11/08/2016

SERIBU BIDADARI

SEWU WIDODARI
 Saat ngaji Hikam Senin (8/8/2016), pengasuh Pesantren Almuhibbin Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, KH Jamaludin Ahmad cerita bahwa kelak di surga setiap pria diberi sewu widodari yang selalu perawan. Ini juga beliau ceritakan saat kilatan kitab Hikayat Ramadan lalu. Kiai Jamal cerita, dulu, Mbah Wahab pernah dapat pertanyaan soal ini. Di masa senjanya, Mbah Wahab kehilangan penglihatan karena diabetes. Meski demikian beliau tetep ngaji kitab. Termasuk ngaji usai salat Jumat di masjid induk. Pengajian ini diikuti umum. Menantunya bertugas membacakan kitabnya. Lalu Mbah Wahab menerangkan. Suatu hari.. Peserta pengajian yang bernama Nawawi tanya. Nawawi : Mbah, apa benar nanti di surga di jatah sewu widodari. Mbah Wahab : bener Wi.. Nawawi : apa kuat Mbah? Mbah Wahab : Kalau di dunia, bojo sewu, yo gak kober celonoan Wi.. Saat itu listrik baru masuk Tambakberas.. Nanti di surga itu seperti saklar ngene iki lho Wi. Di pitek siji, lampu kabeh nyala.. Nawawi : nopo bener widodari niku perawan terus? Mbah Wahab : bener. Besok nango kali brantas Wi. Gowo watu gede. Cemplungno nang kali brantas. Kiro2 kaline mbukak opo ora Wi? Nawawi : mbukak Mbah. Mbah Wahab : enek bekase opo ora Wi? Nawawi : Mboten Mbah Mbah Wahab : nang suwargo jange widodari yo koyok ngunu Wi.. Selamat malam jumat. Dan semoga bisa hadir haul Mbah Wahab sabtu 13 Agustus 2016.

(ROJIFUL MAMDUH)



KIAI SODIQ

KIAI SODIQ  
Saat haul ke-27 KH Shodiq Muslih, pendiri Pesantren Mambaul Huda Genukwatu Ngoro Jombang, Selasa (9/8/2016), Pengasuh Pesantren Al Muhibbin Bahrul Ulum Tambakberas KH Jamaludin Ahmad menceritakan sejumlah keistimewaan Kiai Shodiq.   ’’Kiai Sodiq ini namanya, perkataannya, dan firasatnya, sama. Sodiq semua. Jarang ada orang yang nama dan perkataan serta perbuatannya sama seperti beliau,’’ tutur Kiai Jamal.   Kiai Jamal lantas menceritakan sejumlah mukasyafahnya Kiai Sodiq. Kiai Sodiq ini masih pakdenya Kiai Jamal.
 1.      Kiai Jamal pernah bertanya kepada ibunda Kiai Sodiq. ’’Bu, panjenengan kok bisa punya anak seperti Kiai Sodiq ini bagaimana?’’ kata Kiai Sodiq. Ibunda Kiai Sodiq cerita, beberapa kali punya anak laki-laki selalu lahir meninggal. Akhirnya begitu hamil lagi, sang ibu memutuskan untuk terus berpuasa sampai melahirkan. Hingga lahirlah Kiai Sodiq. ’’Agar bertahan hidup, ibunya memberi nama gudel. Jadi Kiai Sodiq ini kecilnya bernama gudel,’’ jelasnya. Anehnya, tetangga-tetangganya yang sakit selalu minta diludahi Kiai Sodiq kecil yang bernama gudel. ’’Setelah diludahi, ternyata memang sembuh,’’ paparnya. Nama gudel baru di rubah setelah nyantri ke Lirboyo. 

