Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

06/06/2016

MUSLIHUN

MUSLIHUN

Saat ngaji dalam peringatan tujuh hari meninggalnya Mursyid Thariqoh sekaligus Pengasuh Pesantren Darul Ulum Rejoso, KH Dimyati Romli, Senin (23/5/2016), Dr KH Mustain Syafiie mengaku sangat merasa kehilangan. ’’Kita kehilangan salah satu orang soleh yang menjadi penjaga keamanan daerah,’’ kata pakar tafsir Quran Pesantren Tebuireng ini.

’’Siapa yang meragukan kesolehan Kiai Dim. Apalagi beliau mursyid,’’ tambahnya.

Orang soleh, kata Kiai Mustain, menjadi jaminan keamanan suatu daerah. ’’Makanya kita harus berterima kasih kepada orang-orang soleh. Sebab ada merekalah daerah kita aman,’’ jelasnya.

Ciri orang soleh itu adalah alim dan ahli ibadah. ’’Juga bermanfaat bagi sekitarnya,’’ jelasnya lantas mengutip ayat Wa ma kana rabbuka li yuhlikal qura bi zulmin wa ahluha muslihun. Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya muslihun/orang-orang yang berbuat kebaikan. [QS. HUD: 117].

Kiai Mustain cerita, suatu ketika, Nabi diatas gunung Uhud bersama Abu Bakar dan tiga sahabat. Tiba-tiba gunung Uhud bergetar karena gempa. Nabi langsung bilang, diamlah wahai Uhud. Diatasmu ada Rosulullah, Assidiq dan tiga sahabat yang akan syahid.

"Gunung Uhud langsung diam. Langsung diam. Tiga sahabat yang disebut Nabi itu akhirnya memang mati syahid," kata Kiai Mustain.

Saat jadi Gubernur Mesir, Amr bin Ash pernah kirim surat pada khalifah Umar.

Amr bin Ash melaporkan bahwa setiap tahun sungai Nil selalu meminta tumbal. Kalau tidak diberi tumbal, tidak mengalir. Amr bin Ash tidak mampu mencegah itu. Makanya lapor Umar.

’’Setan itu hanya bisa mempermainkan manusia jika manusianya percaya. Karena manusia percaya tumbal, akhirnya beneran harus ditumbali,’’ jelasnya.

Setelah menerima surat dari Amr bin Ash, Khalifah Umar lantas membalas kepada Amr bin Ash. Dalam surat balasannya ada surat lagi yang disuruh melempar ke sungai Nil.

Isi suratnya adalah. Wahai sungai Nil, jika kamu mengalir karena dirimu sendiri, maka tidak mengalir tidak apa apa. Tapi jika kamu mengalir karena Allah, maka mengalirlah.

"Akhirnya sungai Nil mengalir dan tidak pernah minta tumbal lagi,’’ jelasnya...

Pertanyaannya, bagaimana agar anak-anak kita menjadi generasi yang soleh/solehah? Tentu saja jawabnya adalah, masukkan mereka ke pesantren..

 

#AyoMondok

(Rojiful Mamduh)

05/06/2016

MAUT

    MAUT

Saat ngaji dalam peringatan tujuh hari meninggalnya Mursyid Thariqoh sekaligus Pengasuh Pesantren Darul Ulum Rejoso, KH Dimyati Romli, Senin (23/6/2016), Dr KH Mustain Syafiie mengatakan bahwa maut tak bisa ditolak.

’’Tidak diundang pun, kematian pasti datang,’’ kata pakar tafsir Quran Pesantren Tebuireng ini.

Hal itu berbeda dengan yang lain. ’’Kalau selain kematian, masio dipasangi spanduk gurung mesti teko. Masio kuntul dibarisno sak Jawa Timur yo gurung mesti teko,’’ ucap mantan anggota DPR RI dari Partai Demokrat ini disambut tawa ribuan jamaah yang hadir.
 
Di Cina, kata Kiai Mustain, ada terapi kematian. Orang hidup, dipacaki seperti orang mati. Lalu dimasukkan peti mati. Kemudian diuneni dengan bahasa-bahasa psikologi. ’’Terapi mati seperti ini berhasil membuat orang-orang yang brengsek jadi baik. Orang yang brengsek seperti apapun, ikut terapi ini akhirnya berubah jadi baik. Tingkat keberhasilannya mencapai 90 persen,’’ jelasnya.

Hal itu   mempraktekkan dawuh Nabi Muhammad SAW, kafa bil mauti waidon. Cukuplah kematian sebagai nasehat. ’’Kita orang Islam hapal itu, tapi tidak di elmuni. Justru yang ngelmuni adanya di Cina. Saya kira toriqah mampu membuat kurikulum seperti itu,’’ paparnya.

’’Apalagi pertanyaan malaikat Munkar Nakir sudah lama bocor,’’ tambahnya kembali disambut ger-geran.

Pertanyaan di kubur yang pertama, siapa tuhanmu.  Kedua, siapa nabimu. Ketiga, apa agamamu. ’’Kiro-kiro pertanyaan ini yang nanti bikin masalah. Sebab ketika ditanya apa agamamu, ada yang jawab, agama saya Islam Nusantara,’’ ucapnya kembali disambut ger-geran. ’’Jawabe malaikat, koen melok Mukmatar nang Jombang yo kok jawab Islam Nusantara,’’ lanjut Kiai Mustain yang kembali disambut ger-geran.

Profesor Eimer di Amerika, kata Kiai Mustain, pernah meneliti 500 orang yang mati suri.

’’Orang yang mati suri itu disuruh menceritakan apa yang dialami selama mati. Ternyata ada tiga jawaban yang disampaikan oleh hampir seluruhnya,’’ kata Kiai Mustain.

Pertama, orang yang mati suri itu merasa dibawa oleh makhluk cahaya memasuki lorong. ’’Makhluk cahaya. Mungkin ini istilah mereka untuk mendefinisikan malaikat. Sebab malaikat diciptakan dari nur/cahaya,’’ jelasnya.

Kedua, mereka ditunjukkan rekaman perbuatan mereka selama hidup di dunia. ’’Mereka melihat tayangan semua hal yang dilakukan. Ini sudah disebutkan dalam QS An Naziat. Yauma yatazakkarul insanu ma sa’a. Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya (QS An Naziat 35),’’ jelasnya.

Ketiga, orang-orang yang mati suri itu ternyata semuanya ingin kembali ke dunia. Alquran juga telah mengingatkan hal ini. ’’ Ya laitana nuroddu wala nukazzibu biayati robbina wanakuna minal mukminin (Kiranya kami dikembalikan ke dunia  dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman (QS Al-An’am 27),’’ ucap Kiai Mustain.

’’Mumpung kita belum memasuki lorong, mari kita persiapkan diri kita,’’ pungkas Kiai Mustain.

27/05/2016

NYANTHOL

NYENTEL

Saat ngaji di acara Jumat Bahagia IPNU IPPNU di masjid Hidyatullah yang diikuti siswa dan wali murid MI Miftahul Maarif Pagak Sumberejo Kecamatan/Kabupaten Jombang (13/5/2016), Mbah Bolong menceritakan kiai yang tiba-tiba keluar malam hari. Diam-diam, dia diikuti dan diintip santrinya.
 
’’Sampean dadi wong tuwo yo sing ati-ati lho Bu. Sebab anak mesti ngintip. Oh bapak ibu lek tanggal tuwek kok seneng muring-muring. Ngunuku ditiru. Bapak ibu lek mangan kok tangan kiwo. Ora ndungo. Negeneku ditiru anak. Sing uwati-ati nok ngarepe anak. Sebab anak iku niru,’’ paparnya.
 
