16/11/2016
PENGARUH PERGAULAN
29/09/2016
HTI WAHABI SANG PENJAJAH
15/09/2016
BANSER Vs FATSER
Saat ngaji dalam Jumat Bahagia PC IPNU IPPNU Jombang di PP Darussalam Ngesong Sengon Jombang (9/9/2016), Wakil Ketua PCNU KH Taufiq Djalil (Gus Fiq) cerita peran Banser saat G-30 S PKI 1965. ’’Panglima Kodam saat itu sempat meminta Ketua PWNU Jatim agar mengirim pasukan Banser ke Madiun,’’kata Gus Fiq. Saat itu, Madiun merupakan benteng kekuatan PKI. Tentu saja Ketua PWNU bertanya kenapa yang dikirim adalah Banser. ’’Jawaban Panglima Kodam saat itu sangat mengejutkan. Karena saat itu, yang tidak bisa disusupi PKI hanya NU,’’ tegas mantan Ketua PC IPNU dan Sekretaris PC GP Ansor ini. Pasukan TNI sudah beberapa kali dikirim. Namun selalu tidak berhasil. ’’Karena selalu kesusupan PKI. Sehingga saling tembak antar anggotanya sendiri,’’ jelasnya. Saat itu, Banser paling ditakuti PKI karena tidak mempan dibacok dan ditembak. Walaupun senjata Banser hanya pedang. Akhirnya, dua ribu Banser dikirim ke Madiun. ’’Tapi tidak memakai seragam Banser. Sebab kalau pakai seragam Banser, PKI lari,’’ tuturnya. Dua ribu Banser itu masuk Madiun dengan seragam hansip. ’’PKI sempat meremehkan, wong tentara saja gagal. Apalagi cuma hansip. Mereka tidak tahu bahwa sebenarnya yang berpakaian hansip itu adalah Banser. Sehingga akhirnya berhasil masuk Madiun dan bisa meringkus para pimpinan PKI,’’ tandasnya. Saat itu, kondisi di Jombang juga mencekam. ’’Saya dapat cerita dari KH Syamsul Huda (mantan ketua MUI Jombang) bahwa saat itu Banser Jombang juga menduduki tempat-tempat stragetis yang sebelumnya dikuasai PKI,’’ bebernya. Termasuk yang diduduki adalah stasiun Jombang. ’’Namun setelah stasiun dikuasai, Banser kebingungan cari orang NU yang bisa jadi kepala stasiun. Wong NU akeh, tapi golek kepala stasiun ae gak enek sing iso. Makanya anak-anak NU itu harus ada yang jadi ahli matematika, ahli sejarah, dan ahli di bidang-bidang yang lain. Biar tidak bersaing di satu titik,’’ pesannya. Nah, karena tak ada orang NU yang bisa jadi kepala stasiun, akhirnya dicarikan orang PNI. ’’Yang penting bukan PKI,’’ tuturnya. Syukurlah sekarang ini, Banser Jombang sudah memiliki enam pasukan khusus. Yakni Detasemen Khusus 99 Asmaul Husana (Densus 99). Satuan Banser Tanggap Bencana (Bagana). Satuan Khusus Barisan Ansor Serbaguna Penanggulangan Kebakaran (Balakar). Satuan Khusus Banser Lalu Lintas (Balantas). Barisan Ansor Serbaguna Husada (Basada). Barisan Ansor Serbaguna Protokoler (Banser Protokoler). Barisan Ansor Serbaguna Maritim (Baritim). Apapun satuan khususnya, jangan lupa ini malam jumat. Wayahe ngurusi Fatser
12/06/2016
Yahudi adalah Wahabi, Wahabi adalah Yahudi
Lenyapnya Dzurriyah Rosul Sebagai Khalifah
26/05/2016
HUBBINNABI
HUBBINNABI
Saat ngaji dalam Diba Kubro Kecamatan Jombang di Jagalan Sabtu (6/5/2016), KH Fatkhurahman (Gus Tuk) Kepuh Kembeng menceritakan bahwa suatu ketika ada kekasih Allah yang sedang menyendiri di gunung. Kemudian di datangi burung besar. Burung itu mengeluarkan kepala manusia, tangan, kaki hingga semua bagian tubuh manusia.
Setelah di luar, tubuh manusia itu kembali ke bentuk asal sebagai manusia utuh. Lalu dipatok burung itu lagi mulai kepalanya, hingga semua bagian tubuhnya habis. Setelah tertelan semuanya, dimuntahkan lagi seperti semula. Setelah itu ditelan lagi, utuh, kemudian di makan lagi. Demikian terus beberapa kali.
Orang itu lantas tanya kepada burung tersebut. Siapa orang yang di makan kemudian di muntahkan lalu di makan dan dimuntahkan berulang kali itu.
Si burung menjawab, orang itu adalah Abdurahman ibnu Muljam, orang Khowarij yang membunuh Sayyidina Ali. Dia rajin puasa di siang hari, dia hapal Quran dan banyak membaca Quran setiap hari. Setiap malam, dia menghabiskan waktunya untuk shalat malam hingga bengkak kakinya dan gosong jidatnya.
’’Namun tak ada cinta kepada Nabi dan ahli bait di hatinya,’’ kata Gus Tuk.
Padahal dalam sejumlah hadist disebutkan bahwa salah satu syarat untuk merasakan manisnya iman adalah mencintai Allah dan Nabi melebihi cinta kepada siapapun.
Jangankan Sayyidina Ali dan para kiai sekarang, Nabi pun oleh orang Khowarij dianggap salah.
Pendiri Khowarij, Khowarij Dzul Khuwaishiroh At Tamimi pernah mengatakan kepada Rasulullah SAW –yang ketika itu beliau sedang membagikan harta rampasan perang-, “berlaku adil lah wahai Rasulullah!”. Maka Rasulullah SAW menjawab, “celaka engkau, siapa lagi yang akan berlaku adil kalau aku tidak berlaku adil”.
Melihat hal tersebut, Umar bin Khattab berkata, “biarkan saya membunuhnya wahai Rasulullah”. Rasulullah SAW berkata, “biarkan dia! Sesungguhnya dia memiliki pengikut yang sholat kalian terasa remeh dibandingkan sholatnya. Puasa kalian terasa remeh dibandingkan dengan puasanya. Mereka terlepas dari agama sebagaimana anak panah terlepas dari busurnya……” (HR. Muslim, (2/743 dan 744)
Ciri utama Khowarij adalah menyalahkan pemimpin dan menyalahkan kiai/ulama yang punya pengikut.
Sedangkan ciri ahlussunnah adalah adanya cinta kepada Nabi, para sahabat, dan para ulama/kiai pewaris ilmu Nabi.
’’Manifestasi cinta kita kepada Nabi itu setidaknya tercermin dalam tiga hal,’’ kata Gus Tuk.
Pertama yakni rojuna minhu syafaatah. Kita mengharapkan syafaat Nabi di dunia dan akhirat.
Kedua, mustaquna ila rukya jamalih. Rindu melihat Nabi.
Ketiga, wisolahu wa Manama. Kita ingin bertemu Nabi, walaupun toh pertemuan itu dalam mimpi sekalipun.
Rindu kami padamu ya Rosul, rindu yang tak terperi..
Lalu bagaimana menyemaikan cinta Rosul itu kepada anak-anak? Ya ajak salawatan. Ajak kumpul ulama. Ajak ikut kegiatan NU. Masukkan ke sekolah yang ngajarkan agama dan cinta Nabi..
#AyoMondok
23/05/2016
BANGGA MENJADI BANGSA BODOH
Kisah Dari Negeri Sana
Konon, suatu ketika ada sebuah desa di pelosok Papua sana yang penghasilan utamanya adalah pisang. Banyak sekali pisang enak yang dihasilkan dari tanah subur di desa tersebut. Selain manis, besar-besar, dan konon khasiatnya sangat bagus untuk kesehatan.
Itulah mengapa, penduduk di sana banyak yang menggantungkan hidup dari hasil jualan pisang. Tapi, karena daerahnya terpencil, mereka harus menjual pisang tersebut ke kota dan menempuh jarak 30 km-an. Dengan infrastruktur yang masih belum bagus, mereka harus jalan kaki, mengarungi sungai, dengan membawa satu dua tandan pisang per orang.
Sampai di pasar kota, pisang itu sudah langsung ada penadahnya. Laris manis. Uang pun didapat. Dan, masyarakat desa itu pun segera pulang ke kampungnya lagi. Namun sebelum pulang, ada satu tradisi mereka untuk membawa oleh-oleh ke rumah. Dan... yang paling dinanti oleh keluarga mereka sebagai oleh-oleh biasanya adalah PISANG GORENG.
Ya.. jauh-jauh mereka ke kota, jualan pisang, untuk kemudian membeli oleh-oleh pisang goreng. Uang hasil jualan pisang sebagian dipakai untuk membeli pisang goreng.
Ada yang merasa aneh atau lucu dengan kisah tadi? Sebagian teman-teman saya tertawa mendengar kisah itu. Jauh-jauh ke kota jualan pisang kok bawanya oleh-oleh pisang juga? Kenapa tidak menggoreng sendiri? Aneka tanggapan muncul saat tahu kisah ini. Tapi...
Sesaat kemudian, tawa itu berubah jadi hening, ketika saya mengatakan bahwa INILAH YANG TERJADI PADA SEBAGIAN BESAR ORANG INDONESIA!
Air diambil dari Indonesia, diolah jadi A*ua, dijual lagi ke kita, dan uangnya diambil Dan*ne, perusahaan dari luar negeri.
