Safari Ramadhan PAC Ansor Jombang Kota #4, pada 10 Juni 2017, di Musholla al-Jihad Plandi Jombang. Mauidhoh oleh Gus Imdad Tambakberas. Dalam kesempatan ini juga diberikan santunan pada dhuafa dan yatim-piatu.
11/06/2017
20/05/2016
KEBO BINGUNG
KEBO BINGUNG
Kapan hari paling favorit untuk menikah? Di Jombang, hari itu jatuh pada malam 29 Ramadan.
Di satu kecamatan saja, pada malam itu bisa berlangsung puluhan akad nikah.
"Malam 29 Ramadan tahun 2014, di Tembelang ada 85 pasang yang nikah. Tahun 2015 turun hanya tinggal 65 pasang," kata Kepala KUA Kecamatan Tembelang yang juga aktivis Banser Jombang kota, Moh Lutfi Ridlo, saat ditemui di Kemenag Jombang, (17/5/2016).
Baca link Jaga Anak
Karena penghulu yang bagian menikahkan di Tembelang hanya dua, kemarin dia ngijabkan 33 pasang. "Saya berangkat habis Duhur, tiba kembali di rumah sudah tarhim subuh," jelasnya.
33 berkat piye nggowone Cak? "Yo ora tak gowo. Tak uncalno nang omahe arek2 Banser sing cidek lokasi ngijabno," tuturnya.
Saat pernikahan, biasannya banyak hitungan. Hitung2an ini bisa menyebabkan pernikahan batal. Utamanya bila ketemu selawe.
Atau pas dihitung pakai sandang, pangan, gedong, loro, pati. Ketemu loro atau pati.
Nah, konon, saat malam 29 Ramadan itu, semua hitung2an tadi tidak berlaku.
"Jadi bablas. Ketemu piro ae ora masalah," ucapnya.
Makanya malam itu diarani kebo bingung..
" Kebo wis bingung goblok pisan, kok yo jik di eloki ae.." Begitu pungkasnya
#ayomondok
(Rojif)
JAGA ANAK
JAGA ANAK
Saat tausiah di Kemenag Jombang, Selasa (17/5/2016), aktivis Banser Jombang Kota yang juga Kepala KUA Kecamatan Tembelang, Moh Lutfi Ridlo, cerita bahwa sekarang ini banyak pasangan yang nikah karena hamil duluan.
Utamnya mereka yang melakukan hubungan seks kali pertama pada malam tahun baru dan saat Hari Valentine 14 Februari. ’’Makanya setiap Maret dan Mei pasti banyak pasangan yang nikah hamil duluan,’’ tuturnya.
Maret karena hasil malam tahun baru. Mei karena hasil valentine. ’’Maret kemarin saja ada 12 yang hamil duluan. Mei ini sudah ada delapan,’’ ucapnya. Itu di Kecamatan Tembelang saja. ’’Pasangan yang nikah hamil duluan itu iso dititeni, mesti pernikahane ora suwi,’’ tambahnya.
Sebagai orang tua, lalu apa yang bisa kita lakukan untuk membentengi anak-anak kita?
Pertama, pesene wong Jowo, ojo nyelo, sebab nyelo iku moro. Kalau tahu ada tonggo, konco atau bolo yang hamil duluan, didoakan saja.
Kedua, saat ngisi pengajian tafsir Jumat Legi di Masjid Jami Baitul Mukminin, DR KH Mustain Syafiie, pakar tafsir Alquran Pesantren Tebuireng memberikan tips berdoa agar anak dijaga dari setan.
Kiai Mustain menuturkan, begitu Siti Maryam (ibunda Nabi Isa) lahir, sang ibu yang bernama Hanah langsung berdoa. Doa ini diabadikan dalam Alquran Surat Ali Imran ayat 36.
Inni uidzuha bika wazurriyataha minas syaithonir rojim. (Ya Allah, aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau dari setan yang terkutuk".
Efek doa itu, kata Kiai Mustain, sangat luar biasa. Maryam tumbuh menjadi pribadi yang tidak gampang tergoda oleh setan.
Sehingga ketika Allah menyuruh jibril menampakkan diri sebagai pria yang sangat tampan kemudian menemui Maryam di dalam kamarnya, Maryam sama sekali tidak tergoda. Padahal di kamar itu, hanya ada Maryam dan si pria tampan.