Bapak ibu guru juga demikian. Harus ekstra hati-hati dalam berucap dan berperilaku. Sebab siswa juga meniru. Makanya ada pepatah, guru kencing berdiri, murid kencing berlari.
 
Mbah Bolong melanjutkan, Kiai itu masuk kuburan mengambil tiga kelompok tengkorak. Tengkorak pertama ditusuk telinga kanan tidak masuk. Lalu di bilang mardud/ditolak. Tengkorak kedua ditusuk telinga kanan tembus telinga kiri. Juga dibilang mardud. Tengkorak ketiga ditusuk telinga kanan berhasil masuk kemudian berhenti di tengah. Lalu dibilang maqbul.
 
Santrinya lalu bertanya, apa maksud mardud dan maqbul.

Pertama, yang ditusuk tak bisa masuk itu ditolak. Karena saat hidupnya, tidak mau di ngajeni. ’’Kalau ada orang ngaji diremehno. Dia ngomong sendiri,’’ tuturnya.
 
Kedua, yang ditusuk tembus itu ditolak karena saat ngaji, dia bablas ora nyantol. ’’Mergo opo? Akeh-akehe mergo turu. Yo ngaji, yo sekolah, tapi nang nggon ngaji, nang sekolah, turu. Dadi orang nyentel,’’ ucapnya.
 
Ketiga, yang ditusuk masuk kemudian berhenti ditengah, itu diterima karena kalau dingajeni nyentel. ’’Nyentel mergo dicatet. Makane lek sekolah, lek ngaji, sampean catet,’’ pesannya.
 
Agar cerdas dan tidak mudah lupa pelajaran, ada lima hal yang menurut Mbah Bolong mesti dilakukan.

1.      Dawamul wudlu. Selalu punya wudlu. Sebab wudlu itu cahaya dan ilmu itu cahaya.’’Kalau selalu punya wudlu, insya Allah rezeki juga gampang. Saya sendiri, tidak bisa ceramah kalau tidak punya wudlu,’’ bebernya.

 2. Siwakan/sikatan. ’’Tapi lek sikatan ojo bareng ngengek, iku malah nggarai lalian.

3. Tidak makan kecuali dalam keadaan baik. "Jadi ora sampek kelaparan, juga ora kewareken."

 4. Selalu bertakwa, baik ada orang maupun tidak.

5. Shalat malam walaupun dua rakaat. ’’Shalat malam ini membuat kita cerdas dan sehat, tidak mudah sakit,’’ pungkasnya.     

(Rojiful Mamduh)

18/05/2016

NISFU SYA'BAN

NISFU SYA'BAN

KH Taufiqurahman Muchit, pengasuh PP Sunan Ampel Jombang dalam pengajian di Masjid Al-Fattah Candimulyo, Jombang (31/5/2015) menyampaikan bahwa dalam kitab Ghunyah (pesugihan) karangan Syekh Abd Qodir Jaelani disebutkan bahwa saat nisfu syakban, takdir selama setahun ditulis. Malam nisfu syakban tahun 2016 ini akan jatuh pada Sabtu  21 Mei.

Pada malam nisfu syakban itu, dianjurkan shalat 2 rakaat. Tiap rakaat usai fatikhah baca surat Alikhlas 6x. Usai salam, baca yasin pertama kemudian doa.

Shalat lagi 2 rakaat dengan baca Alikhlas 6x. Usai salam baca yasin lagi kemudian doa. Demikian sampai 3x.

Doa yg dibaca saat nisfu syakban intinya minta agar takdir-takdir  yang jelek tahun ini dihapus.

 Ya Allah, jika tahun ini Engkau takdirkan mati, hapuslah.

Jika Engkau takdirkan sakit, hapuslah.

Jika Engkau takdirkan kena bencana/kecelakaan, hapuslah.

Jika Engkau takdirkan rugi, hapuslah.

Jika Engkau takdirkan cerai, hapuslah, dll.

Kiai Taufiq juga menyatakan bahwa malam nisfu syakban ini adalah malam ditulisnya ketentuan setahun. Sedangkan dok-nya (diputuskannya) yakni saat malam lailatul qodar. ’’Makanya orang yang menghidupkan nisfu syakban, bakal bisa ketemu lailatul qadar. Sedangkan yang tidak menghidupkan malam nisfu syakban,  bakal sulit ketemu lailatul qadar,’’ kata Kiai Taufiq.

Beliau bercerita, suatu ketika ditanya pakdenya yang orang Lamongan. Kapan lailatul qodar jatuh Ramadan tahun itu?

Dia lantas bilang, saya meyakini jatuh pada malam ini...

Tapi tahun itu, si Pakde tidak menghidupkan nisfu syakban.

Akhirnya, pada mlm yang dibilang Kiai Taufiq sebaga malam lailatul qadar itu, si Pakde mapak.

Dia sengaja ngajak sembilan anaknya itikaf di masjid agar dapat lailatul qodar.

Pada tengah malam, turun hujan. Sehingga satu keluarga ini tertidur dan baru bangun saat subuh. Sehingga tidak menangi lailatul qodar. Karena lailatul qodar itu tengah malam sampai subuh. Awalnya, dia tidak yakin malam itu benar lailatul qadar. Karena pada malam lailatul qadar tidak ada hujan. Namun hujan malam itu sebenarnya turun hanya sebentar.

Kiai Taufiq lantas minta si Pakde mengecek air laut pada pagi pasca lailatul qadar itu. Karena disebutkan, pada pagi setelah lailatul qadar, air laut jadi tawar selama beberapa saat karena baru diinjak malaikat.

Pagi itu, si Pakde mengecek air laut dan ternyata sempat tawar. Kiai Taufik lantas minta diambilkan air tersebut. Si Pakde jadi semakin nyesel tertidur malamnya.

Ini menunjukkan, kata kiai taufik, orang yang tidak menghidupkan nisfu syakban, tak akan bisa dapat lailatul qadar, walaupun sudah mapak.

 Oia, setelah ritual malam nisfu syakban, besoknya dianjurkan puasa, sebagai rangkaian menghidupkan nisfu syakban.

’’Orang yang puasa sehari di bulan syakban dibebaskan dari siksa kubur,’’ tutur Kiai Taufiq.

Saat pengajian Hikam di PP Al Muhibbin Bahrul Ulum Tambak Beras (1/6/2015), Kiai Jamaludin Ahmad menerangkan bahwa  Shalat 2 rakaat malam nisfu syakban lebih utama daripada ibadah selama 400 ratus tahun yang dilakukan umat sebelum Muhammad.

Itulah sebabnya,  Nabi Isa dan Nabi Musa pernah mengatakan ingin jadi umat Muhammad. Umat Muhammad ibadah sedikit, diganjar akeh.

Kapan waktunya shalat 2 rakaat nisfu syakban itu? ’’Mulai habis magrib sampai sebelum subuh,’’ kata Kiai Jamal.  Tapi shalatnya tidak boleh jamaah. Dan niatnya niat shalat sunat mutlak.

Beliau lantas mengutip sebuah hadits, siapa menghidupkan malam nisfu syakban dengan amal-amal sholeh, maka hatinya tidak akan mati saat semua hati mati. ’’Tanda hati mati sing pertama ora gelo/sedih kehilangan ibadah. Kepindo, ora menyesal melakukan maksiat/dosa,’’ jelasnya.

17/05/2016

TOLONG BAWA AKU KE SURGA

"Tolong Bawa Aku ke Syurga"

Mengunjungi seorang teman yang sedang kritis sakitnya, dia menggenggam erat tangan saya, lalu menarik ke mukanya, dan membisikkan sesuatu.

Dalam airmata berlinang dan ucapan yg terbata-bata... dia berkata,
"Jika kamu tidak melihat aku di syurga, tolong tanya pada Allah di mana aku, tolonglah aku ketika itu..."

