apa?
Masduqie muda: Lho kenapa pak?
Pak Guru: Nilai delapan kok minta ujian lagi, kamu itu minta nilau berapa?
Masduqie muda: Lho, ya sudah pak, barang kali bisa nilau sepuluh.
Jadi angka 3, karena shalawat, mingkem menjadi angak 8. Setelah itulah, beliau tidak pernah meninggalkan baca shalawat. Itu satu pengalaman shalawat KH. Masduqie Mahfudz saat muda
*******************
Pengalaman shalawat beliau lagi, yakni ketika beliau harus dinas di Tarakan, Kalimantan Timur. Pada suatu hari, ada tamu jam 5 sore, dan bilang ke Kyai Masduqie,” saya disuruh oleh ibu, disuruh minta air tawar.” Kyai Masduqie mengaku bahwa saat itu beliau masih bodoh. Maka seketika itu beliau menjawab,”ya silahkan ambil saja, air tawar kan banyak itu di ledeng-ledeng itu.”
“Bukan itu pak, air tawar yang dibacakan doa-doa yang buat orang sakit itu pak”, si tamu berkata pada Kyai Masduqie. Beliaupun menjawab,” Ooo, kalau itu ya tidak bisa sekarang. Ambilnya harus besok habis sholat shubuh persis.”
Beliau menjawab begitu, karena beliau mau tanya istri beliau dulu perihal abah istri beliau yang sering nyuwuk-nyuwuk dan tanya doanya. Ternyata istri beliau tidak tau tentang doa yang dibaca abahnya di rumah.
Padahal Kyai Masduqie sudah janji. Kebetulan, habis isya waktunya beliau harus wiridan membaca dalail, beliau menemukan hadits tentang shalawat. Inti hadits tersebut kurang lebih,” siapa yang baca shalawat sekali, Allah kasih rahmat sepuluh. Baca shalawat sepuluh, Allah kasih rahmat seratus. Baca shalawat seratus, Allah kasih rahmat seribu. Tidak ada orang yang baca shalawat seribu, kecuali Allah mengabulakn permintaanya.
Ketemulah hadits tersebut sebagai jawabnnya. Lalu belaiupun bangun malam hari, ambil air wudhu. Ambil air segelas, lalu membaca shalawat seribu kali. Allahumma shalli wa sallim ‘ala sayyidina Muhammad. Setelah beliau selesai membaca seribu shalawat, beliau berdoa,” Allahumaj’al hadzal ma’ dawa an liman syarabahu min jami’il amrodh”. Arti doa tersebut,” ya allah, jadikanlah air ini sebagai obat dari segalai penyakita bagi peminumnya”. Lalu meniumpakan ke air gelas dan baca shalawat satu kali lagi. Di pagi hari, diberikanlah air tersebut kepada orang yang memintanya tadi itu.
Setelah tiga hari, ada berita dari orang tersebut bahwa orang yang kena penyakit meminum air doa tadi itu sudah sembuh. Padahal sakitnya itu sudah empat bulan tidak sembuh. Dokternya sudah tidak sanggup menangani. Dokter telah menyarankan untuk mencari obat di luar. Lalu katanya Kyai Masduqie itu selama tiga hari mengelus-elus perutnya. Masa ngelus-ngelus perut? Padahal kan yang kena penyakit itukan perempuan. Selain itu, padahal Kyai Masduqie selama tiga hari di rumah saja. Berkat shalawat, penyakinya, sembuh.
Sejak itulah, di tempat Kalimantan timur itu, terkenal ada guru agama yang pinter nyuwuk. Ya Kyai Masduqie itu. Sampai penyakit apa saja, datang ke rumah beliau. Kalau tidak beliau bacakan shalawat, ya istri beliau mengambilkan air jeding, karena sudah dipakai untuk wudhu. Ya sembuh juga penyakitnya. Inilah pengalaman shalawat Kyai Masduqie ketika dinas di Kalimantan.
Suatu ketika, beliau harus ke Samarinda naik kapal milik pribadi Gubernur Bapak Aji Pangeran Tenggung Pranoto. Di tengah-tengah perjalanan laut, di Tanjung Makaliat kapalnya kena angin puting beliung. Maka goyang-goyanglah kapalnya. Kyai Masduqie sadar, wudhu, lalu naik ke atas kapal. Beliau ajak adzan malaikat yang penyebul angin itu. Lalu berhentilah angin tersebut. Itu pengalaman sholawat Kyai Masduqie.
