Showing posts with label Kegiatan. Show all posts
Showing posts with label Kegiatan. Show all posts

14/04/2016

Gus Mus Dan Wajah Keislamannya

GUS MUS & WAJAH ISLAM

Gus Mus tidak pernah berbicara "kami umat Islam..." seakan beliau mewakili seluruh umat Islam.

Gus Mus sendiri takut apakah benar beliau muslim ? Sebab muslim artinya manusia yang secara total berserah diri kepada Tuhan, dan berserah diri mempunyai makna yg sangat dalam. Ketika seseorang berserah diri, maka ia mengemban sifat2 tuhan dalam dirinya yang berinti pada menjadikan diri berfungsi kepada manusia lain.

"Benarkah aku sudah berserah diri ? Bukankah aku masih terbungkus keinginan duniawi ? Siapakah aku mengaku2 bahwa aku seorang muslim ?"

Begitulah ciri2 manusia yang mempunyai ilmu pengetahuan, memfungsikan akal dan melemahkan nafsunya. Bukan meng-klaim, karena iblis paling handal kalau masalah mengklaim dirinya paling taat, paling hebat, paling dekat kepada Tuhan.

Tidak perlu berjenggot lebat hanya supaya mengikuti Nabi-nya, karena memang bukan budaya tempat kelahirannya. Mengikuti bersifat tauladan dan tauladan ada di sikap bukan lambang.

Tidak mudah mencari manusia seperti Gus Mus di dalam Islam, tapi sejatinya mereka banyak hanya tidak tampak. Mereka terselip diantara tembok-tembok kemunafikan menjadi penyeimbang. Mereka tidak ingin mencari kejayaan, karena sejatinya kejayaan hanya pengakuan dari manusia dan manusia adalah tempatnya fitnah. Merekalah yang menjaga negara ini supaya tetap tentram, sejuk dan selalu toleran.

Jangan pernah lagi melihat wajah Islam dari ISIS, karena ISIS hanyalah setan yg di-propagandakan. Jangan melihat Isllam dari FPI, karena Islam tidak pernah memegang pentungan. Lihatlah wajah Islam dari Gus Mus, karena sejatinya begitulah para wali bergerak, berbicara dan bersikap.

Melihat Gus Mus di mata Najwa kemarin malam, saya tersenyum. Setidaknya ada wakil yang menampakkan sesungguhnya bagaimana ketika beragama itu dengan berakal.

Sayang Gus Mus sudah berhenti merokok, mungkin saya juga akan seperti beliau jika sudah setua beliau. Tetapi saya yakin, beliau masih tetap setia dengan secangkir kopinya.

Karena kopi bukan hanya secangkir minuman. Ia adalah filosofi hidup yang dalam dimana rasa pahit dan manis disatukan dan yang abadi adalah kenikmatan.

Selamat ngopi, Gus Mus...

11/04/2016

Pesan Gus Qoyyum Kepada Pejabat, Orang Kaya Dan Ulama

Agar menang pilkada, Gus Qoyyum Lasem memberikan dua wiridan. ’’Para calon kepala daerah yang menang, banyak yang baca ini,’’ tuturnya saat tausiah dalam haul Pendiri Pesantren Mambaul Maarif Denanyar sekaligus salah satu pendiri NU, KH Bisri Syansuri, Jumat (8/4/2016).

Wiridan pertama yakni: walik grembyang ono susah ono gampang kana maal usri yusro…

Wiridan kedua yakni: cos pleng, cos pleng, cos pleng ya rohman ya rohim…

’’Kalau dari semua calon ada satu yang baca ini, pasti dia yang jadi. Tapi kalau semua calon baca ini, pasti semuanya tidak jadi,’’ ucap Gus Qoyum disambut tawa jamaah lantaran dideretan hadirin terdapat Gus Halim dan Gus Ipul yang santer dikabarkan bakal sama-sama maju pilgub 2018.

Gus Qoyyum menambahkan, sekarang ini banyak ulama yang anaknya tidak jadi ulama. Sementara orang bodoh, banyak yang anaknya jadi ulama.

Hal itu, kata Gus Qoyyum, disebabkan karena banyak ulama yang ngelokno orang bodoh. Ngerasani orang bodoh. Serta menyakiti hati orang bodoh.

Sehingga kecerdasan yang mestinya menurun kepada anaknya, oleh Allah dipindah kepada keturunan orang bodoh tersebut..

