Showing posts with label Shodaqoh Jariyyah. Show all posts
Showing posts with label Shodaqoh Jariyyah. Show all posts

16/09/2016

WARIS

WARIS


Saat ngaji rutinan Senin (12/9/2016), Pengasuh PP Al Muhibbin Bahrul Ulum Tambakberas KH Jamaludin Ahmad sempat menceritakan pentingnya pembagian warisan. ’’Saat Kiai Fattah, mertua saya meninggal, yang sambutan pada peringatan tujuh harinya adalah KH Bisri Syansuri (salah satu pendiri NU dan pendiri Pesantren Mambaul Maarif Denanyar),’’ kata Kiai Jamal.
’’Kiai Fattah ini menantunya Kiai Bisri. Tapi Kiai Fattah meninggal lebih dulu dari pada Kiai Bisri,’’ jelasnya.

’’Saat sambutan tujuh harinya itu, Kiai Bisri memerintahkan keluarga menyelesaikan pembagian warisnya sebelum peringatan 40 hari,’’ paparnya.

Keluarga, kata Kiai Jamal, akhirnya bekerja keras menjalankan amanah tersebut. ’’Tepat 40 harinya, pembagian waris akhirnya selesai,’’ jelasnya. ’’Semuanya diwaris. Sampai-sampai pakaian Kiai Fattah yang masih layak pakai pun diwaris,’’ tambahnya.

Hal itu menunjukkan pentingnya pembagian waris. ’’Kiai Bisri itu ahli fikih, ahli syariah, dan beliau sangat mementingkan pembagian waris. Berarti perkara waris ini sangat penting,’’ tandasnya.

Lalu apa hikmahnya pembagian warisan? Kiai Jamal lantas menceritakan pakdenya yakni KH Shodiq pendiri Pesantren Mambaul Huda Genukwatu Ngoro Jombang.

’’Suatu ketika, saya diajak Kiai Shodiq ziarah makam sahabatnya di Tulungagung,’’ kata Kiai Jamal. Selama di makam, Kiai Shodiq menangis. Kiai Jamal pun bertanya kenapa Kiai Shodiq menangis. ’’Koncoku wis dicepaki kasur sutra permadani, Mal. Wis dicepaki panganan sing uwenak-uwenak. Tapi tangane dibondo (diikat) sehingga tidak bisa ndemok (nyentuh),’’ cerita Kiai Jamal menirukan jawaban Kiai Shodiq. Kiai Shodiq menangis karena kasihan sahabatnya belum bisa menikmati nikmat yang diberikan Allah di taman surga yakni alam barzah.

Selesai dari makam, Kiai Shodiq mengajak Kiai Jamal menemui keluarga temannya tersebut.Kiai Shodiq bertanya apakah warisannya sudah dibagi. ’’Sudah dua tahun meninggal ternyata warisannya belum dibagi,’’ tuturnya. Akhirnya sama Kiai Shodiq diminta mengumpulkan semua anggota keluarga. Untuk diberi tahu cara pembagian warisnya. Pembagian waris pun akhirnya dilakukan.         

Semoga ini mengingatkan kepada keluarga kita yang telah meninggal.

Dan apakah sudah dibagi warisannya???
(Rojiful Mamduh)

14/04/2016

Siapa Kaya Siapa Miskin

SIAPA KAYA SIAPA MISKIN...????

Suatu ketika seorang ayah dari keluarga kaya raya, bermaksud memberi pelajaran,
bagaimana kehidupan orang miskin pada anaknya.

Mereka menginap beberapa hari di rumah keluarga petani yang miskin, di sebuah dusun di tepi hutan...

Dalam perjalanan pulang sang ayah bertanya pada anaknya...!!
Ayah : "Bagaimana perjalanan kita...?"
Anak : "Oh sangat menarik ayah..."
Ayah : "Kamu melihat bagaimana orang miskin hidup...?"
Anak : "Ya ayah...."
Ayah : "Jadi, apa yang dapat kamu pelajari dari perjalanan kita ini..?"
Anak : "Yang saya pelajari....,
kita memiliki satu anjing untuk menjaga rumah kita, mereka punya empat anjing untuk berburu.
Kita punya kolam renang kecil di taman, mereka punya sungai yang tiada batas…
Kita punya lampu untuk menerangi taman kita, mereka punya bintang yang bersinar di malam hari...
Kita memiliki lahan yang kecil untuk hidup, mereka hidup bersama alam...
Kita punya pembantu untuk melayani kita, tapi mereka hidup untuk melayani orang lain...
Kita punya pagar yang tinggi untuk melindungi kita, mereka punya banyak teman yang saling melindungi..."

.....Sang ayah tercengang diam mendengar jawaban anaknya...

Lalu sang anak melanjutkan...: "Terima kasih ayah, karena ayah telah menunjukkan betapa miskinnya kita..."

Bukankah ini suatu sudut pandang yang menakjubkan...?