Sepatu keren dibuat orang Indonesia, dibawa ke luar diberi cap N*ke, dan dijual lagi ke Indonesia dengan harga berkali lipat, dan ada yang bangga memakainya.
Kopi-kopi terbaik di Indonesia, dibeli dan diolah St*rb*cks, dibeli dengan harga berkali lipat oleh orang Indonesia.
Kisah di atas saya dapatkan dari teman-teman yang menginisiasi gerakan Beli Indonesia. Sebuah gerakan untuk mendukung dan bangga menggunakan produk Indonesia. Bahkan, meski lebih mahal tapi kualitasnya belum sebagus produk asing, jika kita mau memakai dan membelinya, 250 juta penduduk Indonesia akan lebih sejahtera. Produk sendiri, digunakan sendiri, ekonominya dinikmati masyarakat Indonesia.
21/05/2016
Ansor dan Semangat Resolusi Jihad
Ansor dan Semangat Resolusi Jihad
Suatu hari di warung kopi, di daerah Ploso, Jombang, kami terlibat obrolan ringan dengan lelaki berusia udzur. Lelaki itu biasa dipanggil Mbah Jo, entah siapa nama aslinya.
Beliau tiba-tiba bercerita tentang masa perang revolusi. Dalam balutan kulit yg sudah tidak kencang lagi, ternyata ingatannya masih jernih ketika bertutur tentang pertempuran 10 Nopember 1945.
Kebetulan ketika itu kami berlima baru saja selesai memancing di sungai Brantas bersama Mbah Jo.
"Dulu di bulan Oktober 1945, terjadi perdebatan yang sangat sengit menerjemahkan seruan Mbah Hasyim tentang kewajiban berjihad bagi setiap muslim pada jarak masyafatul qosri," begitu Mbah Jo mengawali pembicaraan. Perhatian kami mulai tercuri. Menurut beliau, seruan ini akhirnya disambut kalangan luas.
Rapat yang dilaksanakan di kantor MWC NU Kecamatan Tembelang yang saat ini di tempati oleh KUA Tembelang itu, juga membahas strategi pertempuran mempertahankan kemerdekaan RI.
Seruan jihad tersebut tersebar cepat di masyarakat. "Kami para pemuda mendengar langsung dari siaran radio RRI Jombang atas perintah jihad Mbah Hasyim Asy'ari." Jelas mantan komandan Brigade Hizbulloh di bawah pimpinan Kyai Wahab Hasbullah itu, sambil menyeruput kopi nya. Seruan ini sebagaimana kita ketahui tersiar melalui radio sebelum seruan perang dari dr. Moestopo, Gubernur Suryo, juga Bung Tomo.
"Trus bagaimana reaksi pemuda-Pemuda saat itu Mbah?", Tak sabar Afif, salah satu peserta obrolan, menyela pembicaraan karena Mbah Jo berkisah agak terbata-bata, karena usia yang tidak bisa lagi muda.
Mbah Jo pun melanjutkan, "Tersusunlah rundown serangan guna menghalau kedatangan pasukan Sekutu yang akan mendarat di Tanjung Perak Surabaya."
Seakan masih belum puas meneruskan ceritanya, Mbah Jo masih terus bertutur. Menurutnya berita akan datangnya sekutu
disambut dengan semangat yang berkobar di dada. Para santri serta para kyai NU, bahkan sudah siap mengorbankan darah dan nyawanya.
Selain itu peran Mbah Wahab selaku Panglima pertempuran sangat menentukan. Karena beliau terbilang cermat menyusun personil dan strategi, demi menyukseskan sebuah gerakan bersejarah yang terkenal dengan sebutan resolusi jihad. Kesemuanya itu dilakukan demi mempertahankan harga diri Bangsa dan NKRI serta untuk menegakkan Ahlus Sunnah Wal Jamaah. "Kuwi ngunu jaman biyen le, saiki wis ora ngunu maneh", pungkasnya dengan menghisap Gudang Garam Kretek Merahnya.
Sebagai sayap kepemudaan NU, Ansor seyogyanya mewarisi jiwa patriotisme tersebut. Kini,
Banyak kita jumpai diskusi-diskusi kecil terkait upaya pembebasan Ansor dari penjajahan dalam bentuk lain.
Salah satunya adalah pembebasan organisasi dari ketergantungan pada partai politik, karena hal tersebut dipandang mengganggu kemandirian organisasi. Ketergantungan pada partai mengakibatkan
Ansor bagaikan kerbau dicocok Hidungnya, harus taat dan patuh kepada siapa yang memberi makan.
Memang belum berhasil sepenuhnya, namun harapanya ada darah perjuangan yang mengalir dari Syuhada-Syuhada dan Pejuang-Pejuang seperti Mbah Wahab dalam generasi GP.Ansor, sehingga mampu mengembalikan marwah GP. Ansor sebagai OKP yang mandiri, merdeka, berdaulat, adil dan makmur berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
M. Lutfi Ridho
19/05/2016
EPISTEME
EPISTEME
Saat ngaji dalam rangka 40 harinya Nyai Hj Fatimah Soleh (ibunda Gus Irfan Soleh, ketua yayasan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas), Kamis (12/5/2016), KH Marzuki Mustamar menuturkan bahwa dalam kajian filsafat ada sejumlah istilah.
Diantaranya ontologi. Yakni wilayah material yang dibahas.
Kedua, epistemology. Yakni wilayah metodologi atau sistematika dalam menjangkau material tersebut.
Ketiga, aksiologi. Yakni wilayah kegunaan atau aplikasi dari material tersebut.
Salah epistemology, bisa menyebabkan salah pemahaman. Hingga berujung kesalahan langkah/aksi.
’’Untuk mempelajari agama, secara epistemology, yang paling pas adalah belajar ke pesantren,’’ kata Kiai Marzuki.
Belajar agama yang paling tepat, kata Kiai Marzuki, adalah belajar kepada Nabi Muhammad SAW.
Nabi Muhammad belajar kepada Jibril dengan berhadap-hadapan. Ketemu langsung.
Kenapa harus ketemu langsung berhadapan? "Ngunekno shod kudu karo mecucu. Lek gak ketemu langsung opo ngerti mecucune sak piro?"
Sebelum wafat, Nabi mengajarkan ilmu agamanya kepada para sahabat. Juga dengan ketemu langsung. Makanya belajar kepada sahabat, sama dengan belajar kepada Nabi.
Para sahabat sebelum wafat, mengajarkan ilmu agamanya kepada para tabiin. Juga dengan ketemu langsung. Belajar kepada tabiin, sama dengan belajar kepada sahabat dan Nabi.
Sebelum tabiin wafat, mereka mengajarkan ilmunya kepada tabiit tabiin. Juga dengan ketemu langsung. Sampai akhirnya ilmu itu sampai kepada para kiai pesantren.
’’Jadi belajar ilmu agama kepada para kiai, sama dengan belajar kepada Nabi. Sebab cara mempelajari agama yang dipraktekkan di pesantren itu, sama dengan yang dilakukan Nabi. Isi ajaran agama yang diulangno kiai, juga sama seperti yg diajarkan Nabi,’’ tuturnya.
Makanya Nabi dawuh, siapa yang memuliakan ulama, sama dengan memuliakan Nabi. Dan siapa memuliakan Nabi, maka akan dimuliakan Allah. Siapa dimuliakan Allah, akan masuk surga.
’’ Makanya kalau ingin agamanya selamet, masukkan anak ke pesantren,’’ ucapnya.
Sekarang ini, lanjut Kiai Marzuki, banyak pemahaman yang salah kaprah. ’’Sampean lihat di internet, banyak fatwa-fatwa yang tidak sesuai. Kenapa? Ya karena belajarnya tidak ke pesantren,’’ ucapnya.
Beliau lantas memberikan sembilan contoh.
1.
Ada kelompok yang mengatakan bahwa kotoran babi tidak najis. Kotoran hewan tidak najis. Dasar mereka, saat Nabi sujud di Kakbah, pernah dilempari kotoran oleh Abu Jahal. Tapi Nabi terus saja sujud. Tidak membatalkan sujudnya. Itu kan berarti kotoran tidak najis?
Menanggapi itu, Kiai Marzuki menuturkan, bahwa peristiwa itu tak bisa dijadikan dasar hukum. ’’Itu peristiwa saat Nabi masih di Makkah. Ayatul ahkam dan hadisul ahkam, itu setelah di Madinah. Ayat-ayat dan hadits-hadist yang bisa dijadikan hukum, itu yang di Madinah,’’ paparnya.
Di Kitab Bukhori, kata Kiai Marzuki, ada hadist bahwa suatu ketika Nabi buang hajat. Lalu minta sahabat mengambilkan tiga batu. Kemudian diambilkan dua batu dan satu kotoran kering. Nabi hanya mau memakai yang dua batu. ’’Ini salah satu yang dijadikan dasar oleh para ulama kita bahwa kotoran itu najis. Kering saja najis. Apalagi basah’’ ucapnya.
Bersambung----
#AyoMondok
(Rojif)
17/05/2016
Terima Kasih Setya Novanto
TERIMA KASIH SETNOV
(by Goenawan Muhammad)
Terimakasih Setya Novanto, kehadiranmu telah membuka pandangan kami ttg demokrasi yg sedang dimanipulasi.
Mandat Suci, Kini Dibeli
Sejak dini kami diajari di semua jenjang pendidikan, bahwa di negara ini yg berdaulat adalah rakyat. Kedaulatan rakyat itu bagi kami laksana kalimat suci. Rakyatlah yg punya kuasa, punya daulat. saking berdaulatnya rakyat, kami hampir percaya bahwa suara rakyat adalah suara tuhan.
