Showing posts with label waspada PKI. Show all posts
Showing posts with label waspada PKI. Show all posts

16/11/2016

PENGARUH PERGAULAN

PENGARUH PERGAULAN
Saat ngaji dalam Jumat Bahagia PC IPNU-IPPNU Jombang di MI-MA Mambaul Ulum Kecamatan Megaluh (4/11/2016), Mbah Bolong, berpesan agar para siswa hati-hati memilih pergaulan. ’’Sampean ngomong ae lak mergo gumbul konco sing ngomong ae. Sampean gumbul konco sing meneng lak melok meneng,’’ tuturnya.

Gumbul konco yang merokok, kata Mbah Bolong, pasti tertular merokok. Gumbul konco yang gak gelem nulis, pasti aras-arasen nulis. Gumbul konco sing aras-arasen ngaji, pasti ora gelem ngaji.

’’Ojo gumbul wong sing seneng ngelakoni jelek. Agar tidak  gampang meremehkan perbuatan jelek,’’ paparnya. ’’Sampen gumbul konco sing nilai ulangane 5, pasti ora isin dapat nilai 5. Tapi kalau konco-koncone nilaine 8, sampan dapat nilai 5 pasti isin,’’ ujarnya.

Gumbul konco mabuk, pasti ikut mabuk. Gumbul konco zina, pasti ikut zino.

’’Gumbul konco apik, mangan ora bismillah mesti diingatno. Hayo.. wis moco bismillah apa belum. Kalau belum, dan baru ingat ditengah makan minum, baca bismillahnya.. Bismillahi fi awwalihi wa akhiri. Sampan moco ngunu, setan langsung muntah. Setan tidak bisa ikut makan kalau kita baca bismillah,’’ terangnya.

Teman yang baik, pasti juga mengingatkan jika kita makan tangan kiri. Sebab setan makannya tangan kiri. Nabi memerintahkan makan tangan kanan. Dan tidak boleh makan sambil berdiri.
’’Kalau koncone elek, pasti malah ngentahi.. Lapo awakmu mangan moco dungo barang.. Koyok kiai ae,’’ ucap mencontohkan.

Berteman dengan pejabat, kata Mbah Bolong, bisa menyebabkan    sombong.
Berteman dengan orang kaya, bisa menyebabkan semakin serakah dan haus dunia.
Sebaliknya, berteman dengan orang miskin akan membuat kita semakin bersyukur.
Berteman dengan kiai, ulama atau ahli ilmu, akan membuat kita semakin haus ilmu.
’’Berteman dengan ahli ibadah, kita akan semakin semangat ibadah. Sedangan banyak gumbul dengan perempuan akan membuat kita  bodoh,’’ jelasnya.

Quran sendiri memerintahkan kita berjamiyah dan berjamaah dengan orang-orang baik alias wong kang soleh kumpulono.

Hai orang-orang beriman, bertaqwalah kepad Allah,dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. (QS Attaubah 119).

Sayyidina Ali bin Abi Tholib berkata:  * Bersahabatlah dengan orang yang selalu berbuat  kebajikan,niscaya engkau menjadi salah satu dari mereka,dan jauhilah teman  yang gemar berbuat jahat, niscaya engkau akan terhindar dari akibat kejahatan mereka.

’’Gumbul penjual minyak wangi, sampean ketularan wangi. Gumbul tukang las, ojo kaget kalau kepletikan geni,’’ pesan Mbah Bolong. (rojiful mamduh)

29/09/2016

HTI WAHABI SANG PENJAJAH

HTI WAHABI SANG PENJAJAH 
 Nietzhe mengatakan bahwa dalam diri setiap orang ada ego untuk menguasai orang lain. Ketika HTI, Syiah, Wahabi maupun partai Islam menyorongkan dalil menyerang amaliah atau praktek ibadah kita, sejatinya mereka tidak sedang ingin belajar ilmu. Tidak sedang ingin bahsul masail. Tapi mereka sedang ingin meruntuhkan keyakinan kita. Mereka sedang ingin membuat kita patuh, tunduk dan taat pada mereka. Untuk selanjutnya manut dengan sistem yang mereka tawarkan. Untuk selanjutnya mau memilih pemimpin yg mereka sodorkan. Ini sama artinya mereka sedang ingin menguasai kita. Ingin menjajah kebebasan kita dalam beragama. Untuk para penjajah itu sahabat-sahabat, apa yang akan Anda katakan? Apa yang akan Anda lakukan? Kamus kita hanya punya satu jawaban untuk semua bentuk penjajahan sahabat-sahabat. LAWAN.. Ya, LAWAN!!!