2.      Pada 1980, Kiai Jamal pernah diajak Kiai Sodiq ke makam Mbah Sodiqun Ngoro. Setelah dari makam, Kiai Sodiq bilang; ’’ Aku dan kamu segera berangkat haji, Mal. Cuma lebih dulu kamu.’’ Ternyata benar. Pada 1981, Kiai Jamal haji. Sementara Kiai Sodiq belum. 

3.      Pada 1982, Kiai Jamal diajak Kiai Sodiq ke makam Mbah Abdul Muhyi Pemijahan Ciamis. Setelah dari makam itu, Kiai Sodiq cerita disuruh buat makjud. Cara buatnya seperti ini. Cara merebus dan membungkusnya seperti ini. Dan lain-lain. Makjud itu laris manis. Sampai ke luar Jawa bahkan ke Malaysia. Sehingga akhirnya terkumpul uang untuk berangkat haji buat Kiai Sodiq bersama istri. Pada 1983, Kiai Sodiq akhirnya berangkat haji. ’’Setelah itu, Kiai Sodiq tidak buat makjud lagi. Karena hanya disuruh buat makjud agar bisa haji saja,’’ jelasnya.

 4.      Saat haji, dihadapan kakbah Kiai Sodiq menangis. Beliau memohon kepada Allah agar ditunjukkan  jumlah jamaah haji yang mabrur. Ternyata jumlahnya sangat sedikit. ’’Beliau ditunjukkan dengan dilemparkan segenggam nekeran. Berarti dari ribuan yang haji, yang mabrur hanya sejumlah satu genggam nekeran,’’ jelasnya. Kiai Jamal menambahkan, haji mabrur memang sulit. ’’Agar mabrur, tak boleh maksiat sama sekali. Ini sulit. Karena kadang masih melihat yang maksiat,’’ paparnya. Abi Abdillah Aljauhari, pernah diperlihatkan Allah bahwa dari 600 jamaah haji tahun itu, yang mabrur hanya enam. ’’Itu yang mabrur bi nafsih. Yang lainnya mabrur bighoirihi  yakni karena doanya para wali-wali,’’ jelasnya. 

 5.      Kiai Sodiq pernah mengajak santrinya ke makam Mbah Abdur Rohman Pagerwojo Perak. Kiai Sodiq lalu tanya kepada santrinya. Tadi ketok opo. Santrinya menjawab, saya glambyar kiai. Iyo tapi ketok opo.  Santrinya menjawab ketok atau merasa diberi minum es degan. ’’Karena di sekitar situ memang banyak yang jual es degan,’’ kata Kiai Jamal disambut tawa jamaah. Kiai Sodiq membenarkan penglihatan itu. Dan menyampaikan bahwa santri itu akan dikaruniai anak yang hapal Quran. ’’Ternyata benar.Dari enam anak santri itu, dua hapal Quran,’’ jelasnya. 

 6.      Suatu hari, usai ngaji malam selasa. Paginya usai jamaah Subuh Kiai Sodiq ngadep kearah muridnya. Kiai Sodiq tanya. Tadi ketok apa. Santrinya jawab, glambyar kiai. Iya, tapi sing ketok opo. Santrinya jawab, ketok Mbah Samsun Gayam. Kiai Sodiq membenarkan. Mbah Samsun pamit hendak mati. Tiga hari kemudian, Mbah Samsun meninggal. 

7.      Suatu hari, Kiai Sodiq nyambangi mertua santrinya yang sakit. Kiai Sodiq lalu pesan, mertuamu jangan ditinggal. Dua hari setelahnya, mertua santri itu mati.

 8.      Suatu hari, ada murid Kiai Sodiq yang tidak bisa memamah makanan. Gigit jari saja tak bisa. Karena gigi atas dan bawah tak bisa ketemu. Oleh dokter spesialis, dia divonis kanker sehingga harus operasi. Sama Kiai Sodiq, santri itu disuruh makan reumacyl satu. Lalu tidur telentang dan pahanya disuruh injak-injak anak kecil. Malam hari itu dilakukan, paginya sembuh.