Dia langsung terisak menangis, lalu saya memeluknya dan meletakkan muka saya di bahunya.
Sayapun berbisik, "S'moga Allah mengijabahnya... Aamiin.
Aku juga mohon kepadamu jika kau tdk melihatku di syurga, tolong kau tanyakan aku juga..."

Kami pun menangis bersama, entah berapa lama....

Ketika saya meninggalkan Rumah Sakit, saya terkenang akan pesan beliau....

Sebenarnya pesan itu pernah di sampaikan oleh seorang ulama besar, Ibnu Jauzi, yg berkata kepada sahabatnya sambil menangis:

"Jika kamu tidak menemui aku di syurga bersama kamu, maka tolonglah tanya kepada Allah tentang aku: Wahai Rabb kami, Si Fulan sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang Engkau, maka masukkanlah dia bersama kami di Syurga."

Ibnu Jauzi berpesan begini bersandar kepada sebuah hadits:

"Apabila penghuni syurga telah masuk ke dalam syurga lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yg selalu bersama mereka dahulu di dunia, maka mereka pun bertanya kepada Allah,
"Ya Rabb... kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia bersholat bersama kami, berpuasa bersama kami dan berjuang bersama kami."

Maka Allah berfirman,  "Pergilah ke neraka, lalu keluarkanlah sahabat-sahabatmu yang di hatinya ada iman, walau hanya sebesar zarrah."
(Ibnu Mubarak dlm kitab Az Zuhd)

Maka wahai Sahabat-sahabatku,

Di dalam bersahabat, pilih lah mereka yg bisa membantu kita take sekedar ikatan di dunia, tetapi hingga akhirat.

Carilah sahabat-sahabat yg senantiasa berbuat amal sholeh, yg sholat berjamaah, berpuasa dan sentiasa berpesan agar meningkatkan keimanan, serta berjuang untuk menegakkan Agama Islam.

Carilah teman yg mengajak ke majelis ilmu, mengajak berbuat kebaikan, bersama untuk kerja pada kebaikan, serta selalu berpesan dgn kebenaran.

Teman yg dicari karena urusan bisnis, pekerjaan, teman nonton bola, teman memancing, teman shopping, teman FB untuk bercerita hal politik, teman whatsapp utk menceritakan hal dunia, akan berpisah pada garis mati dan masing-masing hanya akan membawa amal diri sendiri.

Tetapi teman yg bertakwa, akan mencari kita untuk bersama ke Syurga.

Simaklah diri, apakah ada teman yg seperti ini dalam kehidupan kita...atau yg ada mungkin lebih buruk dari kita.

Ayo berubah sekarang, kurangi waktu dgn teman yg hanya condong pada dunia. Carilah teman yg membawa kita bersama ke syurga, karena kita tidak bisa mengharapkan pahala ibadah kita saja untuk masuk Syurga Allah.

Perbanyaklah usaha... In syaa Allah satu darinya akan tersangkut dan membawa kita ke Pintu Syurga.

Al-Hasan Al-Bashri berkata:

"Perbanyaklah sahabat-sahabat mukminmu, karena mereka memiliki syafa'at pada hari kiamat.”

Pejamkan mata, berpikirlah... siapa agaknya di antara teman-teman kita yg akan mencari dan mengajak kita bersama-sama ke Syurga-Nya.

Jika tidak, mulailah hari ini mencari teman ke syurga sebagai suatu misi pribadi.

In syaa Allah kepada siapa saja kita boleh menyampaikan pesan ini.

--------
Sahabat-sahabatku yang Disayang Allah... tolong tanyakan kepada Allah, jika aku tiada bersamamu nanti di Syurga-NYA...��

15/05/2016

Lembayung Senja NKRI

LEMBAYUNG SENJA NKRI

Hai....anak-anak PKI teruskanlah anda membual, bahwa anda akan menuntut orang-orang tua kami.
kami tidak takut....
kami tidak peduli.....
kami akan tetap mulang ngaji "ngudi susilo dan tahliyah wattarghib" pada anak-anak kami, agar mereka tahu bagaimana cara ngajeni pinisepuh, bagaimana cara cinta tanah air dan mampu membedakan siapa yang mati sebagai pahlawan, siapa yang mati sebagai pembangkang.

Hai....orang-orang HTI teruskanlah anda membual, bahwa NKRI Kami negeri bughot, thogut dan negeri bathil yang sejatinya anda ingin mendirikan negara khilafah diNKRI Kami.
kami tidak takut....
kami tidak peduli.....
kami akan tetap mulang ngaji "sulam taufiq dan fathul qarib" pada anak-anak kami, agar mereka tahu banyak versi tata negara islami, yang menjadi pedoman para kyai sesepuh kami tanpa harus memaksakan diri, dan tahu definisi negeri bughot, thogut dan negeri bathil yang sejati

Hai....orang-orang WAHABI teruskanlah anda membual, bahwa Kami Ahli bid'ah, ahli nar dan kafir.
kami tidak takut....
kami tidak peduli.....
kami akan tetap mulang ngaji "aqidatul awam dan sanusiyah" pada anak-anak kami, agar mereka tahu siapa gusti allah versi kami, siapa kanjeng rasul panutan kami, dan sahabat, sanak kerabat nabi idola para kyai.

wahai........
para penguasa NKRI kami, tidakkah paduka tahu bualan mereka semua.....
tidakkah paduka mengerti pada gangguan stabilitas NKRI ini.

wahai........
para penguasa NKRI kami, haruskan dengan tanpa para paduka.
para kyai bersama banser kami....., pagar nusa kami...., CBB kami...... menyinsingkan lengan, cancut tali wondo, rawe-rawe rantas malang-malang putung. demi mengamankan "NKRI HARGA MATI" , " BHINEKA TUNGGAL IKA" dan "PANCASILA SAKTI".

wahai........
para penguasa NKRI kami, mengerti dan bertindaklah. agar KAMI tetap tenang ngaji dan tidak dipersalahkan anak cucu mereka dikemudian hari.

12/05/2016

Renungan nikmat dari Nasehat Syech Al Syaqiq

Renungan nikmat  dari Nasehat Syech Al Syaqiq
Pada suatu hari Syeikh Syaqiq al-Balkhi membeli Buah Semangka untuk istrinya...
Saat disantapnya.., ternyata buah Semangka tersebut terasa hambar.
Dan sang isteri pun menunjukkan rasa kecewanya/marah...
Syeikh al-Imam Syaqiq menanggapi dengan tenang amarah istrinya itu.., beliau bertanya dengan halus:
"Kepada siapakah kau marah wahai istriku..?
Kepada pedagang buahkah ..?
Kepada pembelinyakah..?
Atau kepada petani yang menanamnyakah..?
Ataukah yang Menciptakan Buah Semangka itu..???"
Tanya Syeikh al-Imam Syaqiq...
Istri beliau terdiam...
Sembari tersenyum, Syeikh Syaqiq melanjutkan perkataannya:
"Seorang pedagang tidak menjual sesuatu kecuali yang terbaik...
Seorang pembeli pun pasti membeli sesuatu yang terbaik pula..!
Begitu pula seorang petani, tentu saja ia akan merawat tanamannya agar bisa menghasilkan yang terbaik..!
Maka sasaran kemarahanmu berikutnya yang tersisa, tidak lain hanya kepada yang
Menciptakan Semangka itu..!".

Nasehat Syeikh al-Imam Syaqiq menembus ke dalam hati sanubari istrinya.
Sang istri begitu terperangah dan sendu.
Terlihat butiran air mata menetes perlahan di kedua pelupuk matanya...
"Bertaqwalah wahai istriku...terimalah apa yang sudah menjadi Ketetapan-Nya."
Mendengar ucapan suaminya itu...sang istri sadar, merunduk dan menangis mengakui kesalahannya dan Ridha' dengan apa yang telah Allah swt tetapkan.
Semoga barokah....

