16/11/2016

ULAMA SU’

ULAMA SU’

Beberapa hari lalu saya dimasukkan grup Forum Tabayun NU. Entah oleh siapa. Di dalamnya banyak anggota grup yang mengutip kitab-kitab KH Hasyim Asy’ari. Namun digunakan untuk menyerang NU.

Saya jadi ingat waktu ngaji Bidayatul Hidayah kepada alm KH Sahlan. Disitu ada bagian yang menerangkan ulama su’. Mereka ini mempelajari agama, bukan untuk diamalkan. Melainkan untuk digunakan perdebatan.

Dalam konteks ini, mereka mempelajari kitab-kitab pendiri NU. Bukan untuk memantapkan khidmah di NU. Namun untuk mencari kelemahan NU dan menyerang NU.  Mudah-mudahan mereka ini tidak termasuk ulama su’ yang diterangkan dalam Bidayatul Hidayah.

Rojiful Mamduh

ANTI DICELATU ISTRI

ANTI DICELATU  ISTRI

Saat ngaji dalam aqiqahan putranya Ustad Amin, koordinator TPQ Masjid Agung Baitul Mukminin Alun-alun Jombang Minggu (6/11/2016), Ustad Irhamudin menjelaskan tentang pentingnya aqiqah. ’’Pendapat yang lunak mengatakan bahwa aqiqah ini hanya sunah,’’ tuturnya.
Jika sampai anak dewasa orang tua belum mampu mengaqiqahi, maka orang tua bisa menyampaikan pada sang anak. Bahwasanya dia belum diaqiqahi. Sehingga jika punya kesempatan, sang anak bisa aqiqah untuk dirinya sendiri.

’’Makanya kita perlu tanya kepada orang tua kita, apakah kita sudah diaqiqahi?’’ sarannya.

Hal itu berbeda dengan pendapat yang keras. ’’Pendapat yang paling keras menyatakan bahwa aqiqah itu sampai kapanpun menjadi tanggungan orang tua. Jika anak belum diaqiqahi, maka doa si anak kepada orang tua tak akan bisa sampai,’’ tegasnya.

Pada kesempatan itu, alumni Pesantren Lirboyo Kediri ini juga memberikan doa untuk bayi yang tiba-tiba nangis tengah malam.   ’’Doa ini ada di kitab mujarrobat. Tiri tiri si jabang bayi, kedaden saking banyune peli. Cep meneng, cep meneng, cep meneng. Saking kersane Allah,’’ ucapnya.
Caranya, ketika membaca cep meneng sampai akhir, dibaca dalam satu nafas. Kemudian ditiupkan kepada anak yang menangis. (rojiful mamduh)

SERAKAH

SERAKAH

Saat ngaji kitab Riyadussolihin di Islamic Center Unipdu Rabu (9/11/2016), Dr dr KH Zulfikar As’ad (Gus Ufik) menjelaskan hadist tentang keserakahan manusia. ’’Jika manusia punya satu lembah emas, pasti ingin punya dua. Jika sudah punya dua lembah emas, pasti ingin punya empat. Mulut manusia tidak akan pernah puas sampai ditutup dengan tanah,’’ tutur ketua Arsinu sekaligus Wakil Ketua PCNU ini.

Saya jadi ingat pesan Gus Anam (KH Khairil Anam), wakil ketua MWCNU Jombang kota, saat Diba Kubro di pernikahannya Cak Tolib Banjaranyar Peterongan. ’’Rumah tangga itu harus neriman. Kalau nuruti kurang, pasti kurang. Laki-laki itu, seumpama sudah menikahi semua wanita cantik dari seluruh dunia, pasti tetep kurang,’’ ucapnya.

Serakah, membuat manusia menghalalkan segala cara. Sayyidina Husain dijamin Rosulullah SAW masuk surga. Namun karena serakah terhadap kekuasaan, anak buah khalifah Yazid bin Muawiyah membunuhnya di Padang Karbala.

Lalu bagaimana agar tidak serakah?

’’Agar tidak selalu merasa kurang, jangan lihat kepada orang yang lebih kaya,’’ pesan Pengasuh PP Almuhibbin Bahrul Ulum Tambakberas, KH Jamaludin Ahmad, saat ngaji rutin Senin (7/11/2016).  
Sebaliknya, lihatlah orang yang lebih miskin. Sehingga semakin merasa bersyukur.

