13/11/2016

Turba Ranting Plosogeneng

Pada hari sabtu, 12/11/2016 dilaksanakan Turba PAC Ansor Jombang Kota ke Ranting Plosogeneng. Bertempat di rumah H. Qonadi, serta dihadiri pula oleh pengurus ranting NU setempat. Sebagaimana biasanya, pada kesempatan kali ini juga dilaksanakan pendataan anggota baru dan pemotretan.


10/11/2016

Turba ke-6 Di Ranting Jombang

Turba di Ranting Jombang ini dilaksanakan pada hari Kamis, 10/11/2016 di Masjid Baiturrahim. Agendanya selain silaturrahmi dengan masyarakat setempat, juga pelaksanaan sesi foto bagi anggota yang sudah stor data tapi belum foto. Tercatat ada 30 orang lebih yang melaksanakan sesi foto. Jumlah yang terbilang banyak, apalagi selama ini Ranting Jombang fakum.

Menurut M. Fathoni Mahsun, ketua PAC Ansor Jombang Kota, perlunya Ansor hadir di Ranting Jombang adalah untuk melakukan penguatan terhadap civil society agar lebih bisa mewarnai lingkungannya. Mengingat lingkungan Ranting Jombang yang dekat pasar dan di tengah kota, yg sifatnya urban.

TERUNGKAP, PEMBUNUH JENDERAL MALABBY

Kyai Mas Ahmad Marzuqi yg lebih dikenal dengan Mbah Koncer adalah sosok misterius terbunuhnya Jenderal Mallaby. Berikut BC yang kami terima dari santri beliau saat selesai diskusi mengenang Hari Pahlawan 10 Nopember.

Asslmkm wr.wb #Edisi Mengenang# Monggo kirim hadiyah Al-Fatihah, Yaasiin, dan Tahlil kagem para pahlawan dan masyayih qta, ter khusus dumateng Yai Mas Ahmad Marzuqi(Mbah Koncer)Pimpinan Tentara Hizbulloh Sby. Romoipun Yai Mas Abd Wahid Naufal Alm., mertuaipun Yai Mas Ahmad Nawawi lan mertuaipun Yai Mas Luqman Hakim Alm. Yang telah membunuh Jendral Mallaby, tp berhubung beliau seorang sufi, maka beliau tidak berkenan dimasukkan sejarah. Sebagaimana poro sesepuh dan Yai2 Dresmo yang tidak berkenan di bangunkan monumen pahlawan di tanah Dresmo karena mereka para sufi yang sangat ikhlas. Ngapunten cerita ini qlo dapat dg bertanya lansung dateng Yai Mas Wahid Naufal Alm. Satu mobil ketika mau Ceramah agama ke daerah Gresik. Ngapunten poro Mas, poro Yai, qlo ngelancangi, menawi mboten kerso atawin lepat qlo nyuwun gunging samudro pangaksami, dalam hati qlo mboten wonten niat aneh2, namung kepingin mengajak teman2 santri Al-Haqiqi mengenang Beliau2, cz menurut qlo ini sejarah yg mungkin teman2 belum ketahui, monggo yang percaya Film Sang Kyai, yg membunuh jendral Mallaby adalah Harun, santri tebuireng, tp menggah qlo ingkah leres Pahlawan yang membunuh Jendral mallaby adalah Mbah Koncer. Karena dr MI dlu di buku sejarah yang tertulis ada 2 fersi, pertama Mallaby terbunuh tapi tidak di ketahui pembunuhnya, versi kedua Mallaby kebingungan karena tentaranya kocar-kacir sehingga dia bunuh diri. Ngapunten ampun dados penggalih, intinya tujuan qlo ngeshare niki monggo kirim do'a dumateng poro pahlawan, terutama Mbah Koncer. Matursuwun. Wasslmkm wr.wb.