Apa respon Maryam? Dia justru kaget dan berdoa kepada Allah. Maryam langsung berkata; inni audzu birrohamni minka (Sesungguhnya aku berlindung kepada Allah yang maha pemurah dari engkau wahai pria tampan (QS Maryam;18)
’’Makanya sangat bagus jika kita rutin membaca doa yang terdapat dalam QS Ali Imran ayat 36 tersebut untuk anak-anak kita,’’ paparnya. Sehingga anak-anak kita bisa dijaga dari setan. Sebagaimana Maryam dijaga dari setan. Baik itu setan yang tidak tampak. Maupun setan rambut hitam yang tampak.
Ketiga, tentu saja anak harus di didik ilmu agama. Makanya harus di sekolahkan di madrasah, dan disuruh ngaji ke TPQ. Atau dimasukkan pondok pesantren.
#AyoMondok
(Rojif)
28/04/2016
Lenyapnya Marwah Pesantren
Sebelas Rumus dari Gus Mus
1) Dulu, pesantren lebih mengedepankan unsur pendidikan (tarbiyah) ketimbang pengajaran (ta’lim)-nya. Sekarang kondisinya berbalik 180 derajat. Madrasah tambah mentereng, pesantren kian menjulang. Tapi kiainya nganggur.
2) Jika hendak mengembalikan marwah pesantren kembali ke puncak kejayaannya, kiai sekarang perlu berjihad keras untuk mencapai taraf keikhlasan kiai-kiai tempo dulu. Sekarang: di mana ada kiai mandiri? Kiai sekarang ahli proposal semua.
3) Kiai dulu kalau tidak butuh apa-apa, namanya kaya. Kiai sekarang?
4) Mewacanakan konsep zuhud untuk konteks masyarakat Indonesia yang tengah begitu konsumtif dan hedon adalah laku ekstrem. Kita harus berangkat dari konsep “kecil” berupa: kesederhanaan. Sebab kesederhanaan akan melahirkan kekayaan dari dalam, bukan kekayaan dari luar.
5) Yang hilang dari para mubaligh, pendidik dan da’i sekarang adalah ruh ad da’wah (ruh dakwah) yang sejuk dan menyegarkan. Ruh dakwah yang ditebarkan oleh Nabi, Walisanga, ulama-ulama salaf, terkikis oleh perangai dakwah yang mengancam dan menakutkan. Model dakwah seperti ini tidak mengajak, tapi malah mendepak. Padahal, “aku diutus untuk mengajak, bukan untuk melaknat”, ujar salah satu hadits Nabi.
6) Ada perbedaan tajam antara makna dakwah (ajakan) dan amar (perintah). Tapi kini kedua term itu dicampur-adukkan maknanya hingga menghasilkan konsep yang rancu.
7) Nasionalisme itu bukan produk Barat. Kiai-kiai kita sejak dulu sudah menggelorakan itu pada santri-santrinya. Sebab itu, santri yang tak mencintai negerinya akan kualat oleh tuah Mbah Wahab, Mbah Hasyim Asyari, dan kiai-kiai lain yang menyimpan Indonesia dalam urat nadinya.
8) Satu di antara penyakit orang Indonesia adalah: kepentingan dulu dikedepankan, masalah dalil baru dicari belakangan.
9) Salah satu ciri khas pesantren adalah tanggung jawab ilmiah ila yawmil qiyamah.
10) Dalam mendidik, metode cerita/dongeng ditengarai masih sangat efektif. Karena cerita tidak mengancam. Tapi begitu meresap.
11) Untuk mendidik anak, seorang Ibu punya modal terbesar: kasih sayang. Elusan telapak tangan Ibu tak bisa diganti oleh seribu elusan tangan baby sitter.
Tambakberas, 26 April 2016
23/04/2016
DIKLATSUS BANSER HUSADA JOMBANG
Dalam pelatihan tersebut, disamping materi PPDG, Banser Husada juga mendapatkan pelatihan simulasi menangani orang kecelakaan di jalan. Mereka terlihat sigap memberikan pertolongan lengkap dengan ambulans dan membawa ke rumah sakit atau Puskesmas setempat.29/03/2016
NU lah Pemilik Warga terbanyak didunia
Hidup NU
Dari Denny Siregar
--------------------☆
EMAK LU ROBOT...