Secara teknis prosedural kami didoktrin bahwa kedaulatan rakyat dapat diujud-nyatakan secara adil dalam pemilu rutin lima tahunan utk tentukan arah nasib kami dan bangsa kami. Dan dalam tahap inilah engkau wahai Setya Novanto telah membuka mata kami secara lebar.
Mandat, yg dulu dalam pandangan kami suci, ternyata bisa dibeli. Dalam pemilu, siapa gunakan uang besar dg metode yg tepat dialah akan mendapat mandat. Langkahmu jadi teladan banyak org dalam pemilu juga pilkada.
Terimakasih Setya Novanto, karena engkaulah gambaran paling sempurna bagaimana mandat suci kedaulatan rakyat secara teknis bisa jadi komoditas yg dapat diprediksi, dimanipulasi lalu dibeli. Tentu dengan cara yg lebih keren. Menggunakan pendekatan sains. Tidak seperti beli kacang goreng di pasar tradisional. Uang dalam setiap pemilu menjadi penentu. Dan sosok seperti Setya Novantolah yg bisa dipastikan bisa raih mandat suci secara lebih pasti. Tak penting visi tak perlu kompetensi. Uang berkuasa, rakyat harus terima.
Makin Kuasa Makin Kaya
Terimakasih Setya Novanto. Berkat perjalanan karier dan sepak terjangmu di panggung terdepan demokrasi tanah air, kami akhirnya belajar kenyataan tentang demokrasi.
Bahwa dalam demokrasi, kekuasaan adalah saudara kembar dari kekayaan. Perjalanan hidupmu adalah gambaran sempurna pertalian erat uang dan kekuasaan. Kekuasaan jadi jembatan bagi para penumpuk harta, sebaliknya semakin kaya makin berkuasa. Dengan ini juga kami mengerti kenapa makin banyak orang kaya di negeri ini rela habiskan uangnya untuk berdemokrasi.
Terimakasih Setya Novanto. Engkau telah membuka selubung manipulasi atas nama demokrasi.
Pelajaran normatif tentang demokrasi yg kami dapati dlm buku-buku sejarah, bahwa demokrasi adalah cara paling masuk akal utk mensejahterakan orang banyak ternyata hanya isapan jempol belaka. Kredo klasik "dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat", yg masih diajarkan di ruang kelas, ternyata di tanganmu kredo itu telah berganti : "uang beli kuasa, kuasa hasilkan uang".
Engkau mengambarkan secara sempurna bagaimana kematian teori klasik demokrasi. Bagaimana engkau menjadi Ketua DPR dan utk apa jabatan itu kau gunakan jelas adalah gambaran sempurna kematian demokrasi.
Bagaimana kuasai parpol dg uang dan bagaimana gunakan parpol utk uang, menjadi modus baru yg dilakukan banyak orang.
"Separation of Power", "capitalization of power"
Terimakasih Setya Novanto. Dengan track recordmu sebagai org yg dikenal lihai dalam lakukan loby dan mainkan upeti dalam jejaring kekuasaan, kami belajar kenyataan, ditanganmu semua pihak bisa "ditundukan", lawan ganas esok jadi sahabat, pejabat penyidik tak berkutik, eksekutif tertunduk lesu tunggu upetimu. Lawan bisa kau penjarakan, kawan bisa kau bebaskan dari hukuman. Kau lah kenyataan yg melipat teori besar demokrasi.
Pak Setnov, Sejak awal para pemikir demokrasi mendedikasikan agar sejumlah cabang kekuasan harus dipisahkan. Demi melindungi kepentingan banyak orang dari nafsu keserakahan.
Sejak zaman Jhon Locke hingga abad XXI ini, narasi besar demokrasi mengatakan bahwa setiap cabang kekuasaan didesain utk menjamin ragam kepentingan rakyat banyak dalam satu negara.
Eksekutif bekerja sejahterakan rakyat, yudikatif tegakan hukum demi kepastian hukum dan rasa keadilan, legislatif bersidang setiap waktu rumuskan regulasi yg berpihak pd rakyat, mass media jadi alat kontrol atas kemungkinan penyimpangan perilaku para pejabat.
Terimakasih Setya Novanto, dalam rekaman "papa minta saham" bapak secara sempurna demonstrasikan bahwa telah terjadi pergeseran teori rumit "separation of power" menjadi "capitalitation of power". Pemisahan cabang kekuasaan utk tujuan kepentingan rakyat, begitu rumit utk dilaksanakan. Ditanganmu hal rumit itu bergeser secara sederhana dan nyata menjadi penggunaan kekuasaan utk menumpuk harta kekayaan.
Akhirnya mata kami terbuka, memang semua cabang kekuasaan telah dijadikan lahan menambang kekayaan, Eksekutif, legislatif, yudikatif bahkan mass media. Itulah kenyataan.
Terimakasih Setya Novanto, engkaulah yg membuka mata kami tentang nasib demokrasi yg telah dimanipulasi. Kami berhutang pencerahan kepadamu, atas keberhasilanmu melipat demokrasi dalam saku jas mewah mu.
Salam,
Goenawan Muhamad
08/05/2016
Musker PCNU Jombang Tolak Faham anti NKRI
Hasil pleno komisi rekomendasi pada Muskercab PCNU Kabupaten Jombang menetapkan hal hal di antaranya sebagai berikut:
1. PCNU meminta kepada PBNU agar mendesak pemerintah membubarkan semua organisasi yg anti pancasila & menolak NKRI.
- PCNU mendesak kepada pemkab jombang untuk melarang keberadaan organisasi yg menolak NKRI dan anti pancasila di Kabupaten Jombang.
07/05/2016
Indonesia Darurat PKI
DARURAT INDONESIA
DARURAT ISLAM
KH Hasyim Muzadi mengemukakan pagi ini bahwa situasi saat ini sudah tiba pada "Darurat Indonesia dan Darurat Islam".
Bangkitnya kembali PKI sudah semakin marak dan melebar. Aktivis2 PKI sudah memegang posisi strategis dalam kepemimpinan dan birokrasi NKRI.
KH Hasyim sudah menyampaikan itu kepada Jokowi tetapi tidak ada respon apapun, dan semua orang tidak perlu berpikiran cerdas untuk mengerti kenapa tidak ada respon.
NU sendiri sudah dimasuki tidak hanya oleh kaum Liberal dan Syiah, tapi juga oleh PKI.
Kiai Hasyim mengemukakan kalau tidak ada upaya apa-apa dari para tetua Negeri ini maka konflik horisontal dan perang antar rakyat kemungkinan besar tidak bisa dihindarkan.
04/05/2016
Peringatan KH.Hasyim Muzadi untuk HTI
KH HASYIM MUZADI MEMPERINGATKAN HIZBUTTAHRIR INDONESIA ( HTI )
1. Hari rabu 4 mei 2016 jam 12.00 sd jam 14.15 pimp pusat Hizbuttahrir berkunjung ke kediaman KH.Hasyim muzadi di pesantren depok untuk mendiskusikan masalah keagamaan dan kebangsaan .
2. Disampaikan kepada HTI hendaknya jangan ada sedikitpun keinginan serta tema2 perjuangan HTI seperti " penegakan hilafah" , "tidak setuju NKRI dan pancasila" yg dapat dikesankan HTI akan membuat negara baru . Sebenarnya HTI cukup mengisi indonesia dg syareat islam rahmatan lil alamin , bukan membuat negara indonesia baru .
3. Dengan adanya membuat tema-tema negara baru, HTI sama artinya dg mempersenjatai musuh islam ( islamo pobia ) untuk menggunakan kekuasaan negara indonesia guna menyerang HTI dan juga islam .
4.Pancasila telah diterima kaum muslimin indonesia melalui proses panjang ( -+ 40 th ) maka jangan dipersoalkan lagi . Dimulai dari perjuangan bersenjata :
DI/TII , permesta/PRRI , perjuangan konstitusional melalui konstituante , sampai NU menjadi partai politik , bergabung dg PPP , semuanya tidak ada yg cocok untuk kaum muslimin ,.... akhirnya tahun 1984 menetapkan pancasila sbg asas negara dan islam ahlussunnah sbg idiologi NU sebagaimana tertera dalam khittoh nu . Hendaknya proses panjang ini tidak dicederai .
5. NU/ANSOR jangan menyelesaikan masalah HTI dg cara kekerasan karena akan terkesan NU/ANSOR mendiamkan akan timbulnya PKI di indonesia dilain sisi ganas kepada sesama muslim .
Saya yakin PKI jauh lebih berbahaya dari HTI , baik ukuran agama maupun ukuran negara . Bahkan bisa terkesan pengalihan masalah dari PKI ke HTI .
6. Penyelesaian HTI oleh NU/ANSOR hendaknya dimulai dg musyawarah agar NU dapat menjadi pemimpin umat islam indonesia.
7. Semoga himbauan saya didengar HTI . Tidak perlu khilafah , terimalah NKRI dan pancasila .
8. NU/ANSOR jangan terkecoh kepada islamo pobhia .
( A hasyim muzadi pesantren mahasiswa alhikam depok)
Tindak Pidana Komunisme, leninisme dan Marxisme
Untuk diketahui para penggiat atau aktifis komunisme di Indonesia, bahwa by law Indonesia melarang komunisme.