06/11/2016

Penataan pengurus Ranting Jombang

Ranting Jombang sedang membenahi pengurusnya. Selama ini kepengurusan di ranting ini tidak begitu aktif, karena personelnya tinggal beberapa orang. Saat ini mulai direkrut lagi anak-anak muda setempat, tercatat sampai 3/november/2016 sudah ada 20 anggota baru. Menurut Anam jumlah tersebut masih akan bertambah.
Dalam acara tersebut juga dibahas persiapan turba PAC Ansor Jombang Kota ke Ranting Ansor Jombang pada tanggal 10/november/2016. Adapun susunan pengurus nya adalah:
1⃣- KETUA  :      MOCH. BUSHRO
        WAKIL   : 1-  ABD. KHOLIQ
                         2- ...........................
                         3- M.SAIFUDIN
2⃣- SEKRETARIS :   M.SYAFI'UL ANAM
                         1- WAHYUWONO
                         2-ACH.FATKHUROHMAN
                         3- MOCH. MA'MUN
3⃣- BENDAHARA :     SUHARI YANTO
                                 1- KHUSNAN
                                 2- MUNJIYAT
                                 3- BASUKI        

04/11/2016

Turba ke Ranting Banjardowo

Rangkaian turba PAC Ansor Jombang Kota memasuki putaran ke empat, setelah sebelumnya di Ranting Sambong Dukuh pada 28/10/2016, Ranting Jabon pada 29/10/2016, Ranting Mojongapit pada 30/10/2016, kini pada 2/11/2016 giliran  Ranting Banjardowo. Tepatnya di Mushola Darul Muttaqin Dusun Sendangrejo.

Agenda di Sendangrejo ini mengunjungi pelaksanaan rutinan Rijalul Ansor Anak Ranting Ansor Sendangrejo, yang diisi dengan pembacaan tahlil, istighosah, dan diba'an. Dalam sambutannya, ketua PAC Ansor Jombang Kota mengatakan bahwa walau dalam PDPRT Ansor tidak ada istilah anak ranting, tapi hal ini sah-sah saja dilakukan, untuk mewadahi semangat sahabat-sahabat Sendangrejo.

Pertimbangan lainnya adalah karena Sendangrejo berada di ujung barat daya dari Desa Banjardowo. Sedangkan Desa Banjardowo sendiri sangat luas, terdiri dari 7 dusun. Jarak Sendangrejo dengan Polpait, dusun paling utara, sekitar 7 Km.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan sesi pemotretan, untuk melengkapi data Sigap yang belum ada foto nya.

03/11/2016

TAUBAT PEZINA

TAUBAT PEZINA 
Saat ngaji kitab Riyadussolihin di Islamic Center Unipdu Rejoso Rabu (2/11/2016), Wakil Rektor Unipdu Dr KH Zulfikar As’ad (Gus Ufik) menerangkan tentang fadilah bertaubat. Beliau lantas menceritakan seorang wanita yang menghadap Nabi Muhammad SAW dalam kondisi hamil. ’’Dia ini hamil akibat berzina. Dia datang untuk bertaubat dan minta dihukum rajam oleh Nabi,’’ jelasnya. Nabi tidak serta merta menyetujui permintaan wanita tersebut. Nabi bertanya, apakah ada saksi? Wanita itu itu menjawab tidak ada. ’’Namun saya yakin Allah maha tahu,’’ tuturnya. Saat berbuat maksiat, kita tidak boleh cerita pada orang lain. Dengan demikian, Allah mudah mengampuni. Tapi kalau sudah cerita pada orang, maka orang tersebut akan menjadi penuntut kita di akhirat. Saat Allah hendak mengampuni, teman kita tadi akan menuntut agar kita dihukum.   Makanya tidak boleh mengumbar cerita perbuatan maksiat. Seratus kali kita cerita perbuatan maksiat yang kita lakukan, maka Allah akan mencatat  perbuatan maksiat itu seratus kali. ’’Nabi lalu meminta wanita itu pulang dan kembali setelah melahirkan,’’ lanjut Gus Ufik. Setelah melahirkan, wanita itu balik lagi. Oleh Nabi, wanita itu disuruh menyusui anaknya hingga dua tahun.   Setelah tidak menyusui, wanita tersebut kembali minta hukuman kepada Nabi. Dia juga menyatakan bahwa sudah ada keluarga yang bersedia merawat bayinya. Nabi lalu menjatuhkan hukuman rajam. Hingga wanita tersebut meninggal. Nabi lalu menshalati wanita tersebut. Sahabat Umar protes. ’’Nabi, orang zina kok dishalati?’’ Nabi lalu menjawab. ’’Jika taubat wanita ini dibagi untuk 70 ahli madinah, maka itu lebih dari cukup,’’ jelas wakil ketua PCNU Jombang yang juga ketua Arsinu PBNU ini. Ini membuktikan bahwa taubat wanita tersebut diterima oleh Allah. ’’Dalam satu riwayat diceritakan bahwa anak wanita tersebut akhirnya menjadi orang alim. Ini merupakan bukti bahwa dalam Islam tidak ada dosa warisan,’’ tutur pengasuh PP Darul Ulum Rejoso ini. Gus Ufik juga berpesan agar para mahasiswa menjauhi perzinaan dan hati-hati memilih pergaulan. Apalagi saat memilih pasangan. ''Kehidupan Anda sekarang, akan sangat menentukan masa depan,'' pungkasnya. (rojiful mamduh)