Orang kaya yang keturunannya melarat juga dipicu hal semacam itu.

Mentang-mentang kaya, dia ngelokno orang miskin, ngerasani orang miskin, menyakiti hati orang miskin. Sehingga kekayaan yang mestinya menurun kepada anaknya, oleh Allah dipindah kepada keturunan orang miskin tersebut..

’’Makanya walaupun alim, jangan mencela orang bodoh. Walaupun kaya, jangan mencela orang miskin,’’ pesannya.
(*Abdurrosyid)

10/04/2016

GERAKAN KEMBALI KEMASJID, Sebuah Solusi Mengatasi Problematika Ummat

GERAKAN KEMBALI KEMASJID

Sungguh ironis bila kita mendapati masjid – masjid yang berdiri megah, di bangun dengan dana yang tidak sedikit, dengan gaya arsitektur yang mengagumkan namun dalam kesehariannya hanya terisi satu shof saja. Sunyi dari lantunan ayat suci yang di baca oleh jama’ah dan aktivitas ibadah lainnya.

Alangkah indahnya bila setiap masjid yang didirikan tidak saja di bangun untuk sebuah hiasan belaka. Alangkah berkahnya bila masjid – masjid besar dan kecil yang ada, selalu di penuhi dengan jama’ah yang melaksanakan aktivitas ibadahnya. Sungguh, mungkin negeri ini akan jauh dari bencana. Karena keberkahan yang terpancar dari ketakwaan umatnya. Seperti apapun bentuknya, masjid harus di rawat dan ‘dihidupkan’ kegiatannya. Menggiatkan berbagai aktivitas keagamaan yang didasari oleh semangat penghambaan kepada Allah SWT. Menjadi sentra pemberdayaan dan pembinaan umat. Yang akhirnya masjid akan memainkan fungsi nya sebagai salah satu pilar kebangkitan umat.apalagi mengaman kan aset-aset masjid termasuk mengawal pengurusan sertifikat WAKAF, cukup banyak alternatif yang dapat dilakukan oleh masjid ( para pengelolanya).  Seperti  diketahui bahwa  hampir semua  masjid, lebih-lebih  masjid-masjid besar, mempunyai tanah wakaf yang cukup luas.  Tanah wakaf ini sangat potensial untuk dikelola dan dikembangkan  dengan  baik dan menghasilkan  cukup banyak modal.  Dengan  pengelolaan yang transparan, baik menegementnya,  hasil income dan pengeluarannya, maupun pemanafaatan serta program prioritasnya,  tanah wakaf akan  benar-benar menjadi dana umat sebagaimana  keinginan dan tujuan  yang terkandung dalam wakaf itu sendiri. Audit publik mutlak diperlukan dan keterlibatan  publik dalam   pemanfaatnanya juga  sangat dianjurkan. Pengelolaan yang  tidak jelas,  pemanfaatn yang cenderung konsumtif, dan pertanggung jawaban yang semu sudah saatnya untuk  ditinggalkan.  Kalau hal ini dilakukan  maka  dana dari wakaf ini akan sangat  potensial untuk dijadikan modal utama dalam rangka melaksanakan  aktifitas sebagaimana yang di inginkan tersebut, tentunya disamping dana-dana lain, seperti  sumbangan dan partisipasi  umat,  dana zakat, infaq dan shadaqah dan lainnya.  Dengan dana yang cukup, masjid akan dapat memberikan sumbangan nyata bagi umat ini, termasuk pemberian pinjaman modal bagi para pedagang kecil, pemberian beasiswa bagi yang tidak mampu, sampai  kepada  pembinaan kelompok ekonomi lemah.

Kemakmuran masjid sangat tergantung pada tinggi dan rendahnya sumber daya manusia yang mengelolanya. Karena itu perlu adanya pengelolaan manajemen kemasjidan. Pengelolaan masjid kedepan butuh orang-orang yang visioner serta telateh dalam berbagai bidang. Optimalisasi fungsi masjid baik pada tingkat intensifikasi maupun ekstensifikasi sangat tergantung pada sejauh mana kita telah mempersiapkan pemuda dan remaja yang memiikih ghirah yang tinggi untuk memakmurkan masjid. Dari aspek histories pada masa Rasulullah SAW, peranan masjid bukanlah semata-mata sebagai tempat ibadah,apa lagi hanya sebagai tempat shalat jum`at yang hanya dilakukan seminggu sekali, akan tetapi juga sebagai Pusat Dakwah, Pendidikan, social, budaya, ekonomi dan politik. Dengan demikian masjid tidak hanya dipakai sebagai kebutuhan spiritual saja.