 9.      Suatu hari, ibu salah satu santri datang. Dua tahun lamanya dia tak bisa tidur dan makan. Sehingga sangat kurus. Diperiksakan dokter tak ada penyakitnya. Dalam Ihya Ulumudin juz 3 disebutkan, jika sakit fisik tapi tak ditemukan penyakitnya, berarti harus dibawa ke dokter batin. Sama Kiai Sodiq, ibu itu lalu disuruh suluk di Tulungagung selama 40 hari. Setelah itu, dia sembuh. 

10.   Suatu hari, ada santri radang usus. Sama dokter, tak boleh makan pedas. Oleh Kiai Sodiq, justru disuruh beli Lombok satu kilogram. Lalu diperes dan airnya diminum. Setelah itu, dia sembuh.

 11.   Suatu ketika, ada cewek matanya terus melek satu. Jadi meski tidur, satu matanya tak bisa menutup.  ’’Ini cewek prawan, anake wong sugih. Jadinya gak payu rabi,’’  kata Kiai Jamal. Oleh Kiai Sodiq, disuruh ambil daun kecubung satu. Diremet. Lalu dikecerno matanya. Setelah itu matanya jadi normal.

12.   Suatu ketika, Kiai Jamal diajak Kiai Sodiq ke makam Mbah Abdul Mursyad di utara Pabrik Gula Mrican. Setelah dari makam, Kiai Sodiq bilang. Bahwa namanya bukan Abdul Mursyad. Tapi Abdullah Mursyad. Kiai Sodiq juga bilang, setelah diparani ini, makam itu akan ramai peziarah. ’’Sekarang, makam tersebut memang ramai peziarah," tuturnya..(Rojif)