RIDLO GURU

RIDLO GURU 
 Saat ngaji dalam haul ke-34 KH Abdul Malik Hamid dan haul ke-61 KH Hamid Hasbullah di PP Al-Muhajirin 3 Bahrul Ulum Tambakberas Sabtu (29/10/2016) Wakil Rois Am PBNU, KH Miftahul Ahyar, meminta agar orang tua hanya mengirimkan rezeki yang halal kepada putra-putrinya yang ada di pondok. ’’Kalau yang dikirimkan tidak halal, nanti anaknya di pondok ora gelem ngaji,’’ tuturnya. Makanan dan minuman yang halal, kata Kiai Miftah, merupakan syarat mutlak agar anak berhasil dalam mencari ilmu. ’’Yang juga diperlukan agar anak berhasil di pondok adalah doanya orang tua dan ridlonya guru,’’ paparnya. Soal ridlo guru ini, saat ngaji di TV 9, Jumat (28/10/2016), Habib Abu Bakar bin Hasan Assegaf menjelaskan bahwa jika ada santri disuruh guru kok pakai tanya kenapa? Maka selamanya santri itu tidak akan memperoleh kebaikan. Beliau lantas mengisahkan seorang guru yang bercanda kepada muridnya. Guru itu bilang, jika kamu tidak membawa kepala bapakmu kesini, maka kamu belum aku anggap murid. Santri itu langsung pulang. Dia mengambil golok. Masuk ke kamar bapaknya. Dia melihat bapaknya sedang berhubungan dengan sang ibu. Tanpa bicara, si bapak langsung di gorok. Kepalanya dibawa kepada sang guru. Si guru kaget dan bertanya. Kepala siapa ini? ’’Ini kepala bapak saya. Saya bawa kesini karena guru tadi merintah demikian.’’ Si guru bilang, aku tadi cuma bercanda. ’’Bagi saya, apapun perkataan guru harus saya lakukan,’’ jawab si murid. Si guru kemudian tanya. Kamu tahu kepala siapa ini? ’’Kepala bapakku,’’ kata si murid. ’’Bukan,’’ kata si guru. Ini kepala orang kafir yang memprkosa ibumu. Setting cerita itu, ternyata terjadi pada masa penjajahan. Intinya, perintah guru, selalu ada hikmahe. So, santri mutlak harus taat kepada guru. Makanya waktu ngaji rutinan Jumat legi di Masjid Agung Baitul Mukminin (28/10/2016), pakar tafsir Quran Pesantren Tebuireng KH Mustain Syafiie mengaku setuju guru boleh memukul siswa. ’’Nabi pesan agar anak umur 7 tahun diajari shalat. Usia 10 tahun tidak mau shalat diapakan? Dipukul. Apalagi kalau sudah lebih 10 tahun,’’ paparnya. Namun mukulnya tidak untuk menyakiti, tapi littakdib (untuk membina). Dorbu, dalam Quran, kata Kiai Mustain, semuanya littakdib. Termasuk mukulnya suami kepada istri sebagaiman disebut dalam QS Annisa 34. ’’Kalau mukul untuk membunuh, pasti ada gandengannya. Misalnya dorbarriqob. Mukul di leher. Ini untuk membunuh,’’ jelasnya. Pukulan kiai atau guru ngaji, justru ada karomahnya. Suatu ketika ada anak belajar fatehah. Sampai ayat keenam dia bermasalah. Berulang kali guru bilang mustaQim namun si santri tetap bilang mustaKim. Akhirnya santri ini dipukul. Setelah dipukul, si santri bilang. ’’SaQit Kiai, saQit.’’ Jadi awalnya tidak bisa bunyi qof setelah dipukul langsung bisa.. Rojiful Mamduh