Kalau ada penyakitnya aneh-aneh, datang ke Mergosono, insya Allah saya bacakan sholawat seribu kali, kalau ndak mempan sepuluh ribu kali, insya Allah qabul,” kata Kyai Masduqie saat pengajian di Majlis Riyadul Jannah.
“Berkat sholawat Nabi, sampean tahu sekarang, saya bangun pondok sampai tingkat tiga, nggak pernah minta sokongan dana masyarakat, mengeedarkan edaran, nggak pernah. Modalnya hanya sholawat saja. Uang yang datang ya ada juga, tapi nggak habis-habis. Itu berkat sholawat.” Lanjut Kyai Masduqie dalam pengajiannya.
Putra beliau Sembilan orang bisa membaca kitab semua, bisa sarjana semua. Modalnya itu adalah sholawat Nabi. Kalau putra beliau ada yang mau ujian, disamping putranya juga disuruh baca sholawat, beliau juga membacakan sholawat untuk kelancaran dan kesuksesan putranya yang mau ujian itu.
Kyai Masduqie dawuh,” berkat sholawat Nabi SAW, semua yang saya inginkan belum ada yang tidak dituruti....
oleh Allah. Belum ada permintaan yang tidak dituruti berkat sholawat Nabi itu. Semua permintaan saya terpenuhi berkat sholawat”.
Shollu ‘alan Nabi Muhammad!!!
Allahumma shalli wa sallim ‘ala sayyidina Muhammad.
______________________________
Ditulis berdasarkan pengajian KH. Achmad Masduqie Mahfudz di Majlis Riyadlul Jannah.
(mas Lut, PAC ANSOR Jombang Kota)
15 Cara Memberikan Sugesti Posisif ke Anak
Anak adalah rezeki sekaligus amanah dari Allah Tuhan Pencipta untuk kita jaga, dan untuk kita didik menjadi pribadi yang sholeh/sholehah serta taat melaksanakan perintah agama dan berakhlak baik. Nah berikut ini ada beberapa waktu dan cara memberikan sugesti posisif ke anak. Diantaranya ada 15 cara yang bisa Anda lakukan.
Di momen inilah, orang tua bisa menanamkan jangkar emosi positif bagi anak Anda, sekaligus mewaspadai agar jangan sampai malah tertanam emosi danenergi negatif yang tidak memberdayakan dan bisa menjerumuskan.
Silakan Simak dan Jangan Lupa dishare , semoga bermanfaat
1. SAAT NGANTUK.
Dimomen ini, gelombang otak anak turun dari beta ke alpha. Anak berada dalam kondisi sangat malas untuk melakukan hal lain, kecuali tidur. Ini adalah kondisi hipnosis, dan anak sangat sugestif.
Ucapkan sugesti positif dengan lembut dan penuh cinta, setengah berbisik, di dekat telinga anak Anda. Lakukan minimal 3 kali. Akhiri dengan konfirmasi ke anak. Dan, bila anak mengabaikan atau menjawabnya dengan malas-malasan, biarkan, itu tanda sugesti Anda masuk.
2. 30 MENIT PERTAMA SAAT TIDUR
Tidur lelap, yang notabene anak tidak bisa disugesti, biasanya terjadi setelah 30 menit sejak pertama tidur. Berarti di momen 30 menit pertama, anak berada dalam kondisi alpha hingga theta, yaitu kondisi rileks yang sangat sugestif. Silakan masukan sugesti positif Anda, dan jangan lupa lakukan konfirmasi ke anak.
3. SAAT BERMIMPI
Mimpi merupakan momen sugestif, ketika anak berada dalam kondisi theta. Tanda ketika anak bermimpi ada pada kelopak matanya yang bergerak seakan bola matanya berputar. Di ranah psikologi, ini disebut REM (Rapid Eye Movement).
4. SAAT MENGIGAU
Ketika tidur, sering kali anak menghadirkan fenomena mengigau. Anak berada pada gelombang theta yang sangat sugestif. Peluk anak Anda, belai dan ucapkan cinta kasih sebelum memberinya kata-kata sugestif. Ulangi dan lakukan konfirmasi dengan sangat lembut.
5. 30 MENIT SEBELUM BANGUN
Dari gelombang deltha (tidur), 30 menit lamanya kesadaran bergeser ke gelombang theta dan alpha, untuk kemudian manusia masuk ke kesadaran beta. Di momen inilah orang tua bisa menyisipkan sugesti positif dengan berbisik lembut penuh belaian.