05/08/2016

SURAT UNTUK MENDIKNAS ANYAR

Dari: Italutfiani
KEPADA: Mendiknas Anyar
Perihal: SURAT TERBUKA BUAT MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BPK. PROF. DR.MUHAJIR EFFENDI, M.AP
_Assallamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh_ Bapak Menteri, perkenalkan nama saya Heri Santoso, S.Pd ; seorang guru dengan tugas tambahan sabagai kepala sekolah di SDN Sumberasri 04 Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar Provinsi Jawa Timur. Bapak Menteri yang saya hormati ; pertama-tama perkenankan saya mengucapkan Selamat atas pelantikan Bapak sebagai Mendikbud yang baru di Kabinet Kerja Jokowi - JK. Sungguh, bukan suatu kebetulan Bapak terpilih dan ditunjuk oleh Bpk Presiden sebagai Mendikbud, tetapi memang kapabilitas dan elektabilitas Bapak tidak bisa diragukan lagi, untuk memimpin kementerian yg "carut marut" ini. Mengapa saya katakan carut marut ? Paling tidak ada 5 indikasi yang menjadi alasan riel dari image tsb. 1. Tentang kualitas dan kuantitas SDM keguruan kita masih sangat memprihatinkan. Guru di Indonesia hampir semuanya sarjana. Bukan cuma guru PNS saja yg harus berijasah S1, GTT sekalipun HARUS S1. Nah, hal inilah yg pada gilirannya menghadirkan ironisme tak ubahnya "lelucon panggung sandiwara". Betapa tidak, semua harus sarjana tapi dulunya dg biaya sekolah sendiri2. Ini hanya terjadi di Indonesia. Sebab, jika seorang telah mengabdi sebagai PNS untuk meningkatkan pengetahuan dlm pendidikan formalnya adalah tanggung jawab pemerintah. Untuk itu Bapak Menteri harus berterima kasih pada kami semua guru yg telah berpartisipasi secara pribadi demi peningkatkan profesionalitasnya tanpa melibatkan pembiayaan dari pemerintah lewat Tugas Belajar. Keprihatinan yang lain adalah untuk menjadi GTT pun harus berijasah sarjana pula. Ini yg kurang bisa dinalar akal sehat. Mengapa demikian ? Untuk mempekerjakan tenaga sarjana TANPA DILINDUNGI OLEH SISTEM KEPEGAWAIAN YG JELAS DAN SISTEM PENGGAJIAN YG TETAP. Akibatnya, GTT di Indonesia (maaf) masih LEBIH BERHARGA ORANG UTAN DI KEBON BINATANG YG PUNYA.KEJELASAN ANGGARAN MAKAN DAN MINUMNYA SERTA UNDANG-UNDANG TENTANG PERLINDUNGANNYA. Di sisi lain, mungkin Bapak Menteri sudah lebih tahu kalau Indonesia SANGAT KEKURANGAN GURU. Dan demi terpenuhi target kurikulum, akhirnya mempekerjakan GTT. Wajar jika GTT identik dg Guru PNS meski gajinya tidak identik. Rata2 tiap bulan seorang GTT di Indonesia hanya berhonorarium sekitar Rp 100.000,- Akan tetapi mereka dg ikhlas untuk mengatakan PENGABDIAN SRBAGAI PAHLAWAN TANPA TANDA JASA. Saya tidak setuju dg sebutan TANPA TANDA JASA !! Sebab sebutan itu nenjadi konyol dan fatal. Tanpa digaji pun siap mengabdi. Ini jelas tidak sinkron dg predikat GURU PROFESIONAL. 2. Masih tentang tradisi carut marut di institusi pendidikan kita. Bapak Menteri harus bisa merentang tentang BENANG KUSUT KURIKULUM. Kita sudah terlalu kusut dg kurikulum dari waktu ke waktu yg terus bermasalah. Puncaknya di era sekarang setelah diberlakukan diberlakukan 2 (dua) jenis kurikulum KTSP dan K-13. Sungguh ironis, di dunia ini hanya terjadi di Indonesia. Untuk itu mohon Bapak Menteri segera membenahi benang kusut tsb. 3. Tentang Tunjangan Profesi Guru yg biasa disebut TPG atau TPP. Bapak Menteri tentu masih ingat awal mula lahirnya TPP karena Bapak termasuk anggota tim perumus. Ruh yg menjiwai TPP bukankah dulu UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN pendidik. Tapi sekarang telah JAUH BERGESER yaitu sebagai variabel pengukuran kinerja guru. Ironis luar biasa. Bahkan ada yg over acting MEMBREDEL TPP hanya karena TIDAK MASUK selama 3 hari, melakukan cuti hamil, umroh dan naik haji. Sudah sangat menyimpang. Saya jadi heran, cuti hamil diatur oleh peraturan perundang-undangan kepegawaian secara sah. Akan tetapi di saat ibu guru cuti hamil kok dibredel TPP-nya ? Di saat naik haji, bahkan ijin sakit dg surat dokter dekalipun dibredel. Ini yg disebut presedent buruk dlm kementerian yg bapak pimpin., bahkan PELANGGARAN HAK ASASI. 4. Tentang tunjangan seorang kepala sekolah dasar ( SD), yg patut ditinjau kembali. Sebab besaran tunjangan tsb tdk relevan dg kinerja seorang pimpinan/direktur/manajer di lembaga satuan pendidikan yg jadi starting point pencerdasan bangsa. Itulah Bapak Menteri Surat Terbuka saya. Saya tidak ingin jadi seorang pahlawan untuk korps kami Guru Sekolah Dasar, tetapi sebagai makhluk yg punya etos dan dedikasi untuk mengabdi pd bangsa dan negara ini, adalah wajar jika membuat usulan lewat surat terbuka di twitter milik Bapak. Sekian terima kasih. SELAMAT BEKERJA. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Hormat penulis, HERI SANTOSO, S.Pd NIP. 19570926 197707 1 001

