Showing posts with label LGBT. Show all posts
Showing posts with label LGBT. Show all posts

11/04/2016

AKHLAK MULIA ROSULULLOH SAW

AKHLAK MULIA
Oleh: A. Mustofa Bisri

قل ان كنتم تحبون الله فاتبعوني يحببكم الله ويغفر لكم ذنوبكم  والله غفور رحيم (ال عمران:٣١ )
“Katakanlah, jika kamu benar menyintai Allah, ikutilah aku; maka Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.”

Hampir semua orang beragama mengaku menyintai Allah, tapi mungkin tidak terlalu banyak yang berusaha mengikuti jejak RasulNya, kecuali dalam pengakuan.
Ini boleh jadi karena keengganan untuk lebih mengenal Rasulullah SAW sebelum mengaku mengikuti jejaknya.

Umumnya orang merasa tidak punya waktu untuk membaca sunnah Rasulullah SAW agak sedikit komplit. Umumnya, orang membaca, menulis, atau menyampaikan hadis Nabi Muhammad SAW –bahkan Al-Quran—sebatas yang sesuai dengan kecenderungan mereka yang bersangkutan. Hal ini tidak mengapa, asal tidak sampai meninggalkan atau melewatkan nilai penting --apa pula yang terpenting-- dari nilai-nila mulia Rasulullah SAW. Nilai yang apabila kita ikuti merupakan dakwah tersendiri yang pasti tidak kalah dari dakwah-dakwah kreasi kita sendiri.

Dalam kesempatan kali ini, saya akan tampilkan sifat utama Rasulullah SAW yang sesuai dengan missi utamanya. Satu dan lain hal agar kita yang di muara ini dapat sedikit melihat beningnya MataAir.   

Seperti dinyatakan oleh al-Quran sendiri dan persaksian para sahabat beliau, Panutan agung kita Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang berakhlak sangat mulia. Imam Bukhari meriwayatkan dari shahabat Anas r.a. yang berkata:
"لم يكن رسول الله صلى الله عليه وسلم فاحشا ولا لعانا ولا سبابا .."
“Rasulullah SAW orangnya tidak keji dan kasar, tidak tukang melaknat, dan tidak suka mencaci..”
Imam Bukhari juga meriwayatkan pernyataan Masruq r.a.yang mirip pernyataan Anas:
"لم يكن رسول الله صلى الله عليه وسلم فاحشا ولا متفاخشا وانه كان يقول ان خياركم احاسنكم اخلاقا"
“Rasulullah SAW bukanlah orang yang keji dan suka bicara kotor. Beliau bersabda: ‘Sesungguhnya orang-orang terbaik di antara kalian ialah orang-orang yang paling baik pekertinya.”

Shahabat Anas yang pernah meladeni Rasulullah SAW selama sepuluh tahun tidak pernah sekali pun mendengar Rasulullah SAW membentaknya. (Lihat persaksiannya di Bukhari dan Muslim).
Bahkan Imam Bukhari meriwayatkan:
حدثنا محمد بن سلام اخبرنا عبد الوهاب عن ايوب عن عبد الله بن ابي مليكة عن عائشة رضي الله عنها ان يهود اتوا النبي صلى الله عليه وسلم فقال السام عليكم فقالت عائشة عليكم ولعنكم الله وغضب الله عليكم قال مهلا يا عائشة عليك بالزفق واياك والعنف والفحش قالت اولم تسمع ما قالوا؟ قال اولم تسمعي ما قلت رددت عليهم فيستجاب لي فيهم ولا يستجاب لهم في (وفي رواية قال رسول الله: قد قلت وعليكم)   
Orang-orang Yahudi datang kepada Rasulullah SAW dan berkata “As-saamu ‘alaikum!” (bukan Assalaamu ‘alaikum), “Kematian bagimu!”. Sayyidatina ‘Aisyah pun menyahut: “Kematiaan juga bagi kalian dan juga laknat Allah dan murka Allah!” Rasulullah SAW pun menegur: “Tenang, ‘Aisyah; jagalah kelembutan, jangan kasar dan keji!” Sayyidatina ‘Aisyah masih menjawab: “Apakah Rasulullah tidak mendengar apa yang mereka katakan?” Rasulullah bersabda: “Apakah kau tidak mendengar apa yang aku katakan? Aku telah mengembalikan doa mereka kepada mereka (Rasulullah sudah menjawab “wa’alaikum” yang artinya “bagi kalian juga”) doaku atas mereka diijabahi dan doa mereka terhadapku tidak”.