Bersyukurlah dengan apa yang telah kita miliki dan jangan pernah risau dengan apa yang tidak kita miliki~

12/04/2016

KOMUNITAS PEDULI WAKAF

Artikel Setengah Malam
"KPW" (KOMUNITAS PEDULI WAKAF)

komunitas ini
merupakan bagian dari kepeduliaan terhadap berbagai masalah terkait harta wakaf yang terjadi. Realita banyaknya kasus klaim terhadap harta wakaf terjadi.
“Ada banyak kasus Klaim wakaf di jombang Kecenderungan terjadi, Klaim tersebut muncul ketika tanah wakaf sudah terbangun fasilitas baik pendidikan,mushollah, Masjid,panti asuhan,dan bangunan-bangunan lainnya"Bagian Dari Integral  Modal Pembangunan umat dan Bangsa. faktanya di kemudian hari terjadi keributan, baik antara yang menerima wakaf, maupun ahli warisnya yang memberi wakaf ( keluarga Waqif). tanah bisa menjadi perekat dan perangkat terbangunnya kehidupan antar umat beragama.berbangsa,dan bernegara
"Jika sebuah bangunan atau rumah ibadah digusur atau dirubuhkan maka itu berpotensi timbul konflik antar umat beragama,
hanya karena masalah tanah konflik antar umat bisa pecah. Untuk itu, marilah kita semua menyadari begitu pentingnya pengadministrasian tanah wakaf.
yang menjadi pertanyaan
Bagaimana kita generasi pelanjut memutus itu.......?
pengadministrasian tanah wakaf itu penting, sehingga tidak hilang.Niat jariahnya putus, kitalah yang paling berdosa
Untuk itu, agar setiap tanah wakaf segera diurus administrasinya.
ini persoalan yang penting terkait tanah wakaf,
Jangan sampai lagi ada bangunan rumah ibadah yang digusur, karna ini rawan konflik baik antara penerima wakaf maupun ahli warisnya yang memberikan ( keluarga waqif )........
Banyak tanah atau harta benda wakaf  memberi peluang atau memudahkan pihak lain mengklaim. perlindungan terhadap status tanah wakaf menjadi penting. Upaya ini akan dilakukan KPW( komunitas peduli wakaf ),yang membantu masyarakat terkait masalah harta benda wakaf, bahkan dalam penanganan Hukum ( advokad wakaf).
“Kalau perlu gratis tidak dipungut biaya" perlindungan tanah wakaf yang dijalankan KPW perlu disosialisasikan. Ini agar masyarakat tahu bagaimana menjaga tanah wakaf.
“Seperti bagaimana mengurus sertifikat ke notaris dan kelengkapan surat surat"dan itu harus di
sinergi antara badan yang peduli wakaf dan pemerintah yang dibutuhkan guna melindungi wakaf secara maksimal.

Aman wae

23/02/2016

Shodaqoh Jariyyah

Apa yang diminta seorang mayit jika dia diperkenankan memohon kepada Allah SWT..?
Marilah kita simak firman Allah:
رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ
"Wahai Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda [kematian]ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah..." {QS. Al Munafiqun: 10}
Kenapa dia tidak mengatakan,
"Maka aku dapat melaksanakan umroh"
"Maka aku dapat melakukan sholat atau puasa" dll?
Berkata para ulama,
Tidaklah seorang mayit menyebutkan "sedekah" kecuali karena dia melihat besarnya pahala dan imbas baiknya setelah dia meninggal...
Maka, perbanyaklah bersedekah, karena seorang mukmin akan berada dibawah naungan sedekahnnya...
Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda,
“Setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya, hingga diputuskan perkara-perkara di antara manusia.” (HR. Ahmad)
Dan, bersedekah-lah atas nama org org yg sudah meninggal diantara kalian, karena sesungguhnya mrk sangat berharap kembali ke dunia untuk bisa bersedekah dan beramal shalih, maka wujudkanlah harapan mrk...
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwasanya ada seseorang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian dia mengatakan,
“Wahai Rasulullah, sesungguhnya Ibuku tiba-tiba saja meninggal dunia dan tidak sempat menyampaikan wasiat padaku. Seandainya dia ingin menyampaikan wasiat, pasti dia akan mewasiatkan agar bersedekah untuknya. Apakah Ibuku akan mendapat pahala jika aku bersedekah untuknya? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya”. (HR. Bukhari & Muslim) *
Dan, biasakan, ajarkan anak-anak kalian untuk bersedekah...
Dan sedekah yg paling utama saat ini adalah; menyebarkan broadcast ini dengan niat sedekah,
Karena siapa saja yg mempraktekkan isi broadcast ini, dan mengajarkannya untuk generasi berikutnya, maka pahala-nya akan kmbali kpd anda insyaAllah
Oleh:
Syeikh Maher al-Mueaqly hafidzahullah
[Imam Masjidil Haram]