Showing posts with label Fiqh. Show all posts
Showing posts with label Fiqh. Show all posts

15/05/2016

Adab Seorang Isteri

Adab istri atas Suami 

(Marwoti in action...qiqiqiqiqi)
.
Wengi iku kang MARWOTO lagi nuturi bojone sing gak tau mangan blabake pesantren.
...
(MARWOTO lan MARWOTI)
.
MARWOTO "Ti, tak kandani yo ti...
tapi, awakmu ojo nesu...!"
MARWOTI; Iyo Kang.... aku arep dikandhani opo to...??
.
MARWOTO; Ngene yo Ti... Wong wadon iku kudune,
.
1. Dawaamul hayaa'i min
zaujihaa...
Langgeng anggone isin karo sing lanang, lha kowe... jaman mbiyen pas manten anyar isinan,
malu-malu... nisbate kudu
ngentut ae diempet, isin karo aku,
lha saiki, isinmu wis ilang,
saiki awakmu wis ilang roso isin'e, ngentut yo prat-pret sak gelem-gelem...!!
.
2. Wa Ghodl-dlu Thorfihaa
Quddaamahu...
Nang ngarepe wong lanang iku pantese ndingkluk, amrih
nuduhno hormate...
lha awakmu... di kandani malah ngajak duel karo mecicili aku...!
.
3. Wath-thoo'atu li amrihii...
Nurut karo printahe wong lanang, kejobo printah sing nerak
syare'at, kowe kudu anut,Ti...
lha awakmu, tak kongkon gawe kopi ae malah nyentak-nyentak aku...
cincing-cincing jarik, karo
muring-muring ngamuk ora ngurus perasaane aku, Ti...
.
4. Wassukuutu 'inda kalaamihii...
Nek wong lanang lagi ngomong,
rungokno Ti...
OJO malah wong lanang ngucap sekecap rong
kecap awakmu mbales puluhan kecap...
Aku ngomong rung
rampung awakmu nek mbales koyo suarane mercon pas wulan poso.
.
5. Walqiyaamu 'inda Quduumihii wa khuruujihii....
Nek wong lanang arep budal tindakan utowo lungo nyambut gawe, wong wadon kudu
nganter tekan ngarep lawang,
sinambi dongakno, umpamane sing lanang kundur, wong wadon kudu nyambut rawuhe
wong lanang kanthi ajere rahi...
lha awakmu...
aku mangkat kerjo ora ngurus, aku teko kerjo, koe ya cuek...!!
.
6. Wa 'ardlu nafsihaa lahu 'inda irodatin nauumi...
Misalkan wong lanang arep nyare, melbu kamar, wong wadon kudune towo awakke....
''ajheng ngersakke
nopo mas...?''
lha awakmu...
tak jak turu bareng ae wegah, luwih mentingke nonton sinetron lan
pesbukan....
Ngeneku ora garing
kasih sayang piye jal Ti..?
.
7. Wa ta'ath-thuru...
Koe mbok tuku minyak wangi,
wong wadon iku kudu gae wewangen, ben sing lanang semangat tur tambah dèmèn.
.
8. Wa ta'ahhuduha alfamma bilmiski wath-thoibi...
Sikatan Ti...
koe tak sawang-sawang kok yo jarang sikatan
untu...
syukur-syukur nganggo
pengharum mulut ben aku tambah betah.
.
9. Wa dawaamuz ziinati bikhudlrotihii wa tarkuhaa 'inda
Ghoibatihii...
Wong wadon iku kudu macak, nganggo pepaes menawane sing
lanang nang omah, amrih
nyenengke atine wong lanang,
ninggal macak utowo pepaes menawane sing lanang ora nang umah, lha koe...
aku nang umah malah nganggone ora genah
karo rambute dawul-dawul koyo gendruwo mari lahiran...
Pas arep budal arisan utowo kondangan nek macak moblong-moblong koyo ondel-ondel.
.
10. Watarkul khiyaanati lahu...
Ojo nyidrani tresnane wong lanang....
lha kowe... angger ono
"Bronis" malah caper....!, Eling Ti, anakmu wes selikur, putumu wes telong puloh wolu...!!"
.
MARWOTI banjur nangis....
ngerangkul awake kang MARWOTO.....
.
Mendadak MARWOTI
sesenggukan minta maaf...