Alangkah mulianya akhlak Rasulullah! Sampai pun sikap buruk mereka yang membencinya, tidak mampu membuat beliau meradang; bahkan menasehati isterinya agar tetap bersikap lembut; tidak kasar dan keji. 

Akhlak yang mulia ini, sesuai benar dengan missi Rasulullah SAW seperti disabdakannya sendiri,

" انما بعثت لاتمم صالح الاخلاق"  
“Aku diutus semata-mata untuk menyempurnakan kebaikan akhlak.” (Imam Ahmad dari Sa’ied bin Manshur dari Abdul ‘Aziez bin Muhammad dari Muhammad bin ‘Ajlaan dari al-Qa’qaa’ bin Hakiem dar Abi Shaleh dari Abu Hurairah).

Bandingkan akhlak Rasulullah itu dengan banyak penganutnya yang gemar melaknat dan mencaci bahkan terhadap saudaranya sendiri.

Sehebat apa pun takwa orang Islam, pastilah tidak mungkin melebihi takwa Rasulullah SAW. Menyamai saja tidak. Sebesar apa pun ghierah atau semangat beragama orang Islam, pastilah tidak mungkin melebihi ghierah dan semangat beragamanya Rasulullah SAW. Menyamai saja tidak. Hanya saja dalam ghierah dan semangat beragama itu, dalam membela Allah dan agamaNya, Rasulullah SAW tidak mengikut sertakan nafsunya. Boleh jadi nafsu inilah yang membedakan; nafsu inilah yang membuat seolah-olah banyak muslim masa kini tampak lebih bersemangat dari Rasulullah sendiri. Padahal tidak.

Seandainya umat Islam mau meniru sifat mulia Rasul mereka itu dan mengikuti jejaknya, pastilah banyak persoalan-persoalan keumatan, khususnya dalam pergaulan hidup mereka sendiri, dapat dengan mudah teratasi.

Allahummahdinaa fiiman hadaiTa..

15/03/2016

Gay Nekat

Kaum Gay Nekat......
Gagal Nikah, Mbak Andini Pasrah

Gagal Nikah, Mbak Andini Pasrah
Jajaran Polsek Kepil, Wonosobo saat bertemu Didik Suseno dan Andini, calon pengantin sesama jenis di Desa Teges, Kecamatan Kepil, Wonosobo. Foto: Sumali Ibnu Chamid/Radar Kedu/JPG

WONOSOBO - Andini terpaksa harus menelan ludah kekecewaan yang mendalam. Keinginan warga Desa Teges, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo itu untuk dipersunting oleh pria pujannya, Didik Suseno akhirnya kandas.

Maklum saja, Andini dan Didik memang sesama pria. Nama Andini sebenarnya adalah Andi Budi Sutrisno.

Rencana Andini dan Andi melangkah ke pelaminan pada akhir pekan lalu, digagalkan oleh jajaran Polsek Kepil, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Mau tak mau, Andini dan teman sesama prianya pun pasrah.

Simak juga: Polisi Gagalkan Rencana Pernikahan Didik dan Andini, Ternyata...

Mbak Andini, eh maaf, maksudnya Mas Andi pun tampak sedih. “Sedih sih, Mas. Namun mau bagaimana lagi,” ujarnya seperti dikutip Radar Kedu.

Akhirnya, Andini pun hanya bisa pasrah. Sebab, aturan memang tidak mengizinkan pernikahan sesama jenis. “Karena memang tidak boleh menurut undang-undang dan agama, ya saya cuma bisa pasrah,” ucap Andini.