30/04/2016

Hukum Mencari Kesalahan Orang Mukmin

Hukum Mencari Kesalahan Orang Mukmin

Tajassus Menyadap Privasi Orang Lain (bagian ke 2)

Larangan dan Celaan Tajassus dalam As-Sunnah

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa 'Ala Alihi Wa Sallam sangat keras dalam melarang dan memperingatkan tentang tajassus ini dan menjelaskan bahwa tajassus bisa merusak persaudaraan dan menyebabkan putusnya hubungan serta pintu menuju rusaknya manusia.

Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu berkata, telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa 'Ala Alihi Wa Sallam: "Berhati-hatilah kamu dari prasangka karena prasangka adalah pembicaraan yang paling berdusta dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain.."
[HR. Bukhari dan Muslim].

Sahabat Abu Barzah Al-Aslami Radhiyallahu 'Anhu berkata, telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa 'Ala Alihi Wa Sallam:
"Wahai sekalian orang yang beriman dengan lisannya dan keimanan belum masuk ke dalam hatinya, janganlah kalian meng-ghibah kaum muslimin dan jangan pula mencari-cari keburukan mereka, karena sesungguhnya barangsiapa mencari-cari keburukan mereka pasti Allah mencari-cari keburukannya dan barangsiapa yang Allah mencari-cari keburukannya pasti Allah mencampakkannya di rumahnya sendiri".
[HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, dll dengan sanad hasan shahih].

Sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa 'Ala Alihi Wa Sallam:
"Wahai sekalian orang yang beriman dengan lisannya dan keimanan belum masuk ke dalam hatinya", adalah peringatan bahwa perbuatan tajassus adalah syi'ar dan kebiasaan orang munafik, bukan orang beriman.

Allah memberikan balasan setimpal terhadap orang yang suka mencari-cari keburukan orang lain dengan membongkar keburukan-keburukannya sehingga walaupun ia bersembunyi di rumahnya-pun pasti Allah bongkar keburukan-keburukannya.

Jadi, tajassus itu bukan hanya dilarang saja, akan tetapi hukumnya haram, pelakunya berdosa dan termasuk orang munafik serta bukti akhlak yang buruk dan Allah berjanji akan membalasnya dengan balasan yang setimpal karena Allah Maha Adil dan balasan sama dengan perbuatan.

Hukum Mencari kesalahan Mukmin

Tajassus Menyadap Privasi Orang Lain (bagian ke 1)

Tajassus maknanya adalah mencari keburukan dan aib orang lain dan mengungkap apa yang tertutup.

Dewasa ini sering kita dapati seseorang menyadap telepon orang lain untuk mengetahui pembicaraannya atau menyadap internet orang lain untuk mengetahui apa saja yang dibuka. Bagaimana hukum perbuatan seperti ini?

Para ulama telah memfatwakan bahwa tajassus semacam itu hukumnya adalah haram dan termasuk akhlak yang buruk.

Larangan dan Celaan Tajassus dalam Al-Qur'an

Allah berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."
[QS 49 Al-Hujurat, Ayat 12]

Penjelasan Para Ahli Tafsir tentang makna "wa laa tajassasuu" yang artinya "Dan janganlah mencari-cari keburukan orang" dalam ayat tersebut adalah, sbb:

Ibnu Jarir Ath-Thabari rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan:
"Dan janganlah sebagian kamu mencari-cari keburukan sebagian yang lain dan jangan pula membahas rahasia-rahasianya dengan tujuan menampakkan aib-aibnya. Akan tetapi hendaklah kamu merasa puas dengan yang tampak saja dari urusannya, dan pujilah atau cela-lah ia dengan yang tampak saja, bukan dengan apa yang tidak kamu ketahui daripada rahasia-rahasianya".

Sahabat Abdullah ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhuma berkata:
"Allah melarang orang beriman dari mencari-cari keburukan orang beriman lainnya".

Al-Baghawi rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan:
"Allah melarang dari mencari apa yang tertutup dari perkara-perkara manusia dan mencari-cari keburukan mereka, sehingga tidak tampak apa yang Allah sembunyikan darinya".

Dalam tafsir Al-Jalalain disebutkan:
"Janganlah kamu mencari-cari keburukan dan aib mereka dengan cara menyelidikinya".

As-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya mengatakan:
"Janganlah kamu memeriksa keburukan kaum muslimin dan jangan pula mencari-carinya, dan biarkanlah seorang muslim sesuai keadaannya. Lupakanlah tentang keadaannya yang jika diperiksa akan tampak apa yang tidak sepatutnya".

--- bersambung ---

17/04/2016

Kemuliaan Seorang Guru

(Diceritakan oleh seorang Alumni Darul Musthofa, Tarim, Hadhromaut, Yaman)
Selagi aku masih duduk di Daruzzahro, Guru Mulia Al Habib Umar bin Hafidz pernah berkata kepada salah satu putri beliau:

“Darul Mustofa dan Daruzzahro ini bukanlah kepunyaan kita, sekalipun ayah yang mendirikannya tetapi sejatinya adalah kepunyaan Kakek kita Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam beserta putri kecintaan beliau ibu kita Sayyidah Fatimah Azzahro Radhiyallohu ‘Anha, maka sekali-sekali kamu jangan berbuat seenaknya di dalamnya, harus tunduk dengan segala macam peraturannya, jangan memakan hak-hak tamu Azzahro sebelum mereka semua telah habis makan kecuali sisa-sisa puing makanan dari mereka. Ingat !! peran kita di sini hanya sebagai pembantu, khaddam, dan pelayan yang melayani rumah ini beserta tamu-tamunya”.

Pada suatu hari, saat jam istirahat, aku hendak pergi ke kamar kecil, tetapi aku melihat putri kecil putri bungsu Habib Umar bin Hafidz duduk seorang diri di salah satu tangga Daruzzahro sambil memegang perut, maka aku pun menghampirinya dan bertanya:
“Ada apa denganmu wahai putri mulia?“

Maka dengan polosnya ia menjawab bahwa ia dalam keadaan lapar dari tadi, sebab sebelum pergi ke sekolah tidak sempat bersarapan terlebih dahulu, khawatir terlambat ucapnya.

Spontan aku membalas ucapannya dan berujar:

“Mengapa yang mulia tidak mengambil sepotong roti di ruang makan Darruzzahro saja?”.

Ia hanya menggeleng sambil tersenyum.

“Atau pulang sebentar ke rumah mengambil sarapan?”, tawarku kembali.

Ia pun tetap membalasnya dengan gelengan.

Aku semakin keheranan: “Bukankah engkau putri guru mulia kami (Habib Umar bin Hafidz)? Pemilik Daruzzahro ini wahai yang mulia?”.

Maka ia pun menceritakan pesan sang ayah untuk putra putri dan seluruh keluarga. Mendengarnya, aku tercengang dan terkejut, ku rasakan sudut mataku mulai berembun, hatiku bergetar mendengar penuturannya. Tidak hanya sampai di situ, putri kecil guru mulia mengejutkanku dengan perkara lain. Merasa kasihan dan tak tega, aku pun merogoh saku baju dan mengambil selembar uang di dalamnya:

“Jika begitu ku mohon ambilah ini sebagai hadiah dariku, dan belilah sedikit makanan untuk mengganjal perut yang mulia”, ucapku penuh harap sambil menyodorkan selembar uang itu ke hadapannya.