Dalam situasi apapun idealnya masjid dapat dijadikan pusat aktifitas masyarakat dalam rangka menumbuh kembangkan harmonisasi ummat dengan baik yang pada akhirnya melahirkan gagasan baru dalam pengingkatan kwalitas keagamaan dan kontribusi dalam pembangunan masjid. perlu di kaji kembali pentingnya membangun lembaga ekonomi serta lembaga pendidikan di masjid.
(Aman Wae)

29/03/2016

Pengetahuan Dasar Paralegal

Pengetahuan Dasar Tentang Paralegal

Istilah PARALEGAL ditujukan kepada seseorang yang bukan advokat namun memiliki pengetahuan dibidang hukum, baik hukum materiil maupun hukum acara dengan pengawasan advokat atau prganisasi bantuan hukum yang berperan membantu masyarakat pencari keadilan. Paralegal ini bisa bekerja sendir di dalam komunitasnya atau bekerja untuk organisasi bantuan hukum atau firma hukum.

Karena sifatnya membantu penanganan kasus atau perkara, maka paralegal sering juga disebut dengan asisten hukum. dalam praktik sehari-hari, peran paralegal sangat penting untuk menjadi jembatan bagi masyarakat pencari keadilan dengan advokat dan aparat penegak hukum lainnya untuk penyelesaian masalah hukum yang dialami individu maupun kelompok masyarakat.

Paralegal adalah seorang yang bukan sarjana hukum tetapi mempunyai pengetahuan, keterampilan dan pemahaman dasar tentang hukum dan hak asasi manusia yang mendayagunakan pengetahuannya itu untuk memfasilitasi ikhtiar perwujudan hak-hak asasi masyarakat miskin/komunitasnya.Kegiatan paralegal pada satu sisi bergerak di dalam hubungan-hubungan hukum sebagai fungsi yang menjembatani komunitas yang mengalami ketidakadilan atau pelanggaran HAM dengan sistem hukum yang berlaku, sementara pada sisi lain bergerak di dalam hubungan-hubungan sosial dalam fungsi-fungsi mediasi, advokasi dan pedampingan masyarakat.

LINGKUP KERJA

Dalam konteks pemberian bantuan hukum, paralegal menjalankan peran-peran sebagai berikut:

Memfasilitasi dan memotifasi masyarakat untuk mengorganisir dirinya dalam menghadapi masalah-masalah mereka,       disamping membantu mereka untuk membentuk organisasi mereka sendiri,
Melakukan analisi sosial, yang dimaksudkan untuk membantu paralegal dan masayarakt agar memahami sifat struktural dari perkara sehingga dapat menemukan bagaimana jalan pemecahan terhadap persoalan-persoalan.
Membimbing, melakukan mediasi (perantara), yaitu memberikan bimbingan dan nasehat hukum serta melakukan mediasi dalam perselisihan yang timbul diantara anggota masyarakat,
Jaringan kerja, yaitu menjalin hubungan kerja dengan organisasi-organisasi da kelompok lain serta individu-individu (wartawan, peneliti, dll) guna mendapatkan dukungan terhadap masalah-masalah yang dihadapi masyarakat.

Advokasi, yaitu melakukan advokasi sengan mengangkat persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat kepermukaan, sehingga diperhatikan oleh para pembuat keputusan dan dapat mempengaruhi keputusan mereka. Dalam hal tertentu yang dimungkinkan oleh hukum dan peraturan yang berlaku. paralegal dapat mewakili, mendampingi dan/atau memberikan bantuan hukum pada masyarakat atau perseorangan dalam penyelesaian kasus dihadapan pemerintah, pengadilan atau forum-forum peradilan lainnya.
Mendidik dan melakukan penyadaran, yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai hak-hak mereka, memberikan informasi tentang hukum-hukum tertentu yang dapat melindungi mereka, memberikan informasi megenai program pengembangan dan kesejahteraan masyarakat yang dilaksanakan pemerintah dan bagaimana cara untuk berpartisipasi dalam melaksanakan program-program tersebut,

Peran, Tugas dan Ketrampilan Paralegal

Peran dan Tugas utama paralegal adalah :
Mengupayakan peningkatan kemampuan masyarakat – terutama masyarakat miskin - dalam mengupayakan keadilan dalam posisi yang setara dengan kekuasaan di tingkat lokal

Hal tersebut dapat dijabarkan melalui Peran sebagai :
• Pendidik dan motivator masyarakat dalam meningkatkan perilaku sadar hukum melalui kegiatan promosi, sosialisasi dan pelatihan
• Kader Pro Justice (keadilan) – Kader Bantuan Hukum melalui pendampingan masyarakat dalam mengupayakan keadilan
• Organisator yang menerapkan prinsip-prinsip pengembangan kelembagaan Posko Bantuan Hukum Berbasis Masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan.