Kapolsek Kepil AKP Surakhman mengatakan, jajarannya memang  langsung mendatangi lokasi dan menggagalkan pernikahan sejenis tersebut. Ia pun berharap kasus serupa tidak terjadi lagi di wilayahnya.

“Agar ke depan, tidak lagi terjadi kejadian seperti ini, kami mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa saling peduli dan saling mengingatkan satu sama lain. Jadi, ketika ada kegiatan yang bertentangan dengan hukum, dapat dicegah dan tidak menimbulkan akibat yang fatal,” jelasnya.

11/03/2016

Banci dan Kaum LGBT

Banci dan Kaum LGBT
Banci menurut istilah para ulama adalah orang yang tidak diketahui, apakah dia lelaki ataukah perempuan. Dia memiliki dua alat kelamin, alat kelamin lelaki dan alat kelamin perempuan, dan keduanya berfungsi.
Dalam as-Syarh al-Mumthi’ dinyatakan,
والخُنثى هو: الذي لا يُعْلَمُ أَذكرٌ هو أم أنثى؟ فيشمَلُ مَن له ذَكَرٌ وفَرْجٌ يبول منهما جميعاً
Banci (al-Khuntsa) adalah orang yang tidak diketahui apakah dia lelaki ataukah perempuan. Mereka adalah orang yang memiliki dzakar (kelamin lelaki) dan farji (kelamin wanita), dia kencing dari kedua saluran itu bersamaan. (as-Syarh al-Mumthi’, 4/223).
Jika sampai baligh sama sekali tidak bisa ditentukan mana alat kelamin yang dominan, ulama fiqh menyebutnya ‘al-Khuntsa al-Musykil’ (banci gak jelas).
Dari pengertian di atas, banci dalam syariat kembali kepada kelainan ciri fisik, bukan semata mental. Sehingga lelaki yang bermental gay, bukan termasuk kategori banci dalam kajian fiqh.
Kedua, hukum banci jadi imam
Ulama sepakat, posisi banci dalam shalat jamaah, berada diantara lelaki dan wanita. Dalam Ensiklopedi Fiqh dinyatakan,
لا خلاف بين الفقهاء في أنه إذا اجتمع رجال، وصبيان، وخناثى، ونساء، في صلاة الجماعة، تقدم الرجال، ثم الصبيان، ثم الخناثى، ثم النساء
Tidak ada perselisihan diantara ulama bahwa apabila ada berbagai macam makmum, mulai dari lelaki, anak-anak, banci, dan wanita dalam shalat jamaah, maka lelaki dewasa di depan, kemudian anak-anak, kemudian banci, kemudian wanita. (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah, 20/25).
Banci di posisikan antara lelaki dan wanita, karena banci berpeluang untuk menjelma menjadi kedua jenis itu. Dia bisa menjadi lelaki dan bisa menjadi wanita. Sehingga jenis kelaminnya ada dua kemungkinan, bisa lelaki, bisa wanita.
Mengingat lelaki dewasa tidak boleh diimami wanita, jumhur ulama berpendapat,
Banci tidak boleh mengimami lelaki, karena ada kemungkinan dia wanitaBanci tidak boleh menjadi imam sesama banci, karena ada kemungkinan si imam wanita sementara si makmum lelaki.Banci boleh mengimami wanita. Karena wanita boleh menjadi imam wanita.
Dalam kitabnya al-Muhadzab, as-Saerozi – ulama Syafiiyah – mengatakan,
ولا تجوز صلاة الرجل خلف الخنثى الْمُشْكِلِ لِجَوَازِ أَنْ يَكُونَ امرأة, ولا صلاة الخنثى خلف الخنثى لِجَوَازِ أَنْ يَكُونَ الْمَأْمُومُ رَجُلًا وَالْإِمَامُ امرأة
Seorang lelaki tidak boleh shalat di belakang banci yang belum jelas, karena memungkinkan dia wanita. Banci tidak boleh shalat di belakang banci, karena bisa jadi makmumnya lelaki sementara imamnya wanita. (al-Muhadzab, 1/97).
Bahkan dalam madzhab Syafiiyah, makmum lelaki yang shalat di belakang banci karena tidak tahu, maka jika dia tahu, dia wajib mengulangi shalatnya. an-Nawawi mengatakan,
وان صلي رجل خلف خنثى أو خنثى خلف خنثي ولم يعلم انه خنثى ثم علم لزمه الاعادة