Ia tersenyum ramah, mata beningnya menatapku lembut dan ia menolak halus pemberianku dengan menggeleng-gelengkan kepalanya, namun aku terus merayu dan memohon agar dia bersedia menerimanya, tetapi putri kecil guru mulia tetap bersikeras untuk tidak menerimanya dan terus mengindahkan tangannya dari tanganku, melihat usahaku tiada henti, dengan polosnya ia berkata:
“Maafkan aku saudaraku, bukannya menolak pemberianmu, dan ingin melukai perasaanmu, akan tetapi ayah mengajarkan kami untuk tidak memberatkan orang lain dan tidak berharap belas kasih manusia selain belas kasih Allah Subhanahu wa Ta’ala, simpanlah uang itu, karena engkau lebih memerlukannya ketimbang aku, lagi pula kalau ayahanda mengetahui pasti beliau tidak akan menyetujuinya”.

Tes tes… ku rasakan air mataku mulai berjatuhan di pipiku, aku memperhatikannya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Ku lihat kerudungnya nampak kumal, pakaiannya pun terlihat lusuh, ia hanya menggunakan keresek putih untuk alat-alat sekolahnya, kakinya penuh debu tanpa mengenakan sandal, aku terdiam terpaku tak mampu berkata sekalimat pun sampai putri guru mulia berlalu dari hadapanku sambil berlari-lari kecil dengan wajah yang tetap riang.

Aku menelan ludah susah payah, gemetar jiwaku menatap bayangnya yang perlahan menghilang dari pandanganku, hatiku bergetar hebat, pendidikan macam apa ini yang membuat anak sebelia dia memiliki hati sedemikian mulia. Sambil berderai air mata ku segerakan langkahku menuju kamar. Sesampainya di kamar ku membenamkan kepalaku di bantal dan pecah tangisku seketika, bagaimana tidak?
Jiwaku hancur lembur dihantam akhlak mulia sebegitu luhur, benar benar kami ini murid yang tak tau diri, jauh kami merantau dari negara kami hanya demi menimba ilmu serta mengambil keberkahan dari Guru Mulia beserta Sang Istri, malam-malam kami tidur dengan nyenyak, tidak pernah sedikitpun kekurangan air dan makanan, bahkan kami menganggap tempat ini seperti rumah kami sendiri, terkadang kami berbuat semaunya, makan dengan kenyang dan menggunakan kipas angin dan AC sepuasnya, tetapi guru mulia yang mendirikan tempat ini pun merasa tidak memilikinya dan tidak berlaku seenaknya.

Hatiku benar-benar serasa dicambuk rasa malu yang begitu dalam, teramat malu atas ketidaktahuan kami, atas sedikitnya perhatian dan kepedulian kami. Guru mulia beserta keluarga begitu memuliakan para pelajarnya melebihi penghormatan kami kepada beliau. Huhuhu… aku terus saja menangis.

Sampai akhirnya terdengar suara peringatan waktu istirahat segera berakhir. Aku pun menghentikan tangisanku dan menyeka air mata.

Masih dengan mata yang sembab aku bangkit berdiri dan berniat mengambil air wudhu. Saat ku lewati ruang makan Daruzzahro, sungguh ku menyaksikan pemandangan yang kembali sangat membuat hatiku miris. Ku lihat tangan mungil putri mulia memunguti beberapa pecahan roti yang tersisa dari bekas sarapan sebagian pelajar tadi pagi.

Melihatnya aku membuang pandangan karena tak sanggup menyaksikannya. Kejadian tersebut sangat membekas di hatiku sehingga aku merenungkannya selama berhari-hari. Semenjak itu aku jadi jarang ikut makan bersama dengan teman-teman lainnya, kecuali menunggu mereka telah usai semua, dan aku mulai bermujahadah melunturkan kesombongan yang ada di diriku.

Terkadang aku sengaja memakan roti yang sudah kering dan keras yang sudah ku hancurkan sebelumnya, atau memakan bekas-bekas nasi yang akan dibuang,

atau makan bersama kawan tetapi dengan suapan yang terbatas, ketika kenyang hanya 3 suap, jika memang dalam keadaan lapar hanya 9 suap, semua itu sengaja ku lakukan agar diriku yang sangat payah ini dapat merasakan kerasnya menuntut ilmu tanpa memanjakan diri sedikitpun,

terlebih-lebih setiap mengingat kejadian di atas hatiku sangat malu terhadap Sang Guru. Kami hanya seorang murid dan hanya menumpang di tempat ini, harusnya kami yang menjadi pelayan bukannya memanjakan diri terus menerus...

16/04/2016

Fiqh Siyasah Dusturiyah alaa manhaj Ahlussunnah wal Jamaah

Ansor Jombang Kota Online:
"Terima kasih sahabat-sahabat atas partisipasi nya pada limolasan kali ini. Diskusi nya sangat dinamis, dan memunculkan reaksi beragam. Suksesi kepemimpinan dalam Islam dalam tinjauan sejarah sebagaimana disampaikan Gus Latif, mempunyai banyak contoh. Dalam berpolitik mereka mempunyai hajjah masing2. Penganut Khilafah mempunyai rujukan sendiri, begitu pula syiah juga mempunyai rujukan sendiri. Pelajaran nya adalah dalam hal menentukan pemimpin (politik) tidak boleh kaku-kakuan".Demikian disampaikan H.Muh.Masrur kepada Ansor Jombang Kota online.

Adapun yang hadir kali ini adalah pengusung Holopis, itu adalah dalam rangka kita mengenal mereka, bagaimana mereka ( bahasa Gus Latif) mengelaborasi ideologi keaswajaan dalam praktek politik mereka. Tentang masalah kesan, tergantung pada masing-masing kita. Tidak usah buru-buru dulu menentukan sikap, sambil kita tunggu pesaing holopis mendekat...."lanjutnya

Sementara itu sikap tersebut menuai penilaian audut pandang yang lain dari berbagai sudut keilmuan.
Kehadiran tim holopis akan memicu Cara pandang yang berbeda-beda.

Bagi para akademisi akan melihat dari prespektif kajian akademis sesuai literatur yg mereka miliki.
Bagi aktivis akan melihat dr nalar kritisnya.
Bagi politisi akan melihat dr prespektif kalah menang atas kepentingan kekuasaan. dan
Bagi tukang ngopi ya tetep akan terus ngopi.
(Aman Wae)

15/04/2016

Mbah Fadhol: Sebuah Legenda Pitutur

Mbah Moen sering ngendiko

" sepiro sholehe anak , tergantung sepiro sholihah ibu'e "

Syeh Abul Fadlol Senori adalah salah satu guru Mbah Moen, kisah singkat beliau

Mbah Denok bisa dibilang Ibu yang aneh, Ibu yang lebih memilih anaknya menjadi Ulama besar daripada memilih kekayaan yang sudah didepan mata.

Seorang Ibu yang bertahan dalam kemiskinan, ibu yang selalu berpuasa demi masa depan anak yang saat itu baru dikandungnya.

Hari itu beliau mencuci beras di sungai, entah karena lemah badannya yang gemetar menahan lapar, sehingga beras itu tumpah, atau karena tak sengaja tersenggol beliau yang sibuk mencuci pakaian.

Subhanallah bukan lagi berwujud beras, tetapi emas berkelipan itu sangat mengagetkan, namun hati yany senantiasa sadar akan keberadaan Allah itu segera menarik kesimpulan, bahwa dirinya sedang mengalami ujian, serta merta beliau menangis memohon ampun, bibir pucatnya berucap perlahan, hatinya bergetar, Wahai Tuhanku bukan ini yang aku pinta, emas ini bagiku bukanlah harapan, hamba hanya memohon kepadaMu jadikanlah janin dalam kandunganku ini lahir menjadi Ulama, jadikanlah ia kekasihMu dan panutan.