Dholim

DHOLIM  
 Saat ceramah dalam kegiatan Jumat Bahagia IPNU-IPPNU di MTs Al-Hikmah Janti Jogoroto (3/6/2016), Wakil Ketua PCNU yang juga pengasuh Pesantren Al Aqobah Diwek, Jombang KH Junaidi Hidayat minta agar sekolah tak terlalu manut pemerintah. ’’Pemerintah itu tidak pernah yakin bahwa sistem yang diterapkannya sepenuhnya bagus seratus persen. Makanya sistemnya selalu berubah-ubah. Lha sistem ora bener kok dianut nemen-nemen,’’ katanya.   Dia berharap, sekolah berani mengembangkan sistemnya sendiri. Sesuai potensi dan keunggulan masing-masing. ’’Pak Makhi (kepala MTs Al Hikmah), ambil dari pemerintah sekedarnya saja.  Selebihnya berkreasi sendiri, kembangkan sesuai potensi yang dimiliki,’’ paparnya.   Jika manut pemerintah, semua anak harus pintar mata pelajaran ujian nasional seperti matematika, IPA dan bahasa Inggris. ’’Anak yang tidak menguasai itu dianggap bodoh. Padahal setiap anak punya kelebihan masing-masing,’’ jelasnya.   Jika manut itu, selamanya anak MTs akan dianggap bodoh. Karena tak mungkin bersaing dalam ketiga mata pelajaran itu. ’’Anak autis itu kan IQ nya sangat rendah. Tapi dibawah pembinaan seorang tokoh pendidikan, anak itu bisa muncul potensi terbaiknya,’’ jelasnya. Ada anak autis yang sekali lihat sudah bisa membuat sketsa semua orang yang ditemui. Ada pula anak autis yang setelah dididik mampu menghapal ribuan lagu dalam waktu singkat. ’’Dengan pendidikan yang baik, sesuai potensinya, anak autis saja bisa jadi seperti itu. Apalagi anak normal,’’ paparnya.   Selama ini, anak  menganggap sekolah seperti penjara karena mereka dipaksa menekuni hal-hal yang tidak sesuai minat, potensi dan bakatnya. ’’Buktinya, mereka senang luar biasa kalau libur. Pendidikan yang baik, mestinya membuat siswa nyaman dan krasan. Sehingga ketika keluar, anak menangis karena tak rela pisah,’’ jelasnya.   Tugas sekolah, kata Pak Jun, memfasilitasi dan mengembangkan potensi, minat dan bakat siswa tersebut. ’’Sebab dari ujung kaki sampai rambut ini punya potensi,’’ bebernya. Mulut jika ditekuni bisa jadi penceramah. Tangan jika ditekuni bisa jadi penulis. ’’Kakinya pemain sepak bola itu nilainya berapa miliar,’’ ucapnya.   Agar potensi, minat dan bakat itu berkembang, sekolah harus sering memfasilitasi siswa gelar karya. ’’Wali murid saat menyaksikan perpisahan anak TK gembira karena ada pentas anaknya. Anak juga senang karena tampil dihadapan orang tua. Giliran perpisahan SMP dan SMA, tidak lagi ceria karena tak ada unjuk kemampuan siswa,’’ ujarnya.   Pada kesempatan itu, Pak Jun juga tidak setuju sekolah melakukan seleksi penerimaan siswa baru. ’’Pilih-pilih siswa itu zolim, tidak boleh. Tujuan siswa sekolah atau mondok itu untuk belajar. Lha kalau yang bodoh tak boleh sekolah atau mondok, itu kan keliru. Kalau menolak siswa karena kapasitas tak cukup tidak apa-apa. Tapi kalau menolak siswa karena bodoh, itu zolim,’’ tandasnya.    Alhamdulillah dapat ilmu banyak dari Jumat Bahagia IPNU IPPNU Jombang. Jumat Bahagia (5/8/2016) sekarang dilaksanakan di SMA 2 Darul Ulum tepatnya di masjid Al Islah Tapen Kudu..