Jika ada lelaki yang shalat di belakang banci, atau banci shalat di belakang banci, karena tidak tahu bahwa dia banci, kemudian dia tahu, maka dia wajib mengulangi shalat. (al-Majmu’, 4/255).
Ketiga, banci kelainan mental
Melengkapi pembahasan di atas, banci karena kelainan mental.
Sejatinya dia hanya memiliki satu kelamin, lelaki. Dia lahir dan besar sebagai lelaki. Namun dia memiliki kecenderungan meniru gaya wanita. Bolehkah manusia semacam ini jadi imam?
Banci jenis ini ada dua macam,
Jenis pertama, banci yang dibuat-buat. Dia lelaki yang normal fisik dan mental, memiliki kecenderugan tertarik kepada lawan jenis (wanita). Namun dia sengaja meniru gaya wanita, bisa karena komunitas, atau karena tuntutan ngamen.
Banci jenis ini tergolong orang fasik. Dia melakukan dosa besar, karena tasyabbuh (meniru) wanita.
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan,
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنْ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنْ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat para lelaki yang meniru-niru kebiasaan wanita dan para wanita yang meniru-niru kebiasaan lelaki.” (HR. Bukhari 5885)
Sengaja meniru kebiasaan wanita, dan bahkan bangga dengan perbuatannya, menjadikan dirinya orang fasik. Tentang hukum, apakah dia boeh jadi imam, dijelaskan dalam Ensiklopedi Fiqh,
أما المتخلق بخلق النساء حركة وهيئة، والذي يتشبه بهن في تليين الكلام وتكسر الأعضاء عمدا، فإن ذلك عادة قبيحة ومعصية ويعتبر فاعلها آثما وفاسقا. والفاسق تكره إمامته عند الحنفية والشافعية، وهو رواية عند المالكية. وقال الحنابلة، والمالكية في رواية أخرى، ببطلان إمامة الفاسق
Lelaki yang meniru gaya wanita, meniru gerakannya, meniru gemulai suaranya, dan sengaja berlenggak-lenggok, merupakan perbuatan tercela dan kemaksiatan. Pelakunya tergolong orang fasik. Sementara orang fasik, makruh menjadi imam menurut Hanafiyah, Syafiiyah, dan salah satu riwayat dalam Malikiyah. Sementara Hambali dan salah satu riwayat dalam madzhab Malikiyah, berpendapat bahwa statusnya jadi imam itu batal. (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah, 11/63).
Jenis kedua, banci karena kelainan mental.
Dia fisiknya lelaki, tapi mentalnya ‘kecipratan’ karakter wanita, dan itu di luar kesengajaannya. Bicaranya gemulai, gayanya seperti wanita. Statusnya sama dengan lelaki, dan sah jadi imam.
Dinyatakan dalam Ensiklopedi Fiqh,
المخنث بالخلقة، وهو من يكون في كلامه لين وفي أعضائه تكسر خلقة، ولم يشتهر بشيء من الأفعال الرديئة لا يعتبر فاسقا، ولا يدخله الذم واللعنة الواردة في الأحاديث، فتصح إمامته، لكنه يؤمر بتكلف تركه والإدمان على ذلك بالتدريج، فإذا لم يقدر على تركه فليس عليه لوم
Banci karena kelainan karakter, yaitu lelaki yang suaranya gemulai, dan gayannya seperti wanita sejak kecil, sementara dia tidak dikenal suka melakukan perbuatan buruk, maka dia tidak dihitung orang fasik. Tidak tidak mendapatkan celaan dan laknat, seperti yang disebutkan dalam hadis. Sah jadi imam, namun dia diperintahkan untuk meninggalkan tradisi gaya kewanitaannya, dan berusaha mengobati dirinya secara bertahap. Jika dia tidak mampu, dia tidak dicela. (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah.11/62)

02/03/2016

Masih ada tempat buat kaum Sodom

Adapun bimbingan agama Islam dalam hal ini ada beberapa yang perlu direnungi:

1. Tulus berdoa dan bersungguh-sungguh dalam berdoa kepada Allah memohon kesembuhan, karena setiap penyakit pasti ada obatnya.