Rakyat/masyarakat Indonesia dilindungi Kosntitusi/Undang2/Hukum utk melakukan perlawanan thd kebangkitan komunis di NKRI ini.... Ini legalitas hukum nya:
-TAP MPRS NO. XXV thn 1966 (LARANGAN KOMUNIS DI NKRI)
- UU NO. 27 THN. 1999 ttg perubahan pasal2 dlm KUHP khususnya di KUHP buku kedua Bab I ttg Kejahatan terhadap Keamanan Negara; sbb:
Pasal 107 a (UU No.27/99) [1]
Barangsiapa yg secara melawan hukum di muka umum dg lisan, tulisan dan atau melalui media apa pun, menyebarkan atau mengembangkan ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme dalam segala bentuk dan perwujudanya dipidana dg pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun.
Pasal 107 b (UU No.27/99)
Barangsiapa yg secara melawan hukum di muka umum dg lisan, tulisan dan atau melalui media apa pun, menyatakan keinginan untuk meniadakan atau mengganti Pancasila sebagai dasar negara yg berakibat timbulnya kerusuhan dalam masyarakat, atau menimbulkan korban jiwa atau kerugian harta benda, dipidana dh pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun.
Pasal 107 c (UU No.27/99)
Barang siapa yg secara melawan hukum di muka umum dg lisan, tullsan dan atau metalui media apa pun, menyebarkan atau mengembangkan ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme yg berakibat timbulnya kerusuhan dalam masyarakat, atau berakibat timbulnya kerusuhan dalam masyarakat, atau menimbulkan korban jiwa atau kerugian harta benda, dipidana dg pidana penjara paling lama 15 (lima betas) tahun.
Pasal 107 d (UU No.27/99)
Barangsiapa yg secara melawan hukum di muka umum dg lisan, tulisan dan atau melalui media apapun, menyebarkan atau mengembangkan ajaran Komunisme/Marx isme Leninisme dg maksud mengubah atau mengganti Pancasila sebagai dasar negara, dipidana dh pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun.
Pasal 107 e (UU No.27/99)
Dipidana dg pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun:
a. barangsiapa yg mendirikan organisasi yg diketahui atau patut diduga menganut ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme atau dalam segala bentuk dan perwujudannya; atau
b. barangsiapa yg mengadakan hubungan dg atau memberikan bantuan kepada organisasi, baik di dalam maupun di luar negeri, yg diketahuinya berasaskan ajaran Komunisme/Marxisme Leninisme atau dalam segala bentuk dan perwujudannya dg maksud mengubah dasar negara atau menggulingkan Pemerintah yg sah.
PKI/KOMUNISME/LENIMISME/MARXISME DKK ADALAH KEJAHATAN THD KEAMANAN NEGARA...!!!
RAKYAT INDONESIA DILINDUNGI HUKUM UTK GANYANG PKI JIKA PIHAK2 YG BERWENANG DIAM...!!!
03/05/2016
Tolak PKI, Hasil Rapat Ormas Anti PKI
pada hari Senin tgl 2 Mei 2016 pukul 10.15 - 11.30 WIB di ruang rapat pimpinan DPR RI Gedung Nusantara III DPR Senayan Jakarta, telah berlangsung pertemuan sekitar 20 orang dari Gerakan Bela Negara (GBN) dg Fadli Zon (Wakil Ketua DPR RI). Rombongan GBN dipimpin oleh Maria Zuraida. Hadir antara lain Taufik Ismail (Budayawan/Penyair), Budi Sudjana (GBN), Muhammad Al-Khathath (Sekjen Forum Umat Islam/FUI), Aji Pratama (FKPPI) dan Yakub (GBN). Sehubungan dg hal tsb dapat dilaporkan sbb :
1. Budi Sudjana mengatakan :
A. Ini berkaitan dg simposium di Aryaduta beberapa waktu lalu. Kami juga diundang dalam simposium tsb. Kalaupun kami hadir maka pasti hanya akan ada justifikasi bahwa kelompok penolak hadir dalam simposium. Sehingga kami memutuskan untuk tidak hadir. Kita terlena, cepat sekali melupakan, seolah-olah tidak terjadi seauatu. Bagaimanapun bagi mereka (PKI) tidak ada kata kalah.
B. Begitu kalah PKI akan mengendap sambil memberikan pendidikan dan melakukan penyusupan. Setelah kuat nanti PKI akan kembali lagi. Kalau saya lihat, upaya ini akan mereka lakukan terus. Tidak ada kata kalah, yg ada bagi PKI adalah pasang surut.
C. Kami menyadari, dg memfasilitasi simposium tsb, maka yg mendapat angin adalah PKI. Padahal TAP MPR masih berkaku. Dampaknya adalah, di luar mereka mulai merasa sah. Ini dh munculnya yayasan korban 65 di daerah. Dg adanya hal itu, pada 11 Mei 2016 akan mengeluarkan pernyataan politik, dh mengundang organisasi-organisasi yg menolak PKI.
D. Adapula dorongan untuk membuat suatu simposium yg bisa menetralisir mereka. Yg PKI tuntut sebenarnya adalah rekonsiliasi, kompensasi dan akhirnya meminta pencabutan tap MPR sehingga nantinya mereka akan bisa bebas bergerak.
E. Kita akui bahwa mereka jauh lebih kompak. Setelah reformasi, mereka ini membuat kongres-kongres. Sedangkan di kita sendiri mengakui masih ada ego sektoral. Kami berusaha mengajak semua yg merasa anti PKI, mari kita lupakan ego kelompok dan ego organisasi. Karena untuk menghadapi PKI harus betul-betul serius.
F. PKI pasti akan terus melakukan penyusupan dan masuk menjadi orang dekat pucuk pimpinan, dan kemudian disitulah PKI akan lakukan pembusukan dari dalam. Oleh karena itu kami meminta pendapat Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, apa yg harus dilakukan.
2. Taufil Ismail mengatakan :
A. Segi internasional dari ideologi ini. Kalau kita pergi ke Eropa dan Amerika pada saat-saat ini, mereka pasti akan tertawa, dan mengatakan bahwa PKI sudah bangkrut. Kita waktu itu cepat sekali membubarkan dan melarang komunisme.
B. Dalam kurun waktu 74 tahun, ideologi komunis telah membunuh 120 juta orang di 76 negara. Itu artinya sebanyak 4500 orang dibunuh setiap hari selama 74 tahun. Sebanyak 76 negara terjadi kudeta oleh ideologi komunis dan berhasil di 28 negara. Dari 28 negara, 24 negara sudah bangkrut.
C. Di Indonesia, PKI bergerak terus, dibawah tanah dan ingin bangkit lagi sekarang. Apakah PKI akan menjual ideologi ini lagi? Tidak akan laku, meskipun mereka mencetak buku-buku baru. Mari kita sosialisasikan yg angka 120 juta orang terbunuh oleh ideologi komunis.
3. Muhammad Al-Khathath mengatakan :
A. Kami mengusulkan agar pimpinan DPR bisa menyatukan seluruh fraksi agar menjunjung UU yg masih berkaku. Simposium kemarin itu sama artinya dg pelanggaran UU. Kok polisi malah memukul anak-anak yg melakukan aksi justru menolak bangkitnya komunisme.
B. Patung pak tani di depan hotel Aryaduta juga harus dirobohkan karena itu patung PKI. Jangan lagi negara ini melanggar UU yg dibuatnya sendiri. Sedangkan dari kita sendiri ada baiknya kita mendatangi MUI. Kalau kita menyampaikan masalah ini, nanti pasti akan ada sikap dari MUI untuk menentang PKI.
C. Dan rencana peringatan HUT PKI di GBK pada 30 September 2016 nanti, perlu kita dahului dg apel akbar menolak komunisme, dan itu hanya bisa dilakukan dg adanya fatwa dari MUI.
4. Yakub mengatakan : PKI sudah memasang pion-pionnya untuk mencuci otak anak-anak muda sampai pada level kepemimpinan nasional. Di Lemhanas, mereka memasang Agus Widjojo. Oleh karena itu, simposium kita harus terlaksana. Kalau tidak maka PKI akan semakin kuat. Kita harus lawan dg ideologi karena ini pertarungan ideologi.
5. Aji Pratama mengatakan :
A. Kami masih peduli dg bangsa ini dan komunisme tidak boleh. DPR harus mendesak pemerintah, tidak boleh minta maaf pada PKI karena kalau itu terjadi, maka sama saja dg kita melanggar UU.
B. Pemuda saat ini menjadi salah satu target dari propaganda mereka. Kami pemuda Indonesia siap turut serta dalam apel siaga anti komunis.
6. Fadli Zon mengatakan :
A. Tugas DPR memang mengawasi pemerintah, dan seluruh konsern masyarakat juga bagian dari pengawasan yg dilakukan oleh DPR. Surat ini nanti akan kami proaes. Kalau sikap saya jelas tidak berbeda. Saya pernah langsung bertanya kepada Presidan apakah betul akan meminta maaf kepada PKI karena rumornya kuat. Presiden mengatakan bahwa terpikir sedikitpun untuk meminta maaf.
B. Saya juga mendengar rumor juga bahwa ada upaya mendapatkan legitimasi melalui kampus-kampus bahwa bagaimana kalau pemerintah meminta maaf pada PKI. Kalau Presiden meminta maaf kepada PKI pada waktu pidato kenegaraan lalu di DPR, saya akan menjadi orang pertama yg akan interupsi.
C. Kejadian tahun 1948 dan 1965 itu memang murni kasus makar atau pemberontakan PKI tidak mempunyai kontribusi dalam Proklamasi kemerdekaan. Karena itu mereka berupaya untuk melakukan pemberontakan di tahun 1948.