04/08/2016

KONFLIK

 KONFLIK 
Saat disowani Selasa (19/7/2016), salah satu pengasuh Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Gus Rozak, pesan agar tidak mudah gumun dan kaget dengan konflik yang melanda umat Islam. "Sebab Rosulullah pernah minta tiga hal kepada Allah," tutur Gus yang juga pengembang perumahan di Kauman Ngoro Jombang dan ternak ratusan ribu ayam di Kediri ini. Pertama, Nabi minta agar umatnya tidak diazab sampai habis seperti umat Nabi Nuh. Doa ini dikabulkan. Kedua, Nabi minta agar umatnya tidak ada yang mati karena kelaparan seperti saat paceklik 7th di Mesir zaman Nabi Yusuf. Doa ini dikabulkan. Ketiga, Nabi minta agar umatnya tidak didera konflik. Doa ini tidak dikabulkan. Allah memang tidak menghendaki dunia dihuni satu macam umat. QS Almaidah 48 dan QS Annahl 93. Gak ada konflik, gak asyik. Namun Allah memerintahkan untuk tidak bercerai berai. QS Ali Imron 103. Jadi walaupun tidak bisa bersatu, walaupun konflik, kalau bisa tidak usah ngelokno apalagi mengkafirkan. Sebab ketika ngelokno, pasti ada perasaan merasa lebih baik. Merasa lebih Islam. Merasa lebih baik dari yang lain, itu gaya iblis sehingga tak mau sujud pada Adam.. Wong jowo bilang: ojo alok, mergo alok iku melok. Ojo geting, mergo geting iku nyanding. Tepat yang disampaikan Mas Rijal, wasek PCNU saat refleksi setahun muktamar NU yang diadakan PAC GP Ansor Jombang kota di musola Alfalah, Rabu (3/8/2016). Dia menyampaikan kaidah dalam Asbah wan nadoir. Al amru idza ittasa'a doko. Idza doko ittasa'a. Perkara itu ketika longgar dipersempit. Ketika sempit diperlonggar. Ketika gada konflik diciptakan konflik. Ketika ada konflik didamaikan. Dalam konteks malam jumat, Ketika terlalu sempit diberi pelumas. Ketika terlalu longgar dijamuni sari rapet..
Rojif)


NGEMPET NGAPURO NGAPIKI

NGEMPET NGAPURO NGAPIKI 
 Saat mengisi pengajian Tamassaktum Minggu malam di Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang (31/7/2016), KH Lukman Hakim berharap agar setelah Ramadan ada peningkatan ibadah dan takwa. Tanda takwa itu sendiri ada empat. Sebagaimana disebut dalam QS Ali Imron 133-134. Bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Yaitu orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit[1], dan orang-orang yang menahan amarahnya[2] dan mema’afkan (kesalahan) orang lain[3]. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan[4].   ’’Gampangnya, ngempet, ngapuro dan ngapiki,’’ tuturnya.   Dia lantas bercerita, suatu ketika, Imam Hasan Albasri pernah dirasani orang. Lalu ada yang melaporkan hal itu kepada Imam Hasan. Imam Hasan lantas mengambil sekeranjang kurma. Kemudian menitipkannya kepada si pelapor agar diberikan kepada orang yang ngerasani. ’’Sampaikan terima kasihku kepadanya karena dia telah mengambil dosa-dosaku,’’ ucap Imam Hasan. Itulah yang disebut ngapiki. Sebab orang yang ngerasani hakikatnya mengambil dosa-dosa orang yang dirasani. Jadi mestinya harus berterimakasih.   ’’Kalau kita ngapiki, maka pasti disenengi,’’ bebernya. Nah, untuk hubungan dengan Allah, agar dekat, maka kita harus melaksanakan hal-hal yang wajib. ’’Itu untuk dekat. Tapi untuk disenengi Allah, kita harus menambah dengan amalan-amalan sunah," sarannya. Paginya, saat rutinan ahad pahing MWC NU Jombang kota di masjid Alhikmah Sengon, pengasuh PP Sunan Ampel KH Taufiqurahman Muchid pesan agar tidak meninggalkan shalat sunah rawatib minimal 10 rakaat. "Dua rakaat sebelum subuh, sebelum duhur, setelah duhur, setelah magrib dan setelah isya. Iku dilakoni ben ringan hisabe," tuturnya. Sebagai bentuk peningkatan ibadah, KH Sahal Afhami saat ngaji habis magrib di masjid Alfattah Nglundo utara Desa Candimulyo Selasa (2/8/2016) berpesan agar berupaya menangi takbirotul ihrom imam saat jamaah salat fardu. "Sebab disini banyak fadilahnya," ucapnya. Yakni diganjar seperti haji dan umroh tujuh kali. Setiap rakaat seperti ibadah satu tahun. Juga diganjar sedekah emas sebesar gunung uhud. Kemudian kelak masur surga tanpa hisab.
 (Rojif)