Mbah Denok itu adalah Ibu Mbah Abdus Syakur, seorang Ulama kuno yang mumpuni disegala bidang keilmuan.

Selanjutnya Mbah Syakur menurunkan dua orang putera dari janda Kyai Abdul Aziz yaitu Mbah Abul Fadlol senori dan Mbah Abul Khoir suwedang.

Keduanya adalah Ulama besar, Mbah Abul Fadlol terkenal sesudah wafatnya dengan berbagai kitab karangan yang menembus dunia pesantren Timur Tengah, sedangkan Mbah Abul Khoir lebih menonjol dalam bidang Tashowwuf dan Ulama Fiqih yang sangat kuat memegang priinsip di ujung zaman.

Mbah Abul Fadlol pada masa remajanya berguru kepada Mbah Hasyim Asy'ari Tebu ireng. Jangan ditanya soal apa yang telah beliau kuasai, karena semenjak kecil beliau telah suka melantunkan sya,i sya,ir yang terdapat di dalam kitab Ihya dengan hanya mendengar saja dari pengajian bapaknya.

Mbah Abul Fadlol tidak hanya mumpuni dalam bidang Ilmu Agama saja, tetapi entah dari mana ilmu itu beliau dapat, dizaman radio masih langka, beliau telah mampu membuat radio amatir, tentang ilmu kimia juga begitu, dengan caranya sendiri, beliau mampu membuat minyak wangi yang baunya tidak seperti bau minyak wangi pada umumnya, bahkan beliau telah mampu membuat syrup obat batuk yang konon sangat mujarab.

Beliau juga menguasai bahasa mandarin, konon beliau pernah bekerja di semarang sebagai kuli membuat jalan.Beliau memang tidak pernah menyukai kekayaan, setiap kerja yang dirintis laris, tiba tiba beliau tinggalkan begitu saja, dari mulai menjadi penjual tembakau, polangan, jual kain dan pekerjaan terakhirnya adalah sebagai reparasi radio dan jam tangan.

Jiwa Nasionalisme yang tinggi beliau warisi dari gurunya, yaitu Mbah Hasyim, pada setiap upacara 17 Agustus di kecamatan, beliau sempatkan dirinya pakai celana, sepatu dan ikut upacar di lapangan.Dan juga jangan tanya organisasi apa yang beliau ikuti dan istiqomahkan, NU adalah kebanggaan beliau sampai beliau diwafatkan.

Sumber cerita dari menantunya Mbah Abul Fadlol sendiri, yaitu Kyai Minanurraohman

......................

Dalam keseharian beliau sanngat sederhana dan bersahaja, saking sederhananya ketika ta'ziah dalam wafatnya KH. Zuber Sarang beliau sempat dicueki atau tidak dihormati oleh orang karena songkok hitam yang dipakai tidak lagi hitam tapi telah berubah warna menjadi merah. Baju yang di kenakan lusuh, hingga orang acuh memandangnya.
Orang-orang baru tahu kalau itu adalah Mbah Dlol yang sangat terkenal itu. Setelah tanpa sengaja mBah Maimun Zuber memergokinya di tengah jalan. Karuan saja KH. Maimun langsung menciumi tangan beliau dan menempatkannya pada tempat yang layak

..............

Sering sekali mbah maimun memuji sang guru ketika mengaji adapun dalam tausiyah-tausiyah beliau.

"Ojo isin dadi wong jowo, delok toh Mbah Fadhol Senori. ora tahu ngaji ning arab, tapi geneyo koq iso Alim ngalahno sing ning Arab. Alime koyok ngono, karangane kitab pirang-pirang."
---------------
(By copas dr Ustdz Zam).

Kisah Kehidupan

Kisah Kehidupan
Suatu hari saya bersenggolan dengan seseorang yang tidak saya kenal. “Oh, maafkan saya,” reaksi spontan saya. Ia juga berkata: “Maafkan saya juga.” Orang itu dan saya berlaku sangat sopan. Kami pun berpisah dan mengucapkan salam.

Namun cerita jadi lain, begitu sampai di rumah. Pada hari itu juga, saat saya sedang menelphone salah satu kolega terbaik saya, dengan bahasa sangat lembut dan santun untuk meraih simpati kolega saya itu, tiba2 anak lelaki saya berdiri diam-diam di belakang saya. Saat saya berbalik,
hampir saja membuatnya jatuh. "Minggir!!! Main sana, ganggu saja!!!" teriak saya dengan marah. Ia pun pergi dengan hati hancur dan merajuk.

Saat saya berbaring di tempat tidur malam itu, dengan halus, Tuhan berbisik, "Akan kusuruh malaikat menyabut nyawamu dan mengambil hidupmu sekarang, namun sebelumnya, aku akan izinkan kau melihat lorong waktu sesudah kematianmu. Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, etika kesopanan kamu gunakan. Tetapi dengan anak yang engkau kasihi, engkau perlakukan dengan sewenang-wenang, akan kuberi lihat setelah kematianmu hari ini, bagaimana keadaan atasanmu, kolegamu, sahabat dunia mayamu, serta keadaan keluargamu"
Lalu aku pun melihat, hari itu saat jenazahku masih diletakkan di ruang keluarga, hanya satu orang sahabat dunia mayaku yg datang, selebihnya hanya mendoakan lewat grup, bahkan jg ada yg tdk komentar apapun atas kepergianku, dan ada yg hanya menulis 3 huruf singkat, 'RIP'.
Lalu teman-temanku sekantor, hampir semua datang, sekejap melihat jenazahku, lalu mereka asik foto-foto dan mengobrol, bahkan ada yg asik membicarakan aibku sambil tersenyum-senyum. Bos yg aku hormati, hanya datang sebentar, melihat jenazahku dalam hitungan menit langsung pulang. Dan kolegaku, tidak ada satupun dari mereka yang aku lihat.
Lalu kulihat anak-anakku menangis dipangkuan istriku, yang kecil berusaha menggapai2 jenazahku meminta aku bangun, namun istriku menghalaunya. istriku pingsan berkali-kali, aku tidak pernah melihat dia sekacau itu. Lalu aku teringat betapa sering aku acuhkan panggilannya yg mengajakku mengobrol, aku selalu sibuk dengan hpku, dengan kolega2 dan teman2 dunia mayaku, lalu aku lihat anak2ku.. Sering kuhardik dan kubentak mereka saat aku sedang asik dengan ponselku, saat mereka ribut meminta ku temani. Oh Ya Allah.. Maafkan aku.

lalu aku melihat tujuh hari sejak kematianku, teman-teman sudah melupakanku, sampai detik ini aku tidak mendengar aku mendapatkan doa mereka untukku, perusahaan telah menggantiku dengan karyawan lain, teman-teman dunia maya masih sibuk dengan lelucon2 digrup, tanpa ada yg mbahasku ataupun bersedih terhadap ketiadaanku di grup mereka.
Namun, aku melihat istriku masih pucat dan menangis, airmatanya selalu menetes saat anak2ku bertanya dimana papah mereka? Aku melihat dia begitu lunglai dan pucat, kemana gairahmu istriku?
Oh Ya Allah Maafkan aku..

Hari ke 40 sejak aku tiada.
Teman FB ku lenyap secara drastis, semua memutuskan pertemanan denganku, seolah tidak ingin lagi melihat kenanganku semasa hidup, bosku, teman2 kerja, tdk ada satupun yang mengunjungiku kekuburan ataupun sekedar mengirimkan doa.
Lalu kulihat keluargaku, istriku sudah bisa tersenyum, tapi tatapannya masih kosong, anak2 masih ribut menanyakan kapan papahnya pulang, yang paling kecil yang paling kusayang, masih selalu menungguku dijendela, menantikan aku datang.