D. Rekonsiliasi belum tentu akan menyelesaikan masalah. Rekonsiliasi biar secara alamiah saja dan itu sebenarnya sudah terjadi. Kalau Presiden meminta maaf kepada PKI, pasti akan terjadi gugatan dan saya akan menjadi salah satunya yg akan menggugat.
E. Soal apel tolak komunisme itu bagus-bagus saja karena itu menunjukkan kalau kita memang benar-benar menolak komunisme. Memang menurut saya pribadi, simposium di Aryaduta kemarin itu tidak diperlukan karena itu hanya kental unsur politiknya saja.
02/05/2016
Menolak Lupa atas Kekejaman PKI
Menolak Lupa
Bapak/ibu/adik2 yg lahir setelah th 1965. Sejarah masa lalu.. mdh2an tdk terulang lagi. Agak panjang ceritanya, ttp menarik u disimak :
Copas dr mantan KSAD
JASMERAH
(JANGAN SEKALI-KALI MELUPAKAN/MENINGGALKAN SEJARAH)
Data kronologis melengkapi tulisan ttg PKI
PKI : TAHUN 1945 s/d 1965
Bismillaah Wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...
A. KRONOLOGIS
1. Tanggal 8 Oktober 1945 : Gerakan Bawah Tanah PKI membentuk API (Angkatan Pemuda Indonesia) dan AMRI (Angkatan Muda Republik Indonesia).
2. Medio Oktober 1945 : AMRI Slawi pimpinan Sakirman dan AMRI Talang pimpinan Kutil menteror, menangkap dan membunuh sejumlah pejabat pemerintah di Tegal.
3. Tanggal 17 Oktober 1945 : Tokoh Komunis Banten Ce’ Mamat yang terpilih sebagai Ketua KNI (Komite Nasional Indonesia) membentuk DPRS (Dewan Pemerintahan Rakyat Serang) dan merebut pemerintahan Keresidenan Banten melalui teror dengan kekuatan massanya.
4. Tanggal 18 Oktober 1945 : Badan Direktorium Dewan Pusat yang dipimpin Tokoh Komunis Tangerang, Ahmad Khoirun, membentuk laskar yang diberi nama Ubel-Ubel dan mengambil alih kekuasaan pemerintahan Tangerang dari Bupati Agus Padmanegara.
5. Tanggal 21 Oktober 1945 : PKI dibangun kembali secara terbuka.
6. Tanggal 4 November 1945 : API dan AMRI menyerbu Kantor Pemda Tegal dan Markas TKR, tapi gagal. Lalu membentuk Gabungan Badan Perjuangan Tiga Daerah untuk merebut kekuasaan di Keresidenan Pekalongan yang meliputi Brebes, Tegal dan Pemalang.
7. Tanggal 9 Desember 1945 : PKI Banten pimpinan Ce’ Mamat menculik dan membunuh Bupati Lebak, R. Hardiwinangun, di Jembatan Sungai Cimancak.
8. Tanggal 12 Desember 1945 : Ubel-Ubel Mauk yang dinamakan Laskar Hitam di bawah pimpinan Usman membunuh Tokoh Nasional Oto Iskandar Dinata.
9. Tanggal 12 Februari 1946 : PKI Cirebon di bawah pimpinan Mr.Yoesoef dan Mr.Soeprapto membentuk Laskar Merah merebut kekuasaan Kota Cirebon dan melucuti TRI.
10. Tanggal 14 Februari 1946 : TRI merebut kembali Kota Cirebon dari PKI.
11. Tanggal 3 - 9 Maret 1946 : PKI Langkat – Sumatera di bawah pimpinan Usman Parinduri dan Marwan dengan gerakan massa atas nama revolusi sosial menyerbu Istana Sultan Langkat Darul Aman di Tanjung Pura dan membunuh Sultan bersama keluarganya serta menjarah harta kekayaannya.
12. Tahun 1947 : Kader PKI Amir Syarifuddin Harahap berhasil jadi PM Republik Indonesia dan membentuk kabinet.
13. Tanggal 17 Januari 1948 : PM Amir Syarifuddin Harahap menggelar Perjanjian Renville dengan Belanda.
14. Tanggal 23 Januari 1948 : Presiden Soekarno membubarkan Kabinet PM Amir Syarifuddin Harahap dan menunjuk Wapres M Hatta untuk membentuk Kabinet baru.
15. Bulan Januari 1948 : PKI membentuk FDR (Front Demokrasi Rakyat) yang dipimpin oleh Amir Syarifuddin untuk beroposisi terhadap Kabinet Hatta.
16. Tanggal 29 Mei 1948 : M. Hatta melakukan ReRa (Reorganisasi dan Rasionalisasi) terhadap TNI dan PNS untuk membersihkannya dari unsur-unsur PKI.
17. Bulan Mei 1948 : Muso pulang kembali dari Moskow – Rusia setelah 12 (dua belas) tahun tinggal disana.
18. Tanggal 23 Juni – 18 Juli 1948 : PKI Klaten melalui SARBUPRI (Serikat Buruh Perkebunan Republik Indonesia) melakukan pemogokan massal untuk merongrong pemerintah RI.
19. Tanggal 11 Agustus 1948 : Muso memimpin FDR / PKI dan merekonstruksi Politbiro PKI, termasuk DN. Aidit, MH Lukman dan Nyoto.
20. Tanggal 13 Agustus 1948 : Muso bertemu dengan Presiden Soekarno dan diminta untuk memperkuat Perjuangan Revolusi, namun dijawab bahwa dia pulang untuk menertibkan keadaan, yaitu untuk membangun dan memajukan FDR / PKI.
21. Tanggal 19 Agustus 1948 : PKI Surakarta membuat KERUSUHAN membakar pameran HUT RI ke-3 di Sriwedari – Surakarta, Jawa Tengah.
22. Tanggal 26 – 27 Agustus 1948 : Konferensi PKI
23. Tanggal 31 Agustus 1948 : FDR dibubarkan, lalu Partai Buruh dan Partai Sosialis berfusi ke PKI.
24. Tanggal 5 September 1948 : Muso dan PKI nya menyerukan RI agar berkiblat ke UNI SOVIET.
25. Tanggal 10 September 1948 : Gubernur Jawa Timur RM Ario Soerjo dan dua perwira polisi dicegat massa PKI di Kedunggalar – Ngawi dan dibunuh, serta jenazahnya dibuang di dalam hutan.
26. Medio September 1948 : Dr. Moewardi yang bertugas di Rumah Sakit Solo dan sering menentang PKI diculik dan dibunuh oleh PKI, begitu juga Kol. Marhadi diculik dan dibunuh oleh PKI di Madiun, kini namanya jadi nama Monumen di alun-alun Kota Madiun.
27. Tanggal 13 September 1948 : Bentrok antara TNI pro pemerintah dengan unsur TNI pro PKI di Solo.
28. Tanggal 17 September 1948 : PKI menculik para Kyai Pesantren Takeran di Magetan. KH Sulaiman Zuhdi Affandi digelandang secara keji oleh PKI dan dikubur hidup-hidup di sumur pembantaian Desa Soco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan. Di sumur tersebut ditemukan 108 (seratus delapan) kerangka jenazah korban kebiadaban PKI. Selain itu, ratusan orang ditangkap dan dibantai PKI di Pabrik Gula Gorang Gareng.
29. Tanggal 18 September 1948 : Kolonel Djokosujono dan Sumarsono mendeklarasikan NEGARA REPUBLIK SOVIET INDONESIA dengan Muso sebagai Presiden dan Amir Syarifoeddin Harahap sebagai Perdana Menteri.
30. Tanggal 19 September 1948 : Soekarno menyerukan rakyat Indonesia untuk memilih Muso atau Soekarno – Hatta. Akhirnya, Pecah perang di Madiun : Divisi I Siliwiangi pimpinan Kol. Soengkono menyerang PKI dari Timur dan Divisi II pimpinan Kol. Gatot Soebroto menyerang PKI dari Barat
31. Tanggal 19 September 1948 : PKI merebut Madiun, lalu menguasai Magetan, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Ngawi, Purwantoro, Sukoharjo, Wonogiri, Purwodadi, Kudus, Pati, Blora, Rembang dan Cepu serta kota-kota lainnya.
32. Tanggal 20 September 1948 : PKI Madiun menangkap 20 orang polisi dan menyiksa serta membantainya.
33. Tanggal 21 September 1948 : PKI Blitar menculik dan menyembelih Bupati Blora Mr. Iskandar dan Camat Margorojo – Pati Oetoro, bersama tiga orang lainnya yaitu Dr.Susanto, Abu Umar dan Gunandar, lalu jenazahnya dibuang ke sumur di Dukuh Pohrendeng Desa Kedungringin Kecamatan Tujungan Kabupaten Blora.
34. Tanggal 18 – 21 September 1948 : PKI menciptakan 2 (Dua) Ladang Pembantaian / Killing Fields dan 7 (Tujuh) Sumur Neraka di MAGETAN untuk membuang semua jenazah korban yang mereka siksa dan bantai :
a. Ladang Pembantaian Pabrik Gula Gorang Gareng di Desa Geni Langit.
b. Ladang Pembantaian Alas Tuwa di Desa Geni Langit.
c. Sumur Neraka Desa Dijenan Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Magetan.
d. Sumur Neraka Desa Soco I Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan.
e. Sumur Neraka Desa Soco II Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan.
f. Sumur Neraka Desa Cigrok Kecamatan Kenongomulyo Kabupaten Magetan.
g. Sumur Neraka Desa Pojok Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan.
h. Sumur Neraka Desa Bogem Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan
i. Sumur Neraka Desa Batokan Kecamatan Banjarejo Kabupaten Magetan.