Apa yang sulit bagi Nahdlatul Ulama sekarang ini dalam menguasai NKRI ?
Hampir tidak ada. Dengan umat yang diperkirakan berjumlah 50 juta orang ( bahkan ada yang mengatakan 80 juta ), NU bisa melakukan apa saja, termasuk makar.
Dalam bidang ekonomi, NU sangat mungkin merebut "pasar" MUI dalam mengeluarkan fatwa halal dan haram. MUI hanyalah sebuah organisasi saja, dan jika dibandingkan dengan organisasi NU bagaikan bumi dan langit.
Tetapi NU tidak melakukan itu. Mereka tidak mencari uang dengan cara2 seperti itu, padahal ketika mereka membentuk badan fatwa sertifikasi halal banyak yang akan beralih ke NU. Siapa yang melarang emangnya ? NU bisa saja berdalih bahwa ini khusus untuk umatnya. Dan ketika NU mau melakukan itu, habis sudah pendapatan MUI yang terbesar dan kering kerontanglah mereka spt unta kehausan di padang.
NU juga bisa saja membuat fatwa2 bahwa aliran A sesat, aliran B menyimpang dsb-nya. Dan berkillah lagi, ini untuk warga NU saja. Lalu siapa yg bisa melarang ? NU tidak begitu. Mereka membiarkan semua berjalan apa adanya, tidak takut akidah umatnya tergerus apalagi cuma dengan mie instan. Malah kalau ada non muslim yang membagi2kan mie instan, mereka akan dengan senang hati datang. Kapan lagi dapat gratisan ?
NU sebagai pembela NKRI, bisa saja membenturkan dirinya dengan HTI, Majeliss Mujahidin dan organisasi2 Islam gurem lainnya yang menguasai khilafah. GP Ansor dan Banser punya kemampuan untuk itu. Tapi untuk apa ? NU tetap berjalan pada koridor hukum dan undang2. Mereka melawan dengan cara yang sangat soft dan smart, membuat Islam Nusantara sebagai tandingan dari Islam Radikal yang diusung para pecinta khilafah.
Siapa yang bisa menjaga gereja2 dan perayaan hari besar umat non muslim, selain NU ? Tanpa ada NU, mungkin sudah banyak bom berletusan yang menjadikan gesekan besar antar umat beragama. Kita bisa seperti Suriah, Afghanistan dan Irak. Bahkan salah seorang anggotanya syahid ketika melindungi sebuah gereja dari bom.
NU-lah pelopor gerakan pluralisme dengan berdakwah, menunjukkan wajah Islam yang penuh rahmat di gereja2. Tidak ada rasa takut bahwa automurtad seperti propaganda bodoh yg terus dilancarkan. NU pula-lah yang menjaga budaya asli Islam Indonesia sehingga tidak terkontaminasi budaya arab.
Begitu kuat dan tenangnya NU bergerak, sehingga langkahnya terasa tidak terdengar. NU seperti singa yang tidak perlu mengaum, ketika dirasa tidak ada bahaya. Beda dengan anjing yang selalu menggonggong bahkan ketika orang sekedar lewat saja.
Karena itu temanku, kalau mau melihat bagaimana Islam di Indonesia, lihatlah NU ( dan Muhammadiyah ). Masih selamatnya kita di Indonesia ini tidak lepas dari besarnya peran mereka menjaga kita tetap utuh.
Jangan lihat yang organisasi2 gurem itu. Mereka harus teriak keras2 supaya diperhatikan NU.
Mereka berteriak, "kami umat Islam.." padahal mereka kecil saja. Mereka teriak, "kami mayoritas.." NU ketawa saja. Elu ? Mayoritas ? Emak lu robot...
Sayang, NU ga tertarik dengan teriakan2 minta perhatian mereka. Bahkan cenderung menyindir2 kebodohan mereka dalam beragama dengan gaya yang masih santun, sarungan, kopiahan dan cangkrukan sambil ngudut dan ngopi.
Mari kita angkat secangkir kopi untuk NU. Mereka layak mendapatkan itu.