Lalu 15 tahun berlalu.
Kulihat istriku menyiapkan makanan untuk anak2ku, sudah mulai keliatan guratan tua dan lelah diwajahnya, dia tidak pernah lupa mengingatkan anak2 bahwa ini hari jumat, jangan lupa kekuburan papah, jangan lupa berdoa setiap sholat, lalu aku membaca tulisan disecarik kertas milik putriku malam itu, dia menulis.. "Seandainya saja aku punya papah, pasti tidak akan ada laki2 yang berani tidak sopan denganku, tidak akan aku lihat mamah sakit2an mencari nafkah seorang diri buat kami, oh Ya Allah.. Kenapa Kau ambil papahku, aku butuh papahku Ya Allah.." kertas itu basah, pasti karena airmatanya..
Ya Allah maafkanlah aku..

Sampai bertahun2 anak2 dan istriku pun masih terus mendoakanku setelah sholat, agar aku selalu berbahagia diakherat sana.

Lalu seketika,, aku terbangun.. Dan terjatuh dari dipan.. Oh Ya Allah Alhamdulillah.. Ternyata aku cuma bermimpi..

Pelan-pelan aku pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya, masih aku lihat airmata disudut matanya, kasihan sekali, terlalu kencang aku menghardik mereka..
“Anakku, papah sangat menyesal karena telah berlaku kasar padamu.“Si kecilku pun terbangun dan berkata, “Oh papah, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu.”
“Anakku, aku mencintaimu juga. Aku benar-benar mencintaimu, maafkan aku anakku” Dan kupeluk anakku. Kuciumi pipi dan keningnya.
Lalu kulihat istriku tertidur, istriku yang sapaannya sering kuacuhkan, ajakannya bicara sering kali aku sengaja berpura2 tidak mendengarnya, bahkan pesan2 darinya sering aku anggap tak bermakna, maafkan aku istriku, maafkan aku.

Air mataku tak bisaku bendung lagi.
Apakah kita menyadari bahwa jika kita mati besok pagi, perusahaan di mana kita bekerja akan dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari? Teman2 akan melupakan kita sebagai cerita yang sudah berakhir, beberapa masih menceritakan aib2 yang tidak sengaja kita lakukan. Teman2 dunia maya pun tak pernah membahas lagi seolah, aku tidak pernah mengisi hari2 mereka sebagai badut di grup.
Lalu aku rebahkan diri disamping istriku, ponselku masih terus bergetar, berpuluh puluh notifikasi masuk menyapaku, menggelitik untuk aku buka, tapi tidak.. tidak..

Aku matikan ponselku dan aku pejamkan mata, maaf.. Bukan kalian yang akan membawaku ke surga, bukan kalian yang akan menolongku dari api neraka, tapi ini dia.. Keluargaku..
keluarga yang jika kita tinggalkan akan merasakan kehilangan sekali

14/04/2016

Gus Mus Dan Wajah Keislamannya

GUS MUS & WAJAH ISLAM

Gus Mus tidak pernah berbicara "kami umat Islam..." seakan beliau mewakili seluruh umat Islam.

Gus Mus sendiri takut apakah benar beliau muslim ? Sebab muslim artinya manusia yang secara total berserah diri kepada Tuhan, dan berserah diri mempunyai makna yg sangat dalam. Ketika seseorang berserah diri, maka ia mengemban sifat2 tuhan dalam dirinya yang berinti pada menjadikan diri berfungsi kepada manusia lain.

"Benarkah aku sudah berserah diri ? Bukankah aku masih terbungkus keinginan duniawi ? Siapakah aku mengaku2 bahwa aku seorang muslim ?"

Begitulah ciri2 manusia yang mempunyai ilmu pengetahuan, memfungsikan akal dan melemahkan nafsunya. Bukan meng-klaim, karena iblis paling handal kalau masalah mengklaim dirinya paling taat, paling hebat, paling dekat kepada Tuhan.

Tidak perlu berjenggot lebat hanya supaya mengikuti Nabi-nya, karena memang bukan budaya tempat kelahirannya. Mengikuti bersifat tauladan dan tauladan ada di sikap bukan lambang.

Tidak mudah mencari manusia seperti Gus Mus di dalam Islam, tapi sejatinya mereka banyak hanya tidak tampak. Mereka terselip diantara tembok-tembok kemunafikan menjadi penyeimbang. Mereka tidak ingin mencari kejayaan, karena sejatinya kejayaan hanya pengakuan dari manusia dan manusia adalah tempatnya fitnah. Merekalah yang menjaga negara ini supaya tetap tentram, sejuk dan selalu toleran.

Jangan pernah lagi melihat wajah Islam dari ISIS, karena ISIS hanyalah setan yg di-propagandakan. Jangan melihat Isllam dari FPI, karena Islam tidak pernah memegang pentungan. Lihatlah wajah Islam dari Gus Mus, karena sejatinya begitulah para wali bergerak, berbicara dan bersikap.

Melihat Gus Mus di mata Najwa kemarin malam, saya tersenyum. Setidaknya ada wakil yang menampakkan sesungguhnya bagaimana ketika beragama itu dengan berakal.

Sayang Gus Mus sudah berhenti merokok, mungkin saya juga akan seperti beliau jika sudah setua beliau. Tetapi saya yakin, beliau masih tetap setia dengan secangkir kopinya.

Karena kopi bukan hanya secangkir minuman. Ia adalah filosofi hidup yang dalam dimana rasa pahit dan manis disatukan dan yang abadi adalah kenikmatan.

Selamat ngopi, Gus Mus...

10/04/2016

Puisi WS.RENDRA untuk Politisi

Pengakuan Menur dan Vina ini seakan menegaskan apa yang pernah disampaikan Rendra dalam puisinya "Bersatulah Pelacur - Pelacur Kota Jakarta". Meskipun tidak seekstrem yang digambarkan penyair itu.

Bersatulah Pelacur - Pelacur Kota Jakarta

Katakan kepada mereka
Bagaimana kau dipanggil ke kantor menteri
Bagaimana ia bicara panjang lebar kepadamu
Tentang perjuangan nusa bangsa
Dan tiba-tiba tanpa ujung pangkal
Ia sebut kau inspirasi revolusi
Sambil ia buka kutangmu

Dan kau Dasima
Khabarkan pada rakyat
Bagaimana para pemimpin revolusi
Secara bergiliran memelukmu
Bicara tentang kemakmuran rakyat dan api revolusi
Sambil celananya basah
Dan tubuhnya lemas
Terkapai disampingmu
Ototnya keburu tak berdaya

Politisi dan pegawai tinggi
Adalah caluk yang rapi
Kongres-kongres dan konferensi
Tak pernah berjalan tanpa kalian
Kalian tak pernah bisa bilang ‘tidak’
Lantaran kelaparan yang menakutkan
Kemiskinan yang mengekang
Dan telah lama sia-sia cari kerja
Ijazah sekolah tanpa guna

Para kepala jawatan
Akan membuka kesempatan
Kalau kau membuka kesempatan
Kalau kau membuka paha
Sedang diluar pemerintahan
Perusahaan-perusahaan macet
Lapangan kerja tak ada

Revolusi para pemimpin
Adalah revolusi dewa-dewa
Mereka berjuang untuk syurga
Dan tidak untuk bumi
Revolusi dewa-dewa
Tak pernah menghasilkan
Lebih banyak lapangan kerja
Bagi rakyatnya
Kalian adalah sebahagian kaum penganggur yang mereka ciptakan
................."

Dari puisi yang ditulis akhir 1960 itu tergambar jelas betapa kehidupan politik memang berkait dengan prostitusi. Puisi yang mampu menembus zaman dan sampai saat ini masih relevan.