Berdoa di waktu dan tempat yang mustajab serta tidak mudah putus asa. Doa kalian pasti akan dikabulkan, selama ia tidak terburu-buru, yaitu dengan berkata: aku telah berdoa, akan tetapi tidak kunjung dikabulkan. (Muttafaqun alaih)

2. Segera bertaubat kepada Allah

Karena segala sesuatu yang terjadi pada kita adalah akibat perbuatan dan kesalahan kita. Allah Taala berfirman, Dan musibah apapun yang menimpamu, maka itu adalah akibat dari ulah tanganmu sendiri. (As Syura 30).

3. Menyadari bahwa LGBT  adalah dosa besar dan dilaknat pelakunya.

Allah Taala berfirman, Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika ia berkata kepada kaumnya: Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji itu sedang kamu melihat(nya). Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu(mu), bukan mendatangi wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak dapat mengetahui (akibat perbuatanmu). (An-Naml 27:54-55).

4. Menjauhi segala sesuatu yang berkaitan dengan gay atau membuatnya menjadi kewanita-wanitaan atau menyerupai wanita.

Sebagaimana dalam hadis. Nabi shallallahu alaihi wa sallam melaknati lelaki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai lelaki, dan beliau bersabda: Usirlah mereka dari rumah-rumah kalian. (Muttafaqun alaih).

5. Jangan sering menyendiri, minta dukungan keluarga dan orang terdekat serta tetap bergaul dengan masyararat.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Sesungguhnya syetan itu bersama orang yang menyendiri, sedangkan ia akan menjauh dari dua orang. (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan dishahihkan oleh al-Albani).

6. Menjauhi makanan yang haram

Karena makanan bisa berpengaruh terhadap sifat manusia. Sebagaimana perkataan Ibnu Sirin, Tidaklah ada binatang yang melakukan perilaku kaum Nabi Luth selain babi dan keledai. (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Ad Dunya dalam kitab Zammul Malaahy). Semoga manfaat

29/02/2016

LGBT dalam Perspektif KH.Hasyim Muzadi

Penjelasan ini disampaikan oleh Mantan Ketua Umum PBNU tentang LGBT di Universitas Indonesia Depok .
Di sampaikan pada hari Rabu 17 Februari pkl 14.00 sd 15.00 wib, intinya adalah sebagai berikut:
1. LGBT adalah sebuah kelainan dalam seks seseorang yg kemudian mempengaruhi psychis-nya menjadi psychosomatik ( kelainan perilaku. )

2. Oleh karenanya mereka harus tetap kita santuni karena mereka sendiri tidak menyukai menyandang kelainan itu. Jangan sekali kali kita perlakukan kasar yg melukai perasaan hatinya.


3. Guna memperkecil jumlah LGBT perlu prevensi sejak kecil apabila ada tanda2 anak2 terpengaruh kelainan perilaku  seks karena pergaulan .

4. Buat anak dewasa yg sudah terlanjur, apa boleh buat .Bagaimana caranya agar tidak menular kemana mana .


5. Yang harus kita cegah adalah kampanye LGBT untuk tidak lagi  memperbanyak populasinya. Mereka yg kampanye kebanyakan bukan penderita LGBT tapi mengambil manfaat dari isu LGBT, baik popularitas maupun komersial melalui media dan kemasan HAM.

6. Informasi dari para ahli psychiatri , sekitar kl 20 % saja orang yg jadi LGBT secara kodrati ( given )  yg 80 % karena pergaulah dan penyesatan informasi .