35. Tanggal 30 September 1948 : Panglima Besar Sudirman mengumumkan bahwa tentara Pemerintah RI berhasil merebut dan menguasai kembali Madiun. Namun Tentara PKI yang lari dari Madiun memasuki Desa Kresek Kecamatan Wungu Kabupaten Dungus dan membantai semua tawanan yang terdiri dari TNI, Polisi, pejabat pemerintah, Tokoh Masyarakat dan Ulama serta Santri.
36. Tanggal 4 Oktober 1948 : PKI membantai sedikitnya 212 tawanan di ruangan bekas Laboratorium dan gudang dinamit di Tirtomulyo Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah
37. Tanggal 30 Oktober 1948 : Para Pimpinan Pemberontakan PKI di Madiun ditangkap dan dihukum mati, seperti Muso, Amir Syarifuddin, Suripno, Djokosujono, Maruto Darusman, Sajogo, dan lainnya.
38. Tanggal 31 Oktober 1948 : Muso dieksekusi di Desa Niten Kecamatan Sumorejo Kabupaten Ponorogo. Sedang MH Lukman dan Nyoto pergi ke pengasingan di Republik Rakyat China (RRC).
39. Akhir November 1948 : seluruh pimpinan PKI Muso berhasil dibunuh atau ditangkap, dan seluruh daerah yang semula dikuasai PKI berhasil direbut, antara lain : Ponorogo, Magetan, Pacitan, Purwodadi, Cepu, Blora, Pati, Kudus, dan lainnya.
40. Tanggal 19 Desember 1948 : Agresi Militer Belanda kedua ke Yogyakarta.
41. Tahun 1949 : PKI tetap tidak dilarang, sehingga tahun 1949 dilakukan rekontruksi PKI dan tetap tumbuh berkembang hingga tahun 1965.
42. Awal Januari 1950 : Pemerintah RI dengan disaksikan puluhan ribu masyarakat yang datang dari berbagai daerah seperti Magetan, Madiun, Ngawi, Ponorogo dan Trenggalek, melakukan pembongkaran 7 (Tujuh) Sumur Neraka PKI dan mengident
ifikasi para korban. Di Sumur Neraka Soco I ditemukan 108 kerangka mayat yang 68 dikenali dan 40 tidak dikenali, sedang di Sumur Neraka Soco II ditemukan 21 kerangka mayat yang semuanya berhasil diidentifikasi. Para korban berasal dari berbagai kalangan Ulama dan Umara serta Tokoh Masyarakat.
43. Tahun 1950 : PKI memulai kembali kegiatan penerbitan Harian Rakyat dan Bintang Merah.
44. Tanggal 6 Agustus 1951 : Gerombolan Eteh dari PKI menyerbu Asrama Brimob di Tanjung Priok dan merampas semua senjata api yang ada.
45. Tahun 1951 : Dipa Nusantara Aidit memimpin PKI sebagai Partai Nasionalis yang sepenuhnya mendukung Presiden Soekarno sehingga disukai Soekarno, lalu Lukman dan Nyoto pun kembali dari pengasingan untuk membantu DN Aidit membangun kembali PKI.
46. Tahun 1955 : PKI ikut Pemilu pertama di Indonesia dan berhasil masuk empat Besar setelah MASYUMI, PNI dan NU.
47. Tanggal 8 – 11 September 1957 : Kongres Alim Ulama Seluruh Indonesia di Palembang – Sumatera Selatan mengharamkan ideologi Komunis dan mendesak Presiden Soekarno untuk mengeluarkan Dekrit Pelarangan PKI dan semua mantel organisasinya, tapi ditolak oleh Soekarno.
48. Tahun 1958 : Kedekatan Soekarno dengan PKI mendorong Kelompok Anti PKI di Sumatera dan Sulawesi melakukan koreksi hingga melakukan pemberontakan terhadap Soekarno. Saat itu MASYUMI dituduh terlibat, karena Masyumi merupakan MUSUH BESAR PKI
49. Tanggal 15 Februari 1958 : Para pemberontak di Sumatera dan Sulawesi mendeklarasikan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), namun pemberontakkan ini berhasil dikalahkan dan dipadamkan.
50. Tanggal 11 Juli 1958 : DN Aidit dan Rewang mewakili PKI ikut Kongres Partai Persatuan Sosialis Jerman di Berlin.
51. Bulan Agustus 1959 : TNI berusaha menggagalkan Kongres PKI, namun kongres tersebut tetap berjalan karena ditangani sendiri oleh Presiden Soekarno.
52. Tahun 1960 : Soekarno meluncurkan slogan NASAKOM (Nasional, Agama dan Komunis) yang didukung penuh oleh PNI, NU dan PKI. Dengan demikian PKI kembali terlembagakan sebagai bagian dari Pemerintahan RI.
53. Tanggal 17 Agustus 1960 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.200 Th.1960 tertanggal 17 Agustuts 1960 tentang PEMBUBARAN MASYUMI (Majelis Syura Muslimin Indonesia) dengan dalih tuduhan keterlibatan Masyumi dalam pemberotakan PRRI, padahal hanya karena ANTI NASAKOM.
54. Pertengahan Tahun 1960 : Departemen Luar Negeri AS melaporkan bahwa PKI semakin kuat dengan keanggotaan mencapai 2 (dua) juta orang.
55. Bulan Maret 1962 : PKI resmi masuk dalam pemerintahan Soekarno, DN Aidit dan Nyoto diangkat oleh Soekarno sebagai Menteri Penasehat.
56. Bulan April 1962 : Kongres PKI.
57. Tahun 1963 : PKI memprovokasi Presiden Soekarno untuk Konfrontasi dengan Malaysia, dan mengusulkan dibentuknya Angkatan Kelima yang terdiri dari BURUH dan TANI untuk dipersenjatai dengan dalih ”mempersenjatai rakyat untuk bela negara” melawan Malaysia.
58. Tanggal 10 Juli 1963 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.139 th.1963 tertanggal 10 Juli 1963 tentang PEMBUBARAN GPII (Gerakan Pemuda Islam Indonesia), lagi-lagi hanya karena ANTI NASAKOM.
59. Tahun 1963 : Atas desakan dan tekanan PKI terjadi Penangkapan Tokoh-Tokoh Masyumi dan GPII serta Ulama Anti PKI, antara lain : KH. Buya Hamka, KH.Yunan Helmi Nasution, KH. Isa Anshari, KH. Mukhtar Ghazali, KH. EZ. Muttaqien, KH. Soleh Iskandar, KH. Ghazali Sahlan dan KH. Dalari Umar.
60. Bulan Desember 1964 : Chaerul Saleh Pimpinan Partai MURBA (Musyawarah Rakyat Banyak) yang didirikan oleh mantan Pimpinan PKI, Tan Malaka, menyatakan bahwa PKI sedang menyiapkan KUDETA.
61. Tanggal 6 Januari 1965 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Surat Keputusan Presiden RI No.1 / KOTI / 1965 tertanggal 6 Januari 1965 tentang PEMBEKUAN PARTAI MURBA, dengan dalih telah memfitnah PKI
62. Tanggal 13 Januari 1965 : Dua sayap PKI yaitu PR (Pemuda Rakyat) dan BTI (Barisan Tani Indonesia) menyerang dan menyiksa peserta Training PII (Pelajar Islam Indonesia) di Desa Kanigoro Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, sekaligus melecehkan pelajar wanitanya, dan juga merampas sejumlah Mush-haf Al-Qur’an dan merobek serta menginjak-injaknya.
63. Awal Tahun 1965 : PKI dengan 3 juta anggota menjadi Partai Komunis terkuat di luar Uni Soviet dan RRT. PKI memiliki banyak Ormas, antara lain : SOBSI (Serikat Organisasi Buruh Seluruh Indonesia), Pemuda Rakjat, Gerwani, BTI (Barisan Tani Indonesia), LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakjat) dan HSI (Himpunan Sardjana Indonesia).
64. Tanggal 14 Mei 1965 : Tiga sayap organisasi PKI yaitu PR, BTI dan GERWANI merebut perkebunan negara di Bandar Betsi, Pematang Siantar, Sumatera Utara, dengan menangkap dan menyiksa serta membunuh Pelda Sodjono penjaga PPN (Perusahaan Perkebunan Negara) Karet IX Bandar Betsi.
65. Bulan Juli 1965 : PKI menggelar pelatihan militer untuk 2000 anggotanya di Pangkalan Udara Halim dengan dalih ”mempersenjatai rakyat untuk bela negara”, dan dibantu oleh unsur TNI Angkatan Udara.
66. Tanggal 21 September 1965 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.291 th.1965 tertanggal 21 September 1965 tentang PEMBUBARAN PARTAI MURBA, karena sangat memusuhi PKI.