6. SAAT FOKUS MEMBACA BUKU
Dalam momen ini anak dalam kondisi alpha. Uji dengan lembut memanggilanya. Bila ia malas, bahkan tidak menjawab atau menjawabnya dengan tanpa menoleh, itu tanda anak begitu fokus. Berikan sugesti positif tanpa perlu menyentuhnya, agar pikiran sadarnya tetap fokus ke buku. Pastikan saat Anda bicara, anak semakin fokus membaca.
7. SAAT ANAK MAIN GAME
Keasyikan main game, membuat anak sangat fokus
sehingga gerbang pikiran bawah sadarnya terbuka lebar. Coba panggil lembut untuk memastikan bahwa pikiran sadarnya tidak menghiraukan Anda. Setelah yakin, ucapkan sugesti positif tanpa perlu Anda menyentuhnya. Ulangi beberapa kali.
8. SAAT NONTON
Kasusnya sama dengan saat main game. Pikiran anak hanya terfokus pada satu objek sehingga gerbang bawah sadarnya terbuka lebar. Biarkan anak semakin fokus, lalu masukan sugesti positif ke pikiran bawah sadarnya.
9. SAAT ASYIK MENGGAMBAR/MELUKIS/MENULIS
Dimomen seperti ini, perkuat konsentrasi dan kenyamanannya sebelum memasukkkan sugesti. Misalnya : “Diva, sayangg. Semakin kamu asyik menggambar, semakin nyaman kamu, jauh lebih nyaman dan nyaman lagi. “Lalu masukan sugesi positif Anda.
10. SAAT MELAMUN
Ketika bengong dan melamun, critical factor seseorang terbuka. Saat itulah orang tua bisa mengintervensi kesadaran anak dengan memasukan sugesti positif. Pastikan tanpa menyentuhnya agar critical factornya tetap istirahat.
11. SAAT MENGINGAT SESUATU
Proses mengingat adalah momen ketika seseorang memasuki trance ringan. Bahkan dalam hipnosis formal, mengingat bisa menjadi teknik induksi untuk memasukan orang ke kondisi trance. Ketika anak sedang mengingat sesuatu, Anda bisa memasukkan sugesti positif dengan lembut. Misalnya : “Nak, semakin kamu mengingat, semakin kamu memutuskan diri untuk mulai sekarang dan seterusnya, kamu rajin sekolah”.
12. SAAT BINGUNG
Bingung merupakan kondisi trance juga. Bingung alami terjadi, dan pada kondisi ini, gerbang bawah sadarnya terbuka. Saat gerbang bawah sadar terbuka, maka sugesti apapun bisa masuk. Termasuk sugesti positif Anda pada buah hati tercinta.
13. SAAT MENANGIS
Sel-sel air mata mampu merangsang sugestivitas manusia. Tak heran bila dalam ritual tertentu, sering digunakan asap-asapan yang memedihkan mata sehingga terjadilah trance. Dalam kondisi menangis, trance tak Cuma disebabkan oleh sel air mata, tetapi juga emosi yang fokus dan memuncak. Maka, inilah saat yang tepat bagi orangtua untuk memberi sugesti positif pada anaknya.
14. SAAT MARAH
Ini juga sama halnya dengan kondisi anak saat menangis. Emosi anak muncul. Dan saat seperti ini, sugestivitasnya tinggi. Ikuti alur marahnya, jangan dibantah, lalu masukkan sugesti positif dengan lembut.
15. SAAT SEDIH
Sedih adalah kondisi ketika anak fokus pada masalahnya. Mungkin dibarengi dengan air mata. Dalam kondisi ini, critical factor-nya lengah, dan sugesti positif bisa menerabas bebas menyentuh pikiran bawah sadarnya.
Demikian beberapa cara memberikan sugesti posisif ke anak yang dikumpulkan dari facebook Omah Tentrem Hipnoterapi Jogja,
07/03/2016
Ruang Lingkup ASWAJA
- Akidah Ahlussunnah Waljamaah
- Fiqh Ahlussunnah Waljamaah
- Akhlak Ahlussunnah Waljamaah
Sejarah Perkembangan Paham Aswaja
Sejarah Perkembangan Paham Aswaja
Sejarah Perkembangan Paham Aswaja
Sejarah Perkembangan Paham Aswaja
bersambung Periode Imam Mazhab Empat