11/05/2016

Tafsir Yang Tak Pernah Selesai

Tafsir yang tak pernah selesai

Memulai menulis Tafsir adalah bagaikan memenuhi jamuan ilahi. Begitu nikmatnya hingga ada sejumlah ulama yang tak sempat menyelesaikannya. Mereka keburu dipanggil oleh Allah Swt.

Kita mulai kisah pertama dengan seorang ulama besar bermazhab Syafi'i. Namanya Jalaluddin Mahalli. Ahli fiqh dan ushul al-Fiqh dari Mesir ini memulai menulis tafsirnya dari pertengahan al-Qur'an, yaitu surat al-Kahfi sampai surat an-Nas. Lalu beliau menulis tafsir surat al-Fatihah. Beliau wafat tahun 1459, tanpa sempat menyelesaikan dari surat al-Baqarah sampai al-Isra.

Enam tahun kemudian, seorang muridnya yang bernama Jalaluddin al-Suyuthi, melanjutkan penulisan tafsir sang guru. Dengan mengikuti corak dan pendekatan yang sama, beliau menulis tafsir surat al-baqarah hingga surat al-Isra. Kerja lanjutan ini diselesaikan dalam 40 hari.  Sejak itu dunia Islam mengenal kitab tafsir dua Jalal, yaitu tafsir jalalain. Ini kitab tafsir yang sangat populer di dunia pesantren.

Kisah kedua. Syekh Muhammad Abduh memberikan kuliah Tafsirnya di Mesir. Muridnya yang bernama Syekh Rasyid Ridha mengumpulkan catatan tersebut dan mengusulkan untuk menerbitkannya dalam surat kabar. Semula sang guru menolak, namun akhirnya menyetujui. Abduh sempat menyampaikan kuliah-kuliah tafsirnya dari surah al-Fatihah sampai surah an-Nisa ayat 125 kemudian beliau wafat, dan Rasyid Ridha selanjutnya menafsirkan ayat-ayat al-Qur'an sendirian sampai dengan ayat 51 surah Yusuf. Rasyid Ridha meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil  pada tahun 1935. Tafsir al-Manar yang merupakan kolaborasi guru dan murid ini terhenti pada jilid 12. Dan tidak ada yang menyelesaikannya sampai sekarang.

Kisah ketiga. Muhammad Abu Zahrah seorang ulama terkemuka dari Mesir. Banyak sekali menulis berbagai kitab yang dijadikan rujukan para pelajar dan mahasiswa. Beliau menulis kitab Ushul al-Fiqh, sejarah mazhab dan biografi sejumlah imam mazhab. Yang tidak banyak dibahas adalah beliau juga menulis kitab Tafsir.  Sayang sebelum sempat menyelesaikannya beliau keburu wafat. Beliau wafat saat memegang pena tengah menulis tafsir surat al-Naml ayat 19. Tafsirnya kemudian diterbitkan dengan judul Zahrat at-Tafasir sebanyak 10 jilid. Belum ada yang meneruskan beliau menyelesaikan kitab tafsir ini.

Para ulama di atas telah berupaya mencurahkan waktu, tenaga dan pikiran mereka untuk menjelaskan kandungan ayat al-Qur'an. Kita sekarang memiliki banyak sekali menu hidangan ayat ilahi dari berbagai kitab tafsir yang ditulis oleh para ulama.

Keragaman penafsiran menjadi sebuah keniscayaan. Semakin banyak kitab tafsir yang kita baca akan semakin dalam kita memahami ayat ilahi. Semakin luas kajian kita, semakin kita tak mudah terpuaskan hanya dengan membaca satu kitab tafsir. Sayang saat ini banyak kalangan yang hanya mau mengikuti satu penafsiran saja dan dengan enteng menyalahkan penafsiran ulama lainnya.

Tafsir memang tidak akan pernah selesai. Akan selalu muncul penafsiran baru, dari kitab tafsir baru yang ditulis oleh para mufassir generasi berikutnya. Bismillah...