Ketrampilan umum yang diperlukan
• Memahami logika hukum
• Aplikasi pilihan beragam bentuk pilihan penyelesaian sengketa melalui proses litigasi maupun non litigasi
• Tehnik-tehnik fasilitasi sosialisasi dan promosi kegiatan sadar hukum
• Tehnik pengelolaan Posko bantuan hukum sebagai organisme masyarakat yang mendiri dan beBHMnjut
• Tehnik mengelola dan memanfaatkan jejaring

Tugas Paralegal
• Melaksanakan program-program pendidikan sehingga kelompok masyarakat yang dirugikan (disadvantaged people) menyadari hak-haknya ;
• Memfasilitasi terbentuknya organisasi rakyat sehingga mereka bisa menuntut dan memperjuangkan hak-hak mereka ;
• Melakukan penyelidikan awal terhadap kasus – kasus yang terjadi sebelum ditangani pengacara dan memberikan pertimbangan alternatif pilihan penyelesaian perkara
• Membantu masyarakat dalam membuat pernyataan-pernyataan (gugatan/pembelaan), mengumpulkan bukti-bukti yang dibutuhkan dan informasi lain yang relevan dengan kasus yang dihadapi.
• Mengelola Posko Bantuan Hukum secara mandiri dan berlanjut
• Melakukan tugas administratif menyangkut pendokumentasian kasus perkembangan posko, dsb

Sikap yang harus dibangun paralegal
• Keterpanggilan dan kemauan yang didasari rasa ingin tahu
• Percaya diri namun rendah hati
• Berani namun tenang dan hati-hati
• Proaktif, bersemangat namun kritis dan reflektif
• Kreatif yang diimbangi dengan evaluasi diri dan empati
• Menghargai prestasi diri ( kepuasan batin ) dan orang lain
• Terus berupaya untuk belajar
• Dan seluruhnya dilakukan dengan dedikasi serta tanggung jawab

Sumber Belajar
• Memahami Undang-undang dan peraturan
• Banyak membaca, berbagi pengalaman
• Mencermati proses persidangan
• Memanfaatkan kontak dan jejaring
• Berinteraksi dengan sumber-sumber pendampingan semisal sesama paralegal dan fasilitator
• Mengikuti beragam pelatihan yang relevan

( Maghfuri Ridlwan)

17/02/2016

Desain Konsep Rijalul Ansor

Sejak menjadi badan semi otonom, Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor (RA) keberadaannya menjadi keharusan dalam organisasi Ansor di semua tingkatan, namun bagaimana konsep kegiatan RA belum menemukan bantuknya yang baku.

Hal ini juga yang menjadi pemikiran Pengurus PAC Ansor Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. PAC Ansor Jombang Kota, demikian PAC ini biasa disebut, pada Senin 15/2/2016 menyelenggarakan RA di Masjid Agung Baitul Mu’minin Jombang. Pesertanya terdiri dari pengurus PAC Ansor berikut jajaran Satkoryon Banser, serta Pengurus Ranting berserta Satkorpok Banser se- kecamatan Jombang.

 PAC Ansor Jombang Kota sendiri menyelenggarakan RA rutin tanggal 15 setiap bulannya “Agar mudah diingat dan penyebutannya lebih bernuansa kultural, maka kita namakan majlis ini dengan Majlis Dzikir dan sholawat Rijalul Ansor Limolasan. Secara singkat biasa disebut dengan acara Limolasan.” Jelas M. Fathoni Mahsun, selaku Ketua PAC Ansor Kecamatan Jombang, di sela-sela acara yang berlangsung hingga pukul 23.00 wib tersebut.