67. Tanggal 30 September 1965 Pagi : Ormas PKI Pemuda Rakjat dan Gerwani menggelar Demo Besar di Jakarta.
68. Tanggal 30 September 1965 Malam : Terjadi Gerakan G30S / PKI atau disebut juga GESTAPU (Gerakan September Tiga Puluh) :
a. PKI menculik dan membunuh 6 (enam) Jenderal Senior TNI AD di Jakarta dan membuang mayatnya ke dalam sumur di LUBANG BUAYA – Halim, mereka adalah : Jenderal Ahmad Yani, Letjen R.Suprapto, Letjen MT Haryono, Letjen S. Parman, Mayjen Panjaitan dan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo.
b. PKI juga menculik dan membunuh Kapten Pierre Tendean karena dikira Jenderal Abdul Haris Nasution.
c. PKI pun membunuh AIP KS Tubun seorang Ajun Inspektur Polisi yang sedang bertugas menjaga rumah kediaman Wakil PM Dr. J. Leimena yang bersebelahan dengan rumah Jenderal AH Nasution.
d. PKI juga menembak putri bungsu Jenderal AH Nasution yang baru berusia 5 (lima) tahun, Ade Irma Suryani Nasution, yang berusaha menjadi perisai ayahandanya dari tembakan PKI, kemudian ia terluka tembak dan akhirnya wafat pada tanggal 6 Oktober 1965.
e. G30S / PKI dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung yang membentuk tiga kelompok gugus tugas penculikan, yaitu : Pasukan Pasopati dipimpin Lettu Dul Arief, dan Pasukan Pringgondani dipimpin Mayor Udara Sujono, serta Pasukan Bima Sakti dipimpin Kapten Suradi.
f. Selain Letkol Untung dan kawan-kawan, PKI didukung oleh sejumlah perwira ABRI / TNI dari berbagai angkatan, antara lain :
- Angkatan Darat : Mayjen TNI Pranoto Reksosamudro, Brigjen TNI Soepardjo dan Kolonel Infantri A. Latief
- Angkatan Laut : Mayor KKO Pramuko Sudarno, Letkol Laut Ranu Sunardi dan Komodor Laut Soenardi
- Angakatan Udara : Men / Pangau Laksyda Udara Omar Dhani, Letkol Udara Heru Atmodjo dan Mayor Udara Sujono
- Kepolisian : Brigjen Pol. Soetarto, Kombes Pol. Imam Supoyo dan AKBP Anwas Tanuamidjaja.
69. Tanggal 1 Oktober 1965 : PKI di Yogyakarta juga membunuh Brigjen Katamso Darmokusumo dan Kolonel Sugiono. Lalu di Jakarta PKI mengumumkan terbentuknya DEWAN REVOLUSI baru yang telah mengambil alih kekuasaan.
70. Tanggal 2 Oktober 1965 : Soeharto mnegambil alih kepemimpinan TNI dan menyatakan Kudeta PKI gagal dan mengirim TNI AD menyerbu dan merebut pangkalan udara Halim dari PKI.
71. Tanggal 6 Oktober 1965 : Soekarno menggelar Pertemuan Kabinet dan Menteri PKI ikut hadir serta berusaha melegalkan G30S, tapi ditolak, bahkan terbit Resolusi Kecaman terhadap G30S, lalu usai rapat Nyoto pun langsung ditangkap.
72. Tanggal 13 Oktober 1965 : Ormas Anshor NU gelar Aksi unjuk rasa Anti PKI di seluruh Jawa.
73. Tanggal 18 Oktober 1965 : PKI menyamar sebagai Anshor Desa Karangasem (kini Desa Yosomulyo) Kecamatan Gambiran, lalu mengundang Anshor Kecamatan Muncar untuk pengajian. Saat Pemuda Anshor Muncar datang, mereka disambut oleh Gerwani yang menyamar sebagai Fatayat NU, lalu mereka diracuni, setelah keracunan mereka dibantai oleh PKI dan jenazahnya dibuang ke Lubang Buaya di Dusun Cemetuk Desa / Kecamatan Cluring Kabupaten Banyu
wangi. Sebanyak 62 (enam puluh dua) orang Pemuda Anshor yang dibantai, dan ada beberapa pemuda yang selamat dan melarikan diri, sehingga menjadi saksi mata peristiwa. Persitiwa tragis itu disebut Tragedi Cemetuk, dan kini oleh masyarakat secara swadaya dibangun Monumen Pancasila Jaya.
74. Tanggal 19 Oktober 1965 : Anshor NU dan PKI mulai bentrok di berbagai daerah di Jawa.
75. Tanggal 11 November 1965 : PNI dan PKI bentrok di Bali.
76. Tanggal 22 November 1965 : DN Aidit ditangkap dan diadili serta dihukum mati.
77. Bulan Desember 1965 : Aceh dinyatakan telah bersih dari PKI.
78. Tanggal 11 Maret 1965 : Terbit Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno yang memberi wewenang penuh kepada Soeharto untuk mengambil langkah pengamanan Negara RI.
79. Tanggal 12 Maret 1965 : Soeharto melarang secara resmi PKI.
80. Bulan April 1965 : Soeharto melarang Serikat Buruh Pro PKI yaitu SOBSI.
81. Tanggal 13 Februari 1966 : Bung Karno masih tetap membela PKI, bahkan secara terbuka di dalam pidatonya di muka Front Nasional di Senayan mengatakan : ”Di Indonesia ini tidak ada partai yang pengorbanannya terhadap Nusa dan Bangsa sebesar PKI…”
82. Tanggal 5 Juli 1966 : Terbit TAP MPRS No.XXV Tahun 1966 yang ditanda-tangani Ketua MPRS – RI Jenderal TNI AH Nasution tentang Pembubaran PKI dan Pelarangan penyebaran paham Komunisme, Marxisme dan Leninisme.
83. Bulan Desember 1966 : Sudisman mencoba menggantikan Aidit dan Nyoto untuk membangun kembali PKI, tapi ditangkap dan dijatuhi hukuman mati pada tahun 1967.
84. Tahun 1967 : Sejumlah kader PKI seperti Rewang, Oloan Hutapea dan Ruslan Widjajasastra, bersembunyi di di wilayah terpencil di Selatan Blitar bersama kaum Tani PKI.
85. Bulan Maret 1968 : Kaum Tani PKI di Selatan Blitar menyerang para pemimpin dan kader NU, sehingga 60 (enam puluh) orang NU tewas dibunuh.
86. Pertengahan 1968 : TNI menyerang Blitar dan menghancurkan persembunyian terakhir PKI.
87. Dari tahun 1968 s/d 1998 : Sepanjang Orde Baru secara resmi PKI dan seluruh mantel organisasinya dilarang di seluruh Indonesia dengan dasar TAP MPRS No.XXV Tahun 1966.
88. Dari tahun 1998 s/d 2015 : Pasca Reformasi 1998 Pimpinan dan Anggota PKI yang dibebaskan dari penjara, beserta keluarga dan simpatisannya yang masih mengusung IDEOLOGI KOMUNIS, justru menjadi pihak paling diuntungkan, sehingga kini mereka meraja-lela melakukan aneka gerakan pemutar balikkan fakta sejarah dan memposisikan PKI sebagai PAHLAWAN pejuang kemerdekaan RI.
SILAKAN DISHARE...
30/04/2016
Surat Pembatalan PG.Jombang Baru bagi HTI
Sebagaimana instruksi KASATKORWIL BANSER Jawa Timur
INTRUKSI BANSER WILAYAH JAWA TIMUR.
Pesan dr.H.Umar Usman,Kasatkorwil Banser Jatim :
Kepada seluruh Jajaran Banser di seluruh Jawa Timur..:
Terkait acara HTI :
1. Langkah awal pastikan info tanggal berapa di masing2 daerah.
2. Di usahakan menjalin jejaring dengan NU dan Banom, syukur2 bisa ada kelompok lain.
3. Kebetulan kalo tanggal 30 itu kita pengerahan masa untuk apel merah putih,di usahakan jam 9 sudah dikumpulkan kemudian mampir ke acara HTI untuk membubarkan.
4.Yang tidak terjatah pengerahan massa atau tangal pelaksanaan tanggal 1 mei harus tetap berupaya menggerakan kadernya menghadang acara HTI tersebut.
BUBAR KAN HTI DALAM GIAT APAPUN, TERMASUK KELOMPOK LAIN YG MEMBAHAYAKAN KESATUAN NKRI.
Kasatkorwil.
BANSER WILAYAH JAWA TIMUR.
dr. H. Umar Ustman.
Pihak PG.Jombang Baru resmi membatalkan izin penggunaan Gedung PG.Jombang Baru.
Sementara itu dipihak lain, dapat dikabarkan bahwa acara Muktamar HTI dipindahkan ke Pondok Pesantren Al Mimbar Sambongdukuh Jombang.
Namun dipihak lain, Gus H.Rosyad selaku pembina Pondok Pesantren Al Mimbar menolak kabar tersebut.
Beliau mempersyaratkan agar rencana pelaksanaan muktamar HTI di Pondoknya mendapatkan izin resmi dari Kapolres Jombang.
Hukum Mencari kesalahan Mukmin
Tajassus Menyadap Privasi Orang Lain (bagian ke 1)
Tajassus maknanya adalah mencari keburukan dan aib orang lain dan mengungkap apa yang tertutup.
Dewasa ini sering kita dapati seseorang menyadap telepon orang lain untuk mengetahui pembicaraannya atau menyadap internet orang lain untuk mengetahui apa saja yang dibuka. Bagaimana hukum perbuatan seperti ini?
Para ulama telah memfatwakan bahwa tajassus semacam itu hukumnya adalah haram dan termasuk akhlak yang buruk.
Larangan dan Celaan Tajassus dalam Al-Qur'an
Allah berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."
[QS 49 Al-Hujurat, Ayat 12]
Penjelasan Para Ahli Tafsir tentang makna "wa laa tajassasuu" yang artinya "Dan janganlah mencari-cari keburukan orang" dalam ayat tersebut adalah, sbb:
Ibnu Jarir Ath-Thabari rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan:
"Dan janganlah sebagian kamu mencari-cari keburukan sebagian yang lain dan jangan pula membahas rahasia-rahasianya dengan tujuan menampakkan aib-aibnya. Akan tetapi hendaklah kamu merasa puas dengan yang tampak saja dari urusannya, dan pujilah atau cela-lah ia dengan yang tampak saja, bukan dengan apa yang tidak kamu ketahui daripada rahasia-rahasianya".