7. Jadi yg kita "lawan bukan LGBT yang ( kodrati/given )" tapi "kampanye sosialisasinya" yg memang merusak agama dan budaya . Karena tidak ada satupun agama di dunia yg memperkenankan sosialisasi itu . Tentu yg pantas setuju adalah org yg tidak beragama.

8. Khusus kaum muslimin Indonesia saya ingatkan agar menjaga anak2 di keluarga, maka semua khatib dan takmir masjid, para dai/muballigh seluruh Indonesia seharusnya memberikan penjelasan proporsional kepada umat , bahwa LGBT adalah kelainan, bukan masalah HAM atau demokrasi .

9. Semoga Allah Swt tidak menghukum kita karena dosa2 kita ,sebagaimana terjadi pada zaman Nabi Luth alaihissalam . 


Klik disini

23/02/2016

Bebek Homo

BEBEK MUDA vs BEBEK TUA
Di sebuah Peternakan bebek ada 25 Bebek Betina dan 1 Bebek Jantan, tapi udah Tua dan udah lewat masa produktifnya
Pemilik peternakan membeli lagi 1 Bebek Pejantan muda.
Bebek tua merasa tersaingi ..
Bebek Tua : " Heii kamu, jangan serakah ya ....
Bebek betina kan ada 25
Kamu boleh ambil 15 ekor,
10 ekor lainya untuk aku .."
Bebek Muda : " Mana bisa .. Kamu kan udah Tua, sudah loyo, pokoknya semua bebek betina buat saya"
Bebek Tua : " Kalau gitu kita lomba aja, Siapa yang menang boleh ambil semua Betina yang ada disini ........"
Bebek Muda : " Boleh, mau Lomba apa..................? "
Bebek Tua : " Lari 100 meter aja .. Karena aku udah tua .. Aku minta untuk lari duluan 15 meter di depan kamu, gimana...........?"
Bebek Muda: " Hehehe .. Boleeh deeh .."
*Lomba lari pun dimulai.. *
Bebek tua lari dulu 15 meter baru bebek muda lari menyusul..
Saat hampir menyusul bebek tua, tiba2 si bebek muda menggelepar, mati sekarat karena .. disambit sama pemilik peternakan ..
Sambil memungut bebek muda yang sudah mati tadi pemilik peternakan. menggerutu :
"Haduh.. INI BEBEK HOMO Ke 10 yang Gue Beli, bukan ngejar Betina, malah ngejar2 Pejantan Tua"
Bebek Tua : "Senior kok di Lawan"
Say No to LGBT..✋🏼

Seruan Bagi Kaum LGBT

Gerakan Pemuda Ansor Jombang Kota berkomitmen untuk terus mengajak sahabat/i agar segera kembali kepada ajaran agama, apapun agamanya.
Jika kami dibutuhkan, kami siap membantu sahabat/i agar berkenan kembali kepada ajaran agamanya.
Jombang kami adalah kota yang tercinta bagi kami.

Adapun tugas sesama muslim adalah saling menyampaikan ajakan (dakwah) untuk menuju kebaikan. 
Rasulullah pun tugasnya hanyalah menyampaikan (Ma'ala ar-rasuli illa al-balagh).
Didalam ajakan kami, selalu dilandasi sejumlah karakter dasar komitmen kami, yaitu : lemah lembut, tidak keras dan kasar, penuh maaf, bermusyawarah (mendengar pendapat orang lain) dan kemudian bertawakal kepada Allah akan hasilnya. 
Seperti yang telah difirmankan Allah : "Maka disebabkan rahmat dari Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka. Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad maka bertawakalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepadanya." 
(QS. Ali Imran (3) : 159).

Semoga bermanfaat. 
Aamiin ya rabbal'alamiin.

