11/05/2016

10 Manfaat Menziarahi Makam Nabi

10 (Sepuluh) Faedah Menziarahi Makam Rasulullah

قال بعضهم ولزائر قبر النبي صلى الله عليه وسلم عشر كرامات

Sebagian ulama mengatakan bahwa orang yang menziarahi makam Rasulullah SAW berhak menerima 10 (sepuluh) kehormatan dari Allah.

إحداهن يعطى أرفع المراتب

1. akan diberikan derajat tertinggi di sisi Allah.

الثانية يبلغ أسنى المطالب

2. akan disampaikan pada cita-cita tertinggi.

الثالثة قضاء المآرب

3. akan dipenuhi kebutuhannya

الرابعة بذل المواهب

4. akan diberikan banyak anugerah Allah

الخامسة الأمن من المعاطب

5. akan diselamatkan dari bencana

السادسة التطهير من المعايب

6. akan dilindungi dari aib

السابعة تسهيل المصاعب

7. akan dimudahkan dalam kesulitan

الثامنة كفاية النوائب

8. akan diringankan bebanmya dalam musibah

التاسعة حس العواقب

9. dapat merasakan apa yang akan terjadi

العاشرة رحمة رب المشارق والمغارب

10. akan mendapat limpahan rahmat Allah

Sayang sekali kalau kaum muslimin melewatkan kesempatan emas tersebut mengingat banyak sekali keutamaan yang Allah sediakan untuk kaum muslimin  yang menziarahi makam Rasulullah.

Dalil:
Kitab I'anatut Tholibin

Dilema Pelayanan Haji Kemenag RI

Menanggapi wacana pelayanan Haji di KUA yang katanya lebih efektif efisien sebagaimana tulisan saudara diaz pada hari selasa, 10/05/2016-13:53 di  http://haji.kemenag.go.id/v2/content/wacana-pelayanan-haji-di-kua-lebih-efektif-efisien  tentang keinginan Publik agar pelayanan penyelenggaraan haji dilaksanakan di KUA ditanggapi beragam pendapat oleh para aktifis di KUA, Ngarji, adalah kepala KUA di Pasuruan mengatakan bahwa wacana tersebut adalah sia-sia belaka, hal inj disebabkan minimnya sarana dan prasarana KUA serta minimnya SDM yg ada di KUA.
Ngarji juga mengatakan bahwa  " Haji yang sebentar lagi akan lepas dari Kemenag RI, Kok malah dihendel oleh kua...demi efisiensi dan efektivitas.....ya memang sngat strategis dan lbih baikkkkk...tapi SDM KUA nya harus dibenahi, mulai dari gedung kua, sarana dan prasarana serta sdm nya.....! Kalau masih sperti ini saya pikir jauh dari layak....khususnya KUA - KUA pedalaman yg dihuni oleh kepala KUA merangkap smuanya....!
embuh maneh cak....nek gak sido dikelola oleh lembaga lainnn....? Kmdian kua betul2 dibenahi dan diberdayakan...?"
Itu hanya sekedar wacana hoax...., kalau lihat kondisi KUA sekarang saya pikir sangat tidak mngkin........gak tahu kl 5 hingga 10 tahun yg akan datang.....jika memang KUA dipersiapkan untuk ksana ya insyallah bisaaa.....mberikan playanan haji yg maksimal....!"
Demikian tambahnya.

Selain itu, tanggapan lain dr kepala KUA disurabaya, sebut saja namanya Cak Tholhah (nama samaran) mengatakan bahwa wacana tersebut tidak dapat di laksanakan karena telah terbit UU tentang penyelenggaran ibadah haji yang akan dikelola oleh Badan Haji yang nantinya akan bertanggung jawab kepada presiden.

Selain itu, Iswoyo saat dimintai pendapat mengatakan bahwa Wacana tersebut adalah wacana mbel gedes yang tidak perlu dihiraukan.sebab fasilitas sarana yang hingga detik ini masih jauh dari kata memadai.(Vi/Mar/ji)

Tafsir Yang Tak Pernah Selesai

Tafsir yang tak pernah selesai

Memulai menulis Tafsir adalah bagaikan memenuhi jamuan ilahi. Begitu nikmatnya hingga ada sejumlah ulama yang tak sempat menyelesaikannya. Mereka keburu dipanggil oleh Allah Swt.

Kita mulai kisah pertama dengan seorang ulama besar bermazhab Syafi'i. Namanya Jalaluddin Mahalli. Ahli fiqh dan ushul al-Fiqh dari Mesir ini memulai menulis tafsirnya dari pertengahan al-Qur'an, yaitu surat al-Kahfi sampai surat an-Nas. Lalu beliau menulis tafsir surat al-Fatihah. Beliau wafat tahun 1459, tanpa sempat menyelesaikan dari surat al-Baqarah sampai al-Isra.