15/09/2016

BANSER Vs FATSER

BANSER Vs FATSER



  Saat ngaji dalam Jumat Bahagia PC IPNU IPPNU Jombang di PP Darussalam Ngesong Sengon Jombang (9/9/2016), Wakil Ketua PCNU KH Taufiq Djalil (Gus Fiq) cerita peran Banser saat G-30 S PKI 1965. ’’Panglima Kodam saat itu sempat meminta Ketua PWNU Jatim agar mengirim pasukan Banser ke Madiun,’’kata Gus Fiq. Saat itu, Madiun merupakan benteng kekuatan PKI.     Tentu saja Ketua PWNU bertanya kenapa yang dikirim adalah Banser. ’’Jawaban Panglima Kodam saat itu sangat mengejutkan. Karena saat itu, yang tidak bisa disusupi PKI hanya NU,’’ tegas mantan Ketua PC IPNU dan Sekretaris PC GP Ansor ini.   Pasukan TNI sudah beberapa kali dikirim. Namun selalu tidak berhasil. ’’Karena selalu kesusupan PKI. Sehingga saling tembak antar anggotanya sendiri,’’ jelasnya.   Saat itu, Banser paling ditakuti PKI karena tidak mempan dibacok dan ditembak. Walaupun senjata Banser hanya pedang.   Akhirnya, dua ribu Banser dikirim ke Madiun. ’’Tapi tidak memakai seragam Banser. Sebab kalau pakai seragam Banser, PKI lari,’’ tuturnya. Dua ribu Banser itu masuk Madiun dengan seragam hansip. ’’PKI sempat meremehkan, wong tentara saja gagal. Apalagi cuma hansip. Mereka tidak tahu bahwa sebenarnya yang berpakaian hansip itu adalah Banser. Sehingga akhirnya berhasil masuk Madiun dan bisa meringkus para pimpinan PKI,’’ tandasnya.   Saat itu, kondisi di Jombang juga mencekam. ’’Saya dapat cerita dari KH Syamsul Huda (mantan ketua MUI Jombang) bahwa saat itu Banser Jombang juga menduduki tempat-tempat stragetis yang sebelumnya dikuasai PKI,’’ bebernya.   Termasuk yang diduduki adalah stasiun Jombang. ’’Namun setelah stasiun dikuasai, Banser kebingungan cari orang NU yang bisa jadi kepala stasiun. Wong NU akeh, tapi golek kepala stasiun ae gak enek sing iso. Makanya anak-anak NU itu harus ada yang jadi ahli matematika, ahli sejarah, dan ahli di bidang-bidang yang lain. Biar tidak bersaing di satu titik,’’ pesannya.   Nah, karena tak ada orang NU yang bisa jadi kepala stasiun,  akhirnya dicarikan orang PNI. ’’Yang penting bukan PKI,’’ tuturnya.   Syukurlah sekarang ini, Banser Jombang sudah memiliki enam pasukan khusus. Yakni Detasemen Khusus 99 Asmaul Husana (Densus 99). Satuan Banser Tanggap Bencana (Bagana). Satuan Khusus Barisan Ansor Serbaguna Penanggulangan Kebakaran (Balakar). Satuan Khusus Banser Lalu Lintas (Balantas). Barisan Ansor Serbaguna Husada (Basada). Barisan Ansor Serbaguna Protokoler (Banser Protokoler).  Barisan Ansor Serbaguna Maritim (Baritim). Apapun satuan khususnya, jangan lupa ini malam jumat. Wayahe ngurusi Fatser