LGBT, Marilah Kembali Kepada Agamamu

Membiarkan perkembang biakan kaum Lesbi,Gay,Biseksual,Transeksual,Queri dan Interseksual (LGBTQI) tidak lebih dari pada menyetujui berkembang biaknya bangsa binatang yang berwujud manusia, bahkan binatangpun masih lebih terhormat dari pada bangsa ini.
Sudah menjadi sebuah kepastian dimuka bumi ini, bahwa berkembang biaknya kaum pemuja syahwat ini identik dengan undangan murka Allah agar segera diturunkan.
Berikut ini cuplikan dari isi posting  Ustadz DR Muslih Abdulkarim, di Masjid Brimob Kelapa Dua ttg LGBT :
Membiarkan LGBT berarti menyiapkan diri dan bumi tempat kita berpijak utk mendapat murka Allah SWT.
Ada dua macam tarikan  negatif yg mesti kita kendalikan. Pertama Hawa nafsu, kedua syahwat.
Selama ini dua hal itu kita anggap sama, padahal tidak. Hawa nafsu itu tarikan yg sifatnya ke arah ego. Sedangkan syahwat itu tarikan yang sifatnya fisik/material. Silakan cek al Qur’an.
Kata syekh Abdul Qadir al-Jailani, puncak dari mempertuhankan hawa nafsu adalah mempertuhankan diri sendiri, yg tercermin dari ucapan Firaun yang menyatakan dirinya Rabb (tuhan pemelihara).
Sedangkan puncak dari pemujaan terhadap syahwat adalah homoseksual. (kisah kaum nabi Luth).
Kenapa kita mesti concern ttg LGBT, karena kalau kita lihat di Quran hukuman bagi para pemuja Hawa nafsu itu beda dengan hukuman bagi pemuja syahwat.
Pemuja hawa nafsu seperti Firaun, yg dihancurkan itu cuma Firaun dan tentara nya saja. Kota mesir nya masih tetap ada.
Sedangkan pemuja syahwat itu dihancurkan sampai ke bumi tempat mereka berpijak. TOTAL!!!  Artinya kucing dan tikus liar yg numpang makan di situ ikut terkena bencana.
Dan itu bukan hanya kejadian di kota Sodom. Kita lihat pola yg sama di Pompeii, lalu di sebuah dusun kecil, Lagetang. Semuanya polanya sama. Pemujaan terhadap syahwat -> melampaui batas sampai muncul perilaku homosex -> nunggu bencana.
Bahkan itu juga yg terjadi menjelang kiamat... Dalam hadits, digambarkan manusia hilang malunya sehingga biasa untuk ngeseks di pinggir jalan.
Jadi menurut yg saya pahami, perilaku homosex tidak boleh dibiarkan begitu saja. Harus kita cegah... Tentunya bukan dengan memusuhi pelaku. Tapi yg kita cegah adalah tersebarnya paham tersebut.
Setidaknya bertindak agar jelas posisi kita. Misalnya tidak beli kopi di Starbucks, atau kalo mampu, melakukan counter campaign atau penyadaran bagi para homosex.
Sebagai penutup, saya ingin mengutip sebuah kisah tentang keberpihakan. Di saat Nabi Ibrahim dibakar raja Namrud, seekor semut membawa setetes air. Seekor burung kemudian bertanya, "untuk apa kamu bawa air itu?"
"ini air untuk memadamkan api yg sedang membakar kekasih Tuhan, Ibrahim."
"Hahaha... Tak akan guna air yg kamu bawa" kata burung.
"Aku tahu, tetapi dengan ini aku menegaskan di pihak manakah aku berada".|| dgn men SHARE ini makin menegaskan saya ada di pihak mana ..
Wallahua'lam.
( Ustadz DR Muslih Abdulkarim, di Masjid Brimob Kelapa Dua tentang LGBT )

Masih Seputar LGBT

Marilah kembali pada jalan yang benar, kami masih menerima sahabat/i yang ingin kembali kepada jalan yang benar.
Berikut ini adalah  sharing kisah dari rekan-rekan di Lembaga Amil Zakat Tabung 
Amanah Umat (Laz Tamu).