Enam tahun kemudian, seorang muridnya yang bernama Jalaluddin al-Suyuthi, melanjutkan penulisan tafsir sang guru. Dengan mengikuti corak dan pendekatan yang sama, beliau menulis tafsir surat al-baqarah hingga surat al-Isra. Kerja lanjutan ini diselesaikan dalam 40 hari.  Sejak itu dunia Islam mengenal kitab tafsir dua Jalal, yaitu tafsir jalalain. Ini kitab tafsir yang sangat populer di dunia pesantren.

Kisah kedua. Syekh Muhammad Abduh memberikan kuliah Tafsirnya di Mesir. Muridnya yang bernama Syekh Rasyid Ridha mengumpulkan catatan tersebut dan mengusulkan untuk menerbitkannya dalam surat kabar. Semula sang guru menolak, namun akhirnya menyetujui. Abduh sempat menyampaikan kuliah-kuliah tafsirnya dari surah al-Fatihah sampai surah an-Nisa ayat 125 kemudian beliau wafat, dan Rasyid Ridha selanjutnya menafsirkan ayat-ayat al-Qur'an sendirian sampai dengan ayat 51 surah Yusuf. Rasyid Ridha meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil  pada tahun 1935. Tafsir al-Manar yang merupakan kolaborasi guru dan murid ini terhenti pada jilid 12. Dan tidak ada yang menyelesaikannya sampai sekarang.

Kisah ketiga. Muhammad Abu Zahrah seorang ulama terkemuka dari Mesir. Banyak sekali menulis berbagai kitab yang dijadikan rujukan para pelajar dan mahasiswa. Beliau menulis kitab Ushul al-Fiqh, sejarah mazhab dan biografi sejumlah imam mazhab. Yang tidak banyak dibahas adalah beliau juga menulis kitab Tafsir.  Sayang sebelum sempat menyelesaikannya beliau keburu wafat. Beliau wafat saat memegang pena tengah menulis tafsir surat al-Naml ayat 19. Tafsirnya kemudian diterbitkan dengan judul Zahrat at-Tafasir sebanyak 10 jilid. Belum ada yang meneruskan beliau menyelesaikan kitab tafsir ini.

Para ulama di atas telah berupaya mencurahkan waktu, tenaga dan pikiran mereka untuk menjelaskan kandungan ayat al-Qur'an. Kita sekarang memiliki banyak sekali menu hidangan ayat ilahi dari berbagai kitab tafsir yang ditulis oleh para ulama.

Keragaman penafsiran menjadi sebuah keniscayaan. Semakin banyak kitab tafsir yang kita baca akan semakin dalam kita memahami ayat ilahi. Semakin luas kajian kita, semakin kita tak mudah terpuaskan hanya dengan membaca satu kitab tafsir. Sayang saat ini banyak kalangan yang hanya mau mengikuti satu penafsiran saja dan dengan enteng menyalahkan penafsiran ulama lainnya.

Tafsir memang tidak akan pernah selesai. Akan selalu muncul penafsiran baru, dari kitab tafsir baru yang ditulis oleh para mufassir generasi berikutnya. Bismillah...

Tabik,

Nadirsyah Hosen
Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama
Australia - New Zealand

08/05/2016

Musker PCNU Jombang Tolak Faham anti NKRI

Hasil pleno komisi rekomendasi pada Muskercab PCNU Kabupaten Jombang menetapkan hal hal di antaranya sebagai berikut:

1. PCNU meminta kepada PBNU agar mendesak pemerintah membubarkan semua organisasi yg anti pancasila & menolak NKRI.
- PCNU mendesak kepada pemkab jombang untuk melarang keberadaan organisasi yg menolak NKRI  dan anti pancasila di Kabupaten Jombang.

07/05/2016

Indonesia Dalam Darurat PKI

Diskusi grup

Hasil diskusi di group TNI :                

1. Fakta bahwa faksi merah neo PKI sedang bergerak ke permukaan untuk mendapatkan permintaan maaf dan pengakuan serta pencabutan larangan thd komunisme di indonesia

2. Paham komunisme di dunia ini yg tersisa hanyalah di tiongkok dan korea utara                                            

3. Fakta bahwa pemerintah sekarang sangat ber afiliasi ke tiongkok membawa angin segar berkembangnya paham komunisme (baru ala tiongkok) di indonesia                                              

4. Umat islam sebagai kelompok terbesar penentang komunisme sedang terpecah belah                       

5. TNI tidak memiliki daya tawar dalam per politikan negara ....

Indonesia Darurat PKI

DARURAT INDONESIA
DARURAT ISLAM

KH Hasyim Muzadi mengemukakan pagi ini bahwa situasi saat ini sudah tiba pada "Darurat Indonesia dan Darurat Islam".
Bangkitnya kembali PKI sudah semakin marak dan melebar. Aktivis2 PKI sudah memegang posisi strategis dalam kepemimpinan dan birokrasi NKRI.
KH Hasyim sudah menyampaikan itu kepada Jokowi tetapi tidak ada respon apapun, dan semua orang tidak perlu berpikiran cerdas untuk mengerti kenapa tidak ada respon.
NU sendiri sudah dimasuki tidak hanya oleh kaum Liberal dan Syiah, tapi juga oleh PKI.
Kiai Hasyim mengemukakan kalau tidak ada upaya apa-apa dari para tetua Negeri ini maka konflik horisontal dan perang antar rakyat kemungkinan besar tidak bisa dihindarkan.