Tabik,

Nadirsyah Hosen
Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama
Australia - New Zealand

20/04/2016

Hapuskan Dengkimu, Jangan Jadi Muslim Yang Fasik

SYAREAT DAN HAKIKAT HARUS BERJALAN BERIRINGAN
[ Ini bantahan KH Nawawi Sidogiri pada pengaku hakikat tapi tidak shalat]

Selepas ashar tadi, beberapa tamu sowan ke 'dalem' Hadratussaikh KH Nawawi Abd Jalil,pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri,Pasuruan, Jawa Timur. Ditengah dialog kiai dengan salah satu tamunya, sampailah pada pembahasan tentang orang-orang yang mengaku mengamalkan hakikat tapi tidak melaksanakan shalat. kiai sempat miris jika ada masyarakat yang terjangkit cara pandang semacam ini, terlebih jika orang itu adalah alumni pondok pesantren Sidogiri.

" mereka itu berdalil  ' Aqim Ashhalata Lizikri' , sehingga menurut mereka kalau udah iling (red; ingat) Allah berarti gak usah shalat"  cerita kiai .kiai kemudian berargumen " dalam ayat itu , Aqim adalah fiil amar, perintah , perintah untuk as-shalata (red; shalat), tujuannya untuk mengingat Allah, jadi dalam ayat ini gak ada yang namanya menghilangkan shalat, justru pertama-tama yang diperintahkan adalah shalat" .

beliau juga memaparkan beberapa argumen secara aqli terkait kasus ini, kalau memang mereka benar mengapa variable nya hanya shalat saja. " ya kalau begitu gak usah makan, cukup ingat makan saja kenyang, " tutur kiai nawawi

Dalam kesempatan tersebut kiai nawawi juga memberikan nasehat bahwa yang kita lakukan didunia akan menjadi tolak ukur kita di akhirat kelak. jika di akhirat ingin masuk surga, manusia harus melakukan amal yang menjadi bekal mereka ke surga, seperti shalat, puasa, zakat. lagi-lagi tentu nasehat beliau ini nyambung dengan kasus diatas yang dengan semangat sekali beliau menjelaskannya.

sejalan dengan yang dikatakan Imam Malik rahimahullah , "Siapa yang menjalani tasawwuf tanpa dibekali pemahaman terhadap syariat, ia telah menjadi zindik. Sebaliknya, siapa yang membekali diri dengan fikih (syariat) tapi tidak menjalani tasawwuf (tidak membersihkan hati), maka menjadi fasik. Nah siapa yang menggabungkan keduanya, ia telah mencapai hakikat.

semoga tulisan ini bermanfaat, silahkan share , mudah-mudahan menjadi tembahan ilmu buat kita semua.

Tulisan Imam Malik ini membuktikan bhwa banyaknya muslim saat ini berbanding terbalik dengan kualitas keimanan yang dimilikinya,  Banyak ber KTP Islam tp sebenarnya adalah Fasik.

12/04/2016

KOMUNITAS PEDULI WAKAF

Artikel Setengah Malam
"KPW" (KOMUNITAS PEDULI WAKAF)