29/03/2016

NU lah Pemilik Warga terbanyak didunia

Hidup NU

Dari Denny Siregar
--------------------☆

EMAK LU ROBOT...

Apa yang sulit bagi Nahdlatul Ulama sekarang ini dalam menguasai NKRI ?

Hampir tidak ada. Dengan umat yang diperkirakan berjumlah 50 juta orang ( bahkan ada yang mengatakan 80 juta ), NU bisa melakukan apa saja, termasuk makar.

Dalam bidang ekonomi, NU sangat mungkin merebut "pasar" MUI dalam mengeluarkan fatwa halal dan haram. MUI hanyalah sebuah organisasi saja, dan jika dibandingkan dengan organisasi NU bagaikan bumi dan langit.

Tetapi NU tidak melakukan itu. Mereka tidak mencari uang dengan cara2 seperti itu, padahal ketika mereka membentuk badan fatwa sertifikasi halal banyak yang akan beralih ke NU. Siapa yang melarang emangnya ? NU bisa saja berdalih bahwa ini khusus untuk umatnya. Dan ketika NU mau melakukan itu, habis sudah pendapatan MUI yang terbesar dan kering kerontanglah mereka spt unta kehausan di padang.

NU juga bisa saja membuat fatwa2 bahwa aliran A sesat, aliran B menyimpang dsb-nya. Dan berkillah lagi, ini untuk warga NU saja. Lalu siapa yg bisa melarang ? NU tidak begitu. Mereka membiarkan semua berjalan apa adanya, tidak takut akidah umatnya tergerus apalagi cuma dengan mie instan. Malah kalau ada non muslim yang membagi2kan mie instan, mereka akan dengan senang hati datang. Kapan lagi dapat gratisan ?

NU sebagai pembela NKRI, bisa saja membenturkan dirinya dengan HTI, Majeliss Mujahidin dan organisasi2 Islam gurem lainnya yang menguasai khilafah. GP Ansor dan Banser punya kemampuan untuk itu. Tapi untuk apa ? NU tetap berjalan pada koridor hukum dan undang2. Mereka melawan dengan cara yang sangat soft dan smart, membuat Islam Nusantara sebagai tandingan dari Islam Radikal yang diusung para pecinta khilafah.

Siapa yang bisa menjaga gereja2 dan perayaan hari besar umat non muslim, selain NU ? Tanpa ada NU, mungkin sudah banyak bom berletusan yang menjadikan gesekan besar antar umat beragama. Kita bisa seperti Suriah, Afghanistan dan Irak. Bahkan salah seorang anggotanya syahid ketika melindungi sebuah gereja dari bom.

NU-lah pelopor gerakan pluralisme dengan berdakwah, menunjukkan wajah Islam yang penuh rahmat di gereja2. Tidak ada rasa takut bahwa automurtad seperti propaganda bodoh yg terus dilancarkan. NU pula-lah yang menjaga budaya asli Islam Indonesia sehingga tidak terkontaminasi budaya arab.

Begitu kuat dan tenangnya NU bergerak, sehingga langkahnya terasa tidak terdengar. NU seperti singa yang tidak perlu mengaum, ketika dirasa tidak ada bahaya. Beda dengan anjing yang selalu menggonggong bahkan ketika orang sekedar lewat saja.

Karena itu temanku, kalau mau melihat bagaimana Islam di Indonesia, lihatlah NU ( dan Muhammadiyah ). Masih selamatnya kita di Indonesia ini tidak lepas dari besarnya peran mereka menjaga kita tetap utuh.

Jangan lihat yang organisasi2 gurem itu. Mereka harus teriak keras2 supaya diperhatikan NU.

Mereka berteriak, "kami umat Islam.." padahal mereka kecil saja. Mereka teriak, "kami mayoritas.." NU ketawa saja. Elu ? Mayoritas ? Emak lu robot...

Sayang, NU ga tertarik dengan teriakan2 minta perhatian  mereka. Bahkan cenderung menyindir2 kebodohan mereka dalam beragama dengan gaya yang masih santun, sarungan, kopiahan dan cangkrukan sambil ngudut dan ngopi.

Mari kita angkat secangkir kopi untuk NU. Mereka layak mendapatkan itu.

23/02/2016

Memanfaatkan Usia Yang Tersisa

"Tinggal berapa lama sisa usia kita?"
1. Sisa umur yang pendek,
"Yg bisa dan baik kita makan, makanlan"
"Yg bisa dan baik kita pakai, pakailah"
"Yg baik dan ingin kita beli, belilah"
"Kalau masih bisa memberi, memberilah"
"Kalau bisa berbagi, berbagilah"
"Ingin berkumpul dan silaturahmi, lakukanlan..."
Karena semua yg ada tdk bisa kita bawa ke kubur. Dan jangan kawatir dg ahli waris, karena Tuhan yg akan mengatur rejeki mereka selagi mereka berusaha.
Nikmatilah hidup dg pasangan kita selagi masih ada.
2. Dulu kita berusaha keras untuk memiliki yg kita cintai. Kini mulai saatnya berusaha keras untuk ikhlas untuk melepas yg kita cinta. Karena pada akhirnya harta, tahta, anak, istri atau suami akan kembali kepada NYA.
Percayalah, kebahagiaan tidak akan bisa kita rasakan tanpa keikhlasan.
3. Sehari berlalu, umur berkurang sehari. Bila kita lewati hari ini dg bahagia kita sangat beruntung, berbuat baiklah & selalu bersyukur, karena kita tdk tahu kapan kita akan dipanggil.
4. Waktu cepat berlalu, hidup ini sangat singkat dan susah. Dalam sekejap kita mulai memasuki masa menuju tua. Dan dalam sekejap nanti kita akan berada di pusara.
Itu PASTI.
5. Bila membandingkan ke atas kita akan selalu merasa kurang. Membandingkan ke bawah kita cukup merasa lebih.
Bila kita bisa merasa cukup dan mensyukuri apa yg kita punya, kita pasti bahagia.
Bersyukurlah dg apa yg kita punya.
6. Harta, kekayaan, kedudukan jabatan kehormatan,.. semua itu hanya titipan, hanya sementara. Yang terbaik dan terpenting adalah perilaku yg baik, bisa membantu orang lain, tdk berbuat hal-hal yg tercela, kontrol diri.
Jangan MENYAKITI hati orang lain dan melatih DIRI agar sehat lahir batin.
Karena KESEHATAN adalah KEKAYAAN kita dan modal utama menikmati kebahagiaan hidup ini.
7. Kasih orang tua kepada anak tidak ada batasnya!
Kasih anak kepada orang tua ada batasnya. Sadarlah.
Bila anak sakit, hati orang tua bagai teriris, bila orang tua sakit biasanya anak cuma nengok dan bertanya tanya.
Anak-anak memakai uang orang tua sudah seperti keharusan, tetapi orang tua memakai uang anak pasti tidak leluasa. Oleh karena itu CUKUPILAH diri sendiri dan berikanlah pada anak seBIJAKSANA mungkin.
8. Rumah orang tua adalah rumah anak, tetapi rumah anak bukanlah rumah orang tua. Orang tua selalu memberi tanpa pamrih. Tetapi tidak semua anak akan berbakti kepada orang tua. Sadarlah.
9. Orang tua selalu mendoakan anak, tetapi anak karena kesibukannya tidak selalu mendoakan orang tua. Maka bekali kubur kita dg amal yg banyak, tidak hanya tergantung kepada doa anak.
10. Kebaikan dan keburukan akan selalu datang sebagai ujian dan tdk akan berakhir sampai kita mati.
Maka sikapi dengan rasa syukur dan sabar.
Insya Allah Hari Tuamu Bahagia.
"SELAMAT BERBAHAGIA DIMASA MENUJU TUA"                                  Semoga bermanfaat