01/08/2016

ZAKAT TAAWUN

ZAKAT TAAWUN 
Saat ngaji dalam halal bihalal dan rutinan naharul ijtima ahad pahing MWC NU Jombang kota di Masjid Al Hikmah Desa Sengon (31/7/2016), H Rohmad Chusaini menerangkan soal sedekah. "Sedekah niku enak Bu," kata wakil rois syuriah bidang ekonomi ini. Sampai-sampai, orang yang sudah mati ingin hidup lagi hanya untuk bersedekah. Sebagaimana disebut dalam QS Almunafiqun 10. "Di akhirat nanti semua orang kepanasan. Yang bisa dipakai payung adalah apa yang disedekahkan," kata pemilik toko pakaian Egro di jl Kusuma Bangsa no 10 ini. "Semakin besar payungnya maka semakin bisa melindungi dari panas. Sebaliknya, kalau orangnya besar, tapi payungnya kecil seperti yang dipakai kemidi bedes (topeng monyet) pasti tak akan bisa melindungi," tambah pria yang mempelopori arisan taawun dan zakat taawun ini. "Untuk desa Sengon saya siapkan dua paket arisan taawun masing-masing Rp 6juta. Jika kelompoknya sudah siap, bisa matur Ust Imam Mawardi (ketua ranting NU) lalu ambil uangnya ke saya," paparnya.. Ketua MWC NU, KH Asyharun Nur menjelaskan, dari 20 ranting yang ada, semua sudah diberi zakat taawun. Tiap paket Rp 6 juta untuk satu kelompok yang anggotanya sekitar 40 orang. Dibuat list mulai yang paling miskin. Rp 6 juta itu lantas diberikan kepada 20 orang yang paling miskin @ Rp 300 ribu. Selanjutnya, 20 orang itu diwajibkan sedekah seribu per hari. Dikumpulkan tiap pertemuan. Dari 20 orang itu, 15 hari sudah terkumpul Rp 300 ribu. Ini diberikan pada anggota ke 21. Selanjutnya, orang ke 21 ini mulai ikut sedekah seribu per hari. So, 15 hari terkumpul Rp 315 ribu. Yg 300 ribu diberikn anggota ke 22, yg Rp 15 ribu disimpan.. Selanjutnya anggota ke 22 mulai ikut sedekah seribu perhari. Anggota yg sudah terima Rp 300 ribu diharuskn sedekah seribu per hari. Setelah anggota ke 40 menerima Rp 300ribu maka yang menerima kembali ke no 1. Demikian seterusnya sehingga terjadi pembiasaan sedekah seribu per hari. "Alhamdulillah semua kelompok jalan. Bahkan sudah ada yang muter beberapa kali," kata Kiai Harun.