SANGU TAKWA

SANGU TAKWA 
Ada pertanyaan menarik yang disampaikan KH Kholili, Ketua LDNU PCNU Kabupaten Jombang saat saya silaturahmi haji ke beliau Ahad (16/10/2016). Yakni apa bedanya haji dan ibadah-ibadah lainnya? ’’Bedanya adalah, semua ibadah ditujukan untuk takwa. Sedangkan haji, sangunya adalah takwa,’’ ucap beliau lantas mengutip QS Albaqarah 197. Disitu disebutkan bahwa orang haji harus bawa bekal atau sangu. Dan sangu terbaik adalah takwa. Bandingkan misalnya dengan QS Albaqarah 1-5 yang menyebutkan ciri-ciri orang bertakwa. Diantaranya adalah shalat dan zakat. Sehingga dapat dipahami bahwa agar takwa, maka kita harus shalat dan zakat. Bandingkan pula dengan QS Albaqarah 183 yang memerintahkan puasa. Disitu dijelaskan bahwa tujuan puasa adalah agar bertaqwa. ’’Jadi sebelum haji, bekal takwa ini harus benar-benar dipersiapkan,’’ pesannya. Jika haji tanpa bekal takwa, bisa-bisa saat melihat kakbah tak bisa meneteskan air mata. Karena yang terlihat dimatanya hanya seonggok batu. Haji menjadi rukun Islam terakhir yang dilaksanakan Rosulullah. Shalat, menurut Ibnu Katsir, diperintahkan 1,5 tahun sebelum hijrah. Zakat diwajibkan pada tahun ke-2 hijriyah. Puasa juga diwajibkan pada tahun ke-2 hijriyah. Rosulullah SAW berpuasa 9 kali Ramadan. Haji, diperintahkan pada tahun ke-6 hijriyah. Rosulullah hanya haji satu kali pada 10 hijriyah. Sebelum akhirnya meninggal pada 11 Hijriyah. Oia, terkait silaturahmi kepada orang yang baru pulang haji, saat rutinan Ahad Pahing MWCNU Jombang (9/10/2016), Rois Syuriah MWCNU KH Ahmad Hasan Hasibuan sangat menganjurkannya. ’’Allah akan mengampuni dosa orang yang haji. Dan mengampuni orang yang dimintakan ampun oleh orang yang haji. Makanya kalau silaturahmi kepada orang yang baru pulang haji, mintalah doa agar dosa kita diampuni,’’ beber Pengasuh PP As-Saidiyah 2 Bahrul Ulum Tambakberas ini. Sampai kapan batas doa orang haji itu dikabulkan? ’’Sampai tiga bulan setelah haji,’’ pungkasnya. (rojiful mamduh, 08563724499)