Sahabat Abdullah ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhuma berkata:
"Allah melarang orang beriman dari mencari-cari keburukan orang beriman lainnya".
Al-Baghawi rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan:
"Allah melarang dari mencari apa yang tertutup dari perkara-perkara manusia dan mencari-cari keburukan mereka, sehingga tidak tampak apa yang Allah sembunyikan darinya".
Dalam tafsir Al-Jalalain disebutkan:
"Janganlah kamu mencari-cari keburukan dan aib mereka dengan cara menyelidikinya".
As-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya mengatakan:
"Janganlah kamu memeriksa keburukan kaum muslimin dan jangan pula mencari-carinya, dan biarkanlah seorang muslim sesuai keadaannya. Lupakanlah tentang keadaannya yang jika diperiksa akan tampak apa yang tidak sepatutnya".
--- bersambung ---
26/04/2016
Petruk Dadi Ratu
PETRUK DADI RATU
Banyak yang mengartikan lakon Petruk Dadi ratu sebagai sebuah simbol ketidak becusan seorang pemimpin, atau seorang yang tidak layak menjadi pemimpin dijadikan pemimpin wal hasil adalah kekacauan. Bisa juga di artikan sebagai khayalan yang berlebih, lha masak Petruk pengen jadi pemimpin ?, jongos mau jadi Raja.
Meski sebenaranya hal itu tidaklah tepat, karena pada dasarnya Petruk adalah bukan manusia biasa, Petruk merupakan cerminan dari salah satu pribadi Semar. Kesaktian Petruk melebihi kesaktian para Dewa dan Penguasa mayapada Baca Tentang Siapa Petruk. Lantas apa yang mendasari kemudian keluarnya lakon Petruk Dadi ratu ?, jawabannya adalah kekacauan dan ketidakseimbangan.
Segalanya berjalan sudah tidak pada fitrahnya, sudah tidak pada tempatnya. Dimana Pebisnis menjadi pejabat, dimana pemuka agama menjadi wakil rakyat, dimana pelawak menjadi wakil rakyat. Apa yang terjadi jika kuda makan sambal, bahkan doyan sambal ? yang terjadi adalah keliaran, sang kuda ngamuk. Apa yang terjadi jika kambing suka makan daging ? yang terjadi adalah kambing menjadi buas. Apa yang terjadi ketika harimau memakan rumput ? yang terjadi adalah harimau menjadi pengecut.
Dalam dunia pewayangan, saat gonjang-ganjing sudah sampai pada taraf yang sangat tidak wajar, para punakawan—Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong—mulai membangkang. Puncak pembangkangan terjadi ketika Petruk melabrak Kahyangan Jonggring Saloko (istana para penguasa), mengobrak-abrik dan mendekonstruksi tatanan yang selama ini dipakai para penguasa serta para elite untuk berselingkuh dan melakukan manipulasi.
Arjuna, sang sang pimpinan yang biasanya dilayani punakawan, dipaksa mematuhi titah Petruk, sang raja baru. Saat itulah Petruk membuka seluruh aib para penguasa. Yang perlu disingkapi dalam lakon ini adalah bukan khayalan seperti versi umum, melainkan adalah Petruk sebagai pemimpin Revolusi yang menjungkir balikan tatanan khayangan yang pada saat itu memang sudah sangat kacau. Petruk merevolusi semua tatanan agar kembali pada tempat yang semestinya.
Dan itu hanya dilakukan oleh Petruk dalam 1 malam, hal ini menyiratkan bahwa Petruk adalah pribadi yang sadar akan peranannya, setelah semua baik, semua berjalan normal, maka Petruk kembali kepada peranan awalnya menjadi seorang pengabdi.
Episode Petruk Dadi Ratu Ini ditutup dengan turunnya Semar mengatasi kondisi :
………Petruk tersenyum mengingat peristiwa itu. “Ah… hanya Hyang Widi yang perlu tahu apa isi hatiku, selain Dia aku tak perduli”
Kembali dia mengayunkan “pecok”nya membelah kayu bakar. Sambil bersenandung tembang pangkur:
“Mingkar-mingkuring angkoro, akarono karanan mardisiwi, sinawung resmining kidung, sinubo sinukarto….”
Berikut Ringkasan Kisah Petruk Dadi ratu.
Sebagai salah satu punakawan resmi mayapada. Petruk sudah mengabdi kepada puluhan”ndoro” (tuan), sejak jaman Wisnu pertama kali menitis ke dunia. Hingga saat Wisnu menitis sebagai Arjuna Sasrabahu, menitis lagi sebagai Rama Wijaya, menitis lagi sebagai Sri Kresna. Petruk tetap di sini sebagai seorang pengabdi, karena itu adalah peranan agungnya.
Petruk hanya bisa tersenyum kadang tertawa geli, dan sesekali melancarkan protes akan kelakuan “ndoro-ndoro” (tuan-tuan)-nya yang sering kali tak bisa diterima nalar. Tapi ya memang hanya itu peran Petruk di mayapada ini. Dia tidak punya wewenang lebih dari itu. Meskipun sebenarnya kesaktian Petruk tidak akan mampu ditandingi oleh tuannya yang manapun juga.
Berbeda dengan Gareng yang meledak-ledak dalam menanggapi kegilaan mayapada, berbeda pula dengan Bagong yang sok cuek dan selalu mengabaikan tatakrama. Petruk berusaha lebih realistis dalam menyikapi segala sesuatu yang terjadi. Meskipun nyeri dadanya acapkali muncul saat melihat kejadian-kejadian hasil rekayasa ndoro-ndoro nya.
Petruk sudah hafal betul dengan model paham kekuasaan di Karang Kedempel dari waktu ke waktu. Kalau mau, sebenarnya bisa saja Petruk mengamuk dan menghajar siapa saja yang dianggap bertanggung jawab atas kesemrawutan pemerintahan. Dengan kesaktiannya, apa yang tak bisa dilakukan Petruk, bahkan (dulu) pernah terjadi, Sri Kresna hampir saja musnah menjadi debu dihajar anak Kyai Semar ini.
Tapi Petruk sudah memutuskan untuk mengambil posisi sebagai punakawan yang resmi. Dia sudah bertekad tidak lagi mengambil tindakan konyol seperti yang dulu sering dia lakukan. Baginya, kemuliaan seseorang tidak terletak pada status sosial. Pengabdian tidak harus dengan menempati posisi tertentu. Melinkan pada pengabdiannya terhadap nusa dan bangsa.
Singkat cerita Petruk menjelma menjadi Prabu Kanthong Bolong, Petruk melabrak semua tatanan yang sudah terlanjur menjadi “main stream” model kekuasaan di mayapada. Dia menjungkirbalikkan anggapan umum, bahwa penguasa boleh bertindak semaunya, bahwa raja punya hak penuh untuk berlaku adil atapun tidak.
Karuan saja, Ulah Prabu Kanthong Bolong membuat resah raja-raja lain. Bahkan, kahyangan Junggring Saloka pun ikut-ikutan gelisah. Kawah Candradimuka mendidih perlambang adanya “ontran-ontran” yang membahayakan kekuasaan para dewa.
Maka secara aklamasi disepakati, skenario “mengeliminir” raja biang keresahan. Persekutuan raja dan dewa dibentuk, guna melenyapkan suara sumbang yang mengganggu tatanan keyamanan yang sudah terbentuk selama ini.
Hasilnya?, semua usaha untuk melenyapkan suara sumbang itu gagal total.Bukannya Prabu Kanthong Bolong yang mati. Tapi raja jadi-jadian Petruk ini malah mengamuk. Siapapun yang mendekat dihajarnya habis-habisan. Kresna dan Baladewa dibuat babak belur. Batara Guru sang penguasa kahyangan lari terbirit-birit.
Kesaktian dan semua ajian milik dewa-dewa dan raja-raja, seperti tak ada artinya menghadapi Prabu Kanthong Bolong. Tahta Jungring Saloka pun dikuasai raja murka ini.
Keadaan semakin semrawut. Sampai akhirnya Semar Bodronoyo turun tangan mengendalikan situasi.
“Ngger, Petruk anakku!”, Semar berujar pelan, suaranya serak dan berat seperti biasanya. “Jangan kau kira aku tidak mengenalimu, ngger!”
“Apa yang sudah kau lakukan, thole? Apa yang kau inginkan? Apakah kamu merasa hina menjadi kawulo alit? Apakah kamu merasa lebih mulia bila menjadi raja? “
“Sadarlah ngger, jadilah dirimu sendiri“.
Prabu Kanthong Bolong yang gagah dan tampan, berubah seketika menjadi Petruk. Berlutut dihadapan Semar. Dan Episode “Petruk Dadi Ratu” pun berakhir.
Petruk tersenyum mengingat peristiwa itu. “Ah… hanya Hyang Widi yang perlu tahu apa isi hatiku, selain Dia aku tak perduli”
Kembali dia mengayunkan “pecok”nya membelah kayu bakar. Sambil bersenandung tembang pangkur:
“Mingkar-mingkuring angkoro, akarono karanan mardisiwi, sinawung resmining kidung, sinubo sinukarto….”
Hahahaha dan Petruk pun tertawa kembali melakoni perannya sebagai Punakawan Resmi mayapada ini.
Dirangkum Dari Berbagai Sumber