05/05/2016

Dialog Iblis dan Fir'aun

ORANG YANG LEBIH BURUK DARI IBLIS DAN FIR'AUN

Suatu hari Iblis mendatangi Fir'aun dan berkata, "Apakah kau mengenaliku?"

"Ya," sahut Fir"aun.

"Kau telah mengalahkanku dalam satu hal." Sambung iblis

"Apa itu?" Tanya Fir'aun penasaran.

"Kelancanganmu mengaku sebagai tuhan. Sungguh, aku lebih tua darimu, juga lebih berpengetahuan dan lebih kuat ketimbang dirimu. Tapi aku tidak berani melakukannya."

"Kau benar. Tapi aku akan bertobat," kata Fira’un.

"Jangan buru-buru begitu," bujuk Iblis la'natullah 'alaih, "Penduduk Mesir sudah menerimamu sebagai tuhan. Jika kau bertobat, mereka akan meninggalkanmu, merangkul musuh-musuhmu, dan menghancurkan kekuasaanmu, hingga kau tesungkur dalam kehinaan."

"Kau benar," jawab Fir’aun, "Tapi, apakah kau tahu siapa penghuni muka bumi ini yang lebih buruk dari kita berdua?"

Kata Iblis, "Ya. Orang yang tidak mau menerima permintaan maaf orang lain. Orang itu lebih buruk dariku dan darimu."

Dikisahkan dari kitab an-Nawadir karya Syekh Syihabuddin Ahmad ibn Salamah al-Mishri al-Qulyubi asy-Syafi‘i halaman. 57 (cetakan surabaya haramain)

04/05/2016

Peringatan KH.Hasyim Muzadi untuk HTI

KH HASYIM MUZADI MEMPERINGATKAN HIZBUTTAHRIR INDONESIA ( HTI )

1. Hari rabu 4 mei 2016 jam 12.00 sd jam 14.15 pimp pusat Hizbuttahrir berkunjung ke kediaman KH.Hasyim muzadi di pesantren depok untuk mendiskusikan masalah keagamaan dan kebangsaan .


2. Disampaikan kepada HTI hendaknya jangan ada sedikitpun keinginan serta tema2 perjuangan HTI seperti " penegakan hilafah" , "tidak setuju NKRI dan pancasila" yg dapat  dikesankan HTI akan membuat negara baru . Sebenarnya HTI cukup mengisi indonesia dg syareat islam rahmatan lil alamin , bukan membuat negara indonesia baru .


3. Dengan adanya membuat tema-tema negara baru,  HTI sama artinya dg mempersenjatai musuh islam ( islamo pobia ) untuk menggunakan kekuasaan negara indonesia guna menyerang HTI dan juga islam . 


4.Pancasila telah diterima kaum muslimin indonesia melalui proses panjang ( -+ 40 th ) maka jangan dipersoalkan lagi . Dimulai dari perjuangan bersenjata :
DI/TII , permesta/PRRI , perjuangan konstitusional melalui konstituante , sampai NU menjadi partai politik , bergabung dg PPP , semuanya tidak ada yg cocok untuk kaum muslimin ,.... akhirnya tahun 1984 menetapkan pancasila sbg asas negara dan islam ahlussunnah sbg idiologi NU sebagaimana tertera dalam khittoh nu . Hendaknya proses panjang ini tidak dicederai .


5. NU/ANSOR  jangan menyelesaikan masalah HTI dg cara kekerasan karena akan terkesan NU/ANSOR  mendiamkan akan timbulnya PKI di indonesia dilain sisi ganas kepada sesama muslim .
Saya yakin PKI jauh lebih berbahaya dari HTI , baik ukuran agama maupun ukuran negara . Bahkan bisa terkesan pengalihan masalah dari PKI ke HTI .


6. Penyelesaian HTI oleh NU/ANSOR hendaknya dimulai dg musyawarah agar NU dapat menjadi pemimpin umat islam indonesia.

7. Semoga himbauan saya didengar HTI . Tidak perlu khilafah , terimalah NKRI dan pancasila .


8.  NU/ANSOR  jangan terkecoh kepada islamo pobhia .


(
A hasyim muzadi pesantren mahasiswa alhikam depok)