komunitas ini
merupakan bagian dari kepeduliaan terhadap berbagai masalah terkait harta wakaf yang terjadi. Realita banyaknya kasus klaim terhadap harta wakaf terjadi.
“Ada banyak kasus Klaim wakaf di jombang Kecenderungan terjadi, Klaim tersebut muncul ketika tanah wakaf sudah terbangun fasilitas baik pendidikan,mushollah, Masjid,panti asuhan,dan bangunan-bangunan lainnya"Bagian Dari Integral  Modal Pembangunan umat dan Bangsa. faktanya di kemudian hari terjadi keributan, baik antara yang menerima wakaf, maupun ahli warisnya yang memberi wakaf ( keluarga Waqif). tanah bisa menjadi perekat dan perangkat terbangunnya kehidupan antar umat beragama.berbangsa,dan bernegara
"Jika sebuah bangunan atau rumah ibadah digusur atau dirubuhkan maka itu berpotensi timbul konflik antar umat beragama,
hanya karena masalah tanah konflik antar umat bisa pecah. Untuk itu, marilah kita semua menyadari begitu pentingnya pengadministrasian tanah wakaf.
yang menjadi pertanyaan
Bagaimana kita generasi pelanjut memutus itu.......?
pengadministrasian tanah wakaf itu penting, sehingga tidak hilang.Niat jariahnya putus, kitalah yang paling berdosa
Untuk itu, agar setiap tanah wakaf segera diurus administrasinya.
ini persoalan yang penting terkait tanah wakaf,
Jangan sampai lagi ada bangunan rumah ibadah yang digusur, karna ini rawan konflik baik antara penerima wakaf maupun ahli warisnya yang memberikan ( keluarga waqif )........
Banyak tanah atau harta benda wakaf  memberi peluang atau memudahkan pihak lain mengklaim. perlindungan terhadap status tanah wakaf menjadi penting. Upaya ini akan dilakukan KPW( komunitas peduli wakaf ),yang membantu masyarakat terkait masalah harta benda wakaf, bahkan dalam penanganan Hukum ( advokad wakaf).
“Kalau perlu gratis tidak dipungut biaya" perlindungan tanah wakaf yang dijalankan KPW perlu disosialisasikan. Ini agar masyarakat tahu bagaimana menjaga tanah wakaf.
“Seperti bagaimana mengurus sertifikat ke notaris dan kelengkapan surat surat"dan itu harus di
sinergi antara badan yang peduli wakaf dan pemerintah yang dibutuhkan guna melindungi wakaf secara maksimal.

Aman wae

11/04/2016

AKHLAK MULIA ROSULULLOH SAW

AKHLAK MULIA
Oleh: A. Mustofa Bisri

قل ان كنتم تحبون الله فاتبعوني يحببكم الله ويغفر لكم ذنوبكم  والله غفور رحيم (ال عمران:٣١ )
“Katakanlah, jika kamu benar menyintai Allah, ikutilah aku; maka Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.”

Hampir semua orang beragama mengaku menyintai Allah, tapi mungkin tidak terlalu banyak yang berusaha mengikuti jejak RasulNya, kecuali dalam pengakuan.
Ini boleh jadi karena keengganan untuk lebih mengenal Rasulullah SAW sebelum mengaku mengikuti jejaknya.

Umumnya orang merasa tidak punya waktu untuk membaca sunnah Rasulullah SAW agak sedikit komplit. Umumnya, orang membaca, menulis, atau menyampaikan hadis Nabi Muhammad SAW –bahkan Al-Quran—sebatas yang sesuai dengan kecenderungan mereka yang bersangkutan. Hal ini tidak mengapa, asal tidak sampai meninggalkan atau melewatkan nilai penting --apa pula yang terpenting-- dari nilai-nila mulia Rasulullah SAW. Nilai yang apabila kita ikuti merupakan dakwah tersendiri yang pasti tidak kalah dari dakwah-dakwah kreasi kita sendiri.

Dalam kesempatan kali ini, saya akan tampilkan sifat utama Rasulullah SAW yang sesuai dengan missi utamanya. Satu dan lain hal agar kita yang di muara ini dapat sedikit melihat beningnya MataAir.   

Seperti dinyatakan oleh al-Quran sendiri dan persaksian para sahabat beliau, Panutan agung kita Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang berakhlak sangat mulia. Imam Bukhari meriwayatkan dari shahabat Anas r.a. yang berkata:
"لم يكن رسول الله صلى الله عليه وسلم فاحشا ولا لعانا ولا سبابا .."
“Rasulullah SAW orangnya tidak keji dan kasar, tidak tukang melaknat, dan tidak suka mencaci..”
Imam Bukhari juga meriwayatkan pernyataan Masruq r.a.yang mirip pernyataan Anas:
"لم يكن رسول الله صلى الله عليه وسلم فاحشا ولا متفاخشا وانه كان يقول ان خياركم احاسنكم اخلاقا"
“Rasulullah SAW bukanlah orang yang keji dan suka bicara kotor. Beliau bersabda: ‘Sesungguhnya orang-orang terbaik di antara kalian ialah orang-orang yang paling baik pekertinya.”