Satu hari, mereka turun tangan mengurus jenazah di kawasan Tanjung Priuk. Hanya saja, mayat itu beda dari biasanya. Dua bidang dadanya menonjol, seperti payudara wanita. Padahal, kemaluannya jelas laki-laki.
"Dia ini banci, Pak. Dadanya pakai silikon."
Sebelum dimandikan, petugas Laz Tamu sedikit kerepotan. Tak mungkin ia dikuburkan dalam kondisi dada disempal silikon. Sama halnya dengan feses (tinja), silikon itu pun harus disingkirkan.
Pelan-pelan, dada si mayit dipencet. Sedikit demi sedikit, cairan yang juga dikenal untuk kebutuhan industri itu merayap keluar. Zatnya bercampur darah dan nanah. Yang anehnya terus-menerus mengalir, seolah tak mau berhenti. 
"Astaghfirullah. Kenapa bisa begini?"
Kisah sedih tidak sekali terjadi pada jenazah LGBT. Seolah ada i'tibar yang Allah beri. Berulang-ulang. Sampai hari ini.
Masih ingat kisah Adesagi Kierana? Perancang busana para artis itu dicabut nyawanya di kamar mandi. Dalam kondisi bugil. Bersama pasangan prianya. Menurut polisi, keduanya keracunan gas pemanas air yang mengandung karbon monoksida. Saat keduanya sedang berbuat dosa, mereka menghirup racun di udara. Kehabisan oksigen. Lemas. Pingsan. Mati dengan kulit bintik-bintik merah. Kuku-kuku menghitam.
Jangan lupa juga kisah waria Mayang yang meninggal di tangan pasangannya sendiri, Marcus Peter Volke. Bukan hanya memotong-motong tubuh, Volke memanggang Mayang di oven. Lanjut merebusnya di panci karena terkendala aliran listrik. Sedangkan potongan-potongan tubuh lain dimasukkan begitu saja ke dalam kantong plastik.
Sebelum polisi meringkusnya, Volke kabur lewat balkon. Pikirannya kalut, seperti orang gila. Tak tahan lagi, Volke menggorok lehernya sendiri. Mayatnya ditemukan di gerobak sampah, di jalan sebelah komplek apartemennya.
Kawan, setiap orang pasti meninggal. Persoalannya bukan kapan, tapi bagaimana kondisi kita saat ajal tiba.
"Setiap yang hidup akan merasakan mati, dan Kami menguji kamu dengan keburukan dan kesenangan sebagai cobaan; dan kepada Kamilah kamu akan kembali" (Q.S. al-Anbiya: 35).
LGBT perlu sampai pada renungan ini. Bahwa kebahagiaan yang mereka kejar di dunia dapat terhenti kapan saja.
Pertanyaannya:
Apakah mereka benar-benar ingin meninggal dalam keadaan menuruti hawa nafsu? Inikah kematian yang mereka idam-idamkan? Apakah kenikmatan yang mereka buru itu lebih besar dibanding kengerian saat Izrail datang?
"Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek?" (H.r. Bukhari)
Hidup hanya sebentar. Ujian cuma sementara. Setelah itu akhirat yang panjang, tanpa akhir, tak berkesudahan.
Amatlah sedih jika untuk tersenyum sejenak, harus menerima konsekuensi sengsara. Lalu, atas nama apa, kecenderungan itu harus dibela mati-matian? 
Jangan hanya ingat hidup, tapi juga ingat mati. Ingat neraka. Ingat Allah 'Azza wa Jalla.
Yuk, tobat nasuha. Istighfar dari hati. Minta ampun atas semua salah selama ini. Jangan ditunda lagi. Jangan putus asa. Karena dosa sebesar apa pun, bisa dihapus dari kitab catatan.
Jangankan LGBT, pembunuh 100 jiwa pun dapat Allah masukkan ke dalam surga. Itu karena ia memutuskan hijrah sebelum dia meninggal. Padahal saat itu dia belum lagi ibadah. Baru dalam perjalanan menemui orang yang bisa membimbingnya ke jalan terang.
Insya Allah, harus optimis. Insya Allah, pasti bisa. Semoga Allah menyertai kalian. Niat baik kalian. Dan melepaskan kalian dari belenggu-belenggu syaithan.
Aamiin. Allahumma aamiin!