Sementara itu haji Masrur, selaku koordinator RA mengatakan bahwa, format RA akan selalu disempurnakan. “Mulai saat ini kita akan tunjukkan kepedulian kepada sesama kita dengan mendoakan sahabat-sahabat yang punya usaha agar lebih sukses. Selain itu bisa juga mengirim do’a kepada keluarga yang sudah meninggal, atau yang sedang sakit.” Demikian jelas pria yang akrab disapa Cak Kaji Masrur itu.


Muatan ritus amalan ala ahlisuunah wal jama’ah an-nahdliyah juga dilakukan secara bergantian. “Bulan ganjil kita adakan istigosah, bulan genap kita adakan tahlil yang masing-masing juga ditambah dengan sholawat.” Lanjut pria berkacamata tersebut.

Selain diisi dengan ritus amalan, acara Limolasan tersebut juga diisi dengan kajian persoalan-persoalan aktual. “Untuk berkembang, PAC Ansor Jombang kota butuh inspirasi untuk bergerak. Nah kajian aktual demikian kita gunakan untuk mendapatkan wacana sebagai bahan kita untuk bergerak. Tema bahasannya bisa berganti-ganti, saat ini kita bahas LGBT, bulan depan mungkin tentang dana desa, bulan depannya lagi tentang permasalahan lain lagi.” Terang Fathoni. Acara yang diselenggarakan di masjid depan alun-alun Jombang itu, membahas tentang Lesbi, Gay, Bisexual, dan Transgender  (LGBT) yang saat ini sedang ramai diperbincangkan. 

 Bahasan LGBT itu tidak sekedar wawasan di tingkat global dan nasional, tapi juga yang terjadi diseputar Jombang, untuk memunculkan kesadaran betapa bahwa permasalahan LBGT ini sudah sangat menghawatirkan. Sehingga dalam majlis tersebut juga dipikirkan aksi kongkrit apa yang perlu dilakukan. 

Dengan tambahan muatan kajian persoalan-persoalan aktual seperti ini, maka RA menjadi Majlis yang strategis untuk membahas masalah-masalah keumatan.

26/01/2016

Konferensi Ranting Tambakrejo

Notulen  LPJ & Konferensi Ranting Tambak Rejo (24/01/16)
1. Selama tahun 2012-2015 telah berhasil memutar dana sebesar Rp. 13.682.000 dg menyisakan saldo Rp.       180.000. Dana tersebut dihimpun dr para donatur.
2. Diantara kegiatan yg dilakukan: peringatan tahun baru hijriyah, peringatan idul adha (4 kali), menjadi beberapa kali panlok (halaqoh kyai muda, konfercab NU, Konfercab Ansor, dan muktamar NU), serta mengirim delegasi ke PKD Batu dan Diklat Jogoroto.
3. PR Ranting Tambak Rejo beserta PR Ranting NU Tambak Rejo mempunyai aset sawah banon 50 yg dimanfaatkan secara bergantian. Tahun ini insya Allah gilirannya PR Ansor.
4. Melihat potensi yg dimiliki, mulai dr kegiatan rutin, aset, ditambah dg masih eksisnya IPNU-IPPNU di Tambak Rejo yg menjamin pasokan kader bagi Ansor, serta potensi kesinambungan dg PR NU, dengan Perangkat Desa, dan juga Ponpes Bahrul Ulum, maka ketua PAC Ansor terpilih, M. Fathoni Mahsun mendorong Ansor Tambak Rejo untuk menjadi pilot projek / role model bagi pengembangan ranting2 lain dilingkungan PAC ANSOR Kecamatan Jombang.
5. Pengurus  demisioner Ketua:Sulaiman, S.Pd., Sekretaris: Subhin Najah, S.PdI, Bendahara: Ahmad Suhaib, SE. Pengurus baru, Ketua: M. Mumtazul Azizi, Sekretaris: Harun, Bendahara: Ahmad Suhaib.
6. Tambahan informasi: Bapak Subagyo, Penasehat Ansor Tambak Rejo sekaligus pengurus MWC NU Kecamatan Jombang memberitahu, bahwa sengketa mushola di Sambong Doran, antara warga NU dan Muhammadiyah telah dibereskan.
7. Usulan strategis: karena Tambak Rejo merupakan salah satu basis shalawat GPS yg mempunyai jamaah anak2 muda yang fanatik, maka diusulkan, para jamaah tersebut dimotivasi menghidupkan dan meramaikan Ansor dirantingnya masing2, baik yg berada di lingkungan kecamatan Jombang, atau kecamatan2 yg lain.