Shahabat Anas yang pernah meladeni Rasulullah SAW selama sepuluh tahun tidak pernah sekali pun mendengar Rasulullah SAW membentaknya. (Lihat persaksiannya di Bukhari dan Muslim).
Bahkan Imam Bukhari meriwayatkan:
حدثنا محمد بن سلام اخبرنا عبد الوهاب عن ايوب عن عبد الله بن ابي مليكة عن عائشة رضي الله عنها ان يهود اتوا النبي صلى الله عليه وسلم فقال السام عليكم فقالت عائشة عليكم ولعنكم الله وغضب الله عليكم قال مهلا يا عائشة عليك بالزفق واياك والعنف والفحش قالت اولم تسمع ما قالوا؟ قال اولم تسمعي ما قلت رددت عليهم فيستجاب لي فيهم ولا يستجاب لهم في (وفي رواية قال رسول الله: قد قلت وعليكم)   
Orang-orang Yahudi datang kepada Rasulullah SAW dan berkata “As-saamu ‘alaikum!” (bukan Assalaamu ‘alaikum), “Kematian bagimu!”. Sayyidatina ‘Aisyah pun menyahut: “Kematiaan juga bagi kalian dan juga laknat Allah dan murka Allah!” Rasulullah SAW pun menegur: “Tenang, ‘Aisyah; jagalah kelembutan, jangan kasar dan keji!” Sayyidatina ‘Aisyah masih menjawab: “Apakah Rasulullah tidak mendengar apa yang mereka katakan?” Rasulullah bersabda: “Apakah kau tidak mendengar apa yang aku katakan? Aku telah mengembalikan doa mereka kepada mereka (Rasulullah sudah menjawab “wa’alaikum” yang artinya “bagi kalian juga”) doaku atas mereka diijabahi dan doa mereka terhadapku tidak”.

Alangkah mulianya akhlak Rasulullah! Sampai pun sikap buruk mereka yang membencinya, tidak mampu membuat beliau meradang; bahkan menasehati isterinya agar tetap bersikap lembut; tidak kasar dan keji. 

Akhlak yang mulia ini, sesuai benar dengan missi Rasulullah SAW seperti disabdakannya sendiri,

" انما بعثت لاتمم صالح الاخلاق"  
“Aku diutus semata-mata untuk menyempurnakan kebaikan akhlak.” (Imam Ahmad dari Sa’ied bin Manshur dari Abdul ‘Aziez bin Muhammad dari Muhammad bin ‘Ajlaan dari al-Qa’qaa’ bin Hakiem dar Abi Shaleh dari Abu Hurairah).

Bandingkan akhlak Rasulullah itu dengan banyak penganutnya yang gemar melaknat dan mencaci bahkan terhadap saudaranya sendiri.

Sehebat apa pun takwa orang Islam, pastilah tidak mungkin melebihi takwa Rasulullah SAW. Menyamai saja tidak. Sebesar apa pun ghierah atau semangat beragama orang Islam, pastilah tidak mungkin melebihi ghierah dan semangat beragamanya Rasulullah SAW. Menyamai saja tidak. Hanya saja dalam ghierah dan semangat beragama itu, dalam membela Allah dan agamaNya, Rasulullah SAW tidak mengikut sertakan nafsunya. Boleh jadi nafsu inilah yang membedakan; nafsu inilah yang membuat seolah-olah banyak muslim masa kini tampak lebih bersemangat dari Rasulullah sendiri. Padahal tidak.

Seandainya umat Islam mau meniru sifat mulia Rasul mereka itu dan mengikuti jejaknya, pastilah banyak persoalan-persoalan keumatan, khususnya dalam pergaulan hidup mereka sendiri, dapat dengan mudah teratasi.

Allahummahdinaa fiiman hadaiTa..

30/03/2016

Demokrasi Tahlilan dan Demokrasi Pancasila

Jikalau kita ingin melihat pelaksanaan Pancasila yang benar dan tepat maka lihatlah orang tahlilan. Inilah filosofi Pancasila yang berada di Tahlilan ala NU. Satu, orang tahlil itu pasti baca surat Al-Ikhlas yang berbunyi Qulhu Allahu ahad Allahus shomad. Itulah KETUHANAN YANG MAHA ESA dan di dalam tahlil pasti baca itu. Yang artinya Tuhan itu satu.
Kedua, orang tahlil di lingkungan NU itu, siapa pun boleh datang dan ikut, tidak ada seleksi, tidak ada pertanyaan, "kamu bisa tahlil enggak? Kalau enggak bisa, disuruh keluar. Di NU tidak seperti itu,”. Bahkan nonmuslim pun boleh masuk dan orang yang membid'ah-bid'ahkan tahlil pun dipersilakan ikut, kalau mau. Tidak ada yang dibeda-bedakan. Itulah KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
Dan kalau dilihat di kampung-kampung, orang tahlil itu duduknya bersila semua. Tidak dibedakan duduknya seorang pejabat, kiai, santri dan orang biasa. Semuanya sila, rata. Itulah PERSATUAN INDONESIA terdapat dalam sila ke tiga pancasila. Duduknya sila semua.
Setelah itu, menjelang dimulai, di sanalah mereka mencari pemimpin, mereka saling tuding menuding. Satunya bilang jenengan saja yang mimpin dan yang lainnya juga bilang jenengan yang lebih pantas,”
Di sanalah terjadi musyawarah kecil-kecilan mencari seorang pemimpin tahlil. Setelah kepilih satu yang memimpin tahlil. Itulah KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN/PERWAKILAN
Setelah tahlil selesai, berkat nya keluar. Semuanya mendapatkan berkat yang sama tanpa ada berbedaan baik tampilan dan isinya semuanya sama. KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA .

23/02/2016

Hukum Memakai Perhiasan Emas Bagi Laki -Laki

TIDAK DIPERBOLEHKAN MEMAKAI PERHIASAN EMAS BAGI KAUM LAKI-LAKI
Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
Pertanyaan
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Bagaimana hukum perhiasan emas dalam segala bentuknya. Dalam hal ini ada keyakinan bahwa jika cincin tunangan -dimana cincin itu terbuat dari emas- dicopot, niscaya pernikahan akan batal?
Jawaban
Emas adalah perhiasan yang tidak diperbolehkan bagi kaum laki-laki mukmin dan memakainya termasuk perbuatan munkar bagi mereka baik emas yang dipakai itu berupa cincin, jam tangan atau kalung, karena sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam yang berkenan dengan larangan tentang
pemakaiannya bagi kaum laki-laki mukmin itu bersifat umum, di mana Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
"Artinya : Emas dan sutera dihalalkan bagi kaum wanita dari kalangan umat kami, dan diharamkan bagi kaum laki-lakinya". [An-Nasa'i, bab Perhiasan 5148, Ahmad 19008-19013]
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang kaum laki-laki memakai cincin emas [1] Al-Bukhari dan Muslim masing-masing dari Al-Bara' bin Azib Radhiyallahu 'anhu, bahwa ketika Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam melihat seorang laki-laki memakai cincin emas di tangannya, maka beliau memintanya supaya mencopot cincinnya, kemudian melemparkannya ke tanah, seraya bersabda.
"Artinya : Salah seorang dari kalian sengaja mengambil bara api neraka dan meletakkannya di tangannya". [Hadits Riwayat Muslim dalam kitab Shahihnya, bab Pakaian 2090]
Dari hadits Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu. Adapun cincin tunangan yang terbuat dari emas, maka keberadaannya sama dengan cincin emas lainnya dan tidak ada bedanya, serta orang laki-laki yang memakainya wajib mencopotnya, dan mencopotnya tidak ada pengaruhnya terhadap suatu pernikahan. Barangsiapa meyakini bahwa hal itu akan mempengaruhi suatu perkawinan, maka ia telah keliru. Selain itu memakai cincin tunangan termasuk hal yang baru di dalam masalah agama dan tidak memiliki dasar hukum, sehingga wajib bagi kaum muslimin meninggalkannya, atau paling tidak hukumnya adalah makruh. Seraya saya memohon kepada Allah bagi segenap kaum muslimin, semoga Allah memberi petunjuk dan pengampunan dari segala penyimpangan yang bertentangan dengan ketentuan syara yang suci.
[Syaikh Ibn Baz, Majalah Ad-Dakwah, edisi no. 1044]
[Disalin dari kitab Al-fatawa Asy-Syar'iyyah Fi Al-Masa'il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Penerjemah Musthofa Aini Dkk, Penerbit Darul Haq]
_________
Foote Note
[1]. Al-Bukhari, bab meminta izin 6235, Muslim bab Pakaian 2066