’’Tanda bahwa Allah menghendaki seseorang menjadi orang baik adalah dijadikan rezekinya pas-pasan,’’ pesannya.

POSTINGAN IBLIS

POSTINGAN IBLIS

Saat ngaji rutin Senin (7/11/2016), Pengasuh PP Almuhibbin Bahrul Ulum Tambakberas, KH Jamaludin Ahmad menerangkan pesan Imam Jakfar, keturunan kelima Rosulullah kepada putranya. ’’Jika kamu sibuk meneliti kesalahan orang lain, maka kamu akan lupa terhadap kesalahanmu sendiri,’’ tuturnya.

Dengan ilmu, kita bisa meneliti kesalahan orang lain. Namun dengan adab, kita akan lebih sibuk meneliti kesalahan diri sendiri.

Makanya dalam beberapa kali kesempatan, Kiai Jamal menyampaikan bahwa adab itu diatas ilmu.

Dzul Khuwaisirah, pendiri aliran Khawarij, pernah menuduh Rosulullah tidak adil dalam pembagian harta rampasan.

Nabi saja disalahkan, lalu siapa yang tidak salahkan?

Tidak heran jika akhirnya Ibnu Muljam, pengikut Khawarij membunuh Sayyidina Ali yang dijamin masuk surga

Merasa lebih baik, merupakan warisan iblis. Karena merasa lebih baik dibanding Adam, iblis yang terbuat dari api tak mau sujud pada Adam yang terbuat dari tanah. Ini menyebabkan iblis terusir dari surga.

So, jika Anda menemukan postingan yang bernada ’’merasa lebih baik’’ dari pada yang lain, bisa jadi itu postingan titipan iblis.

KAFIR MASUK SURGA

KAFIR MASUK SURGA

Saat ngaji kitab Riyadussolihin di Islamic Center Unipdu Rabu (9/11/2016), wakil rektor Unipdu yang juga  Pengasuh Pesantren Darul Ulum Rejoso, Dr KH Zulfikar As’ad (Gus Ufik) menerangkan hadist tentang peristiwa yang membuat Allah tersenyum.

Suatu ketika ada orang muslim berperang melawan orang kafir. Si muslim ternyata terbunuh. Dia pun masuk surga.

Setelah itu, si kafir yang membunuh ternyata bertaubat. Dia masuk Islam. Kemudian memperbanyak ibadah. Dia pun akhirnya masuk surga.

’’Jadi jihad itu tidak serta harus dengan perang,’’ kata Ketua Arsinu pusat sekaligus wakil ketua PCNU Jombang ini. Sungguh-sungguh bertaubat seperti yang dilakukan orang kafir yang kemudian masuk Islam tersebut juga termasuk jihad. 

’’Mencari ilmu itu juga jihad. Bekerja mencari nafkah yang halal itu juga jihad. Makanya orang yang meninggal saat mondok, atau saat sekolah, itu dihukumi syahid akhirat. Demikian pula orang yang mati saat bekerja,’’ pungkasnya. (rojiful mamduh)

USTMAN

USTMAN

Sahabat Ustman bin Affan yang pertama kali menulis mushaf Alquran.

Sumur dan kebun yang beliau wakafkan  masih ada sampai sekarang. Bahkan dananya mau digunakan membangun hotel.

Namun pria yang menikahi putri Rosul itu dibunuh oleh orang yang merasa lebih baik darinya?

Qobil juga membunuh Habil karena merasa lebih baik.

ANTI MENCIBIR

ANTI MENCIBIR

Disitu ada kalimat yg menjelekkan orang lain.

Hati-hati..

Penyebab menjelekkan orang lain, kata KH Jamaludin Ahmad, pengasuh PP Almuhibbin Bahrul Ulum Tambakberas saat ngaji Senin (31/10/2016), adalah sombong alias kibr.

Kibr inilah yang menyebabkan iblis diusir dari surga. Iblis sombong karena merasa lebih baik dari pada Nabi Adam.

Kibr inilah dosa pertama yg terjadi.

Pernahkah Anda mendengar hadist bahwa tidak masuk surga orang yg dalam hatinya ada sedikit saja rasa sombong???

Jangankan masuk surga, wong iblis yg sudah di dalam surga saja dikeluarkn gara2 sombong.

CERDAS BERAGAMA

CERDAS BERAGAMA

Jika ingin taubat setelah zina dengan istri orang, maka diharuskan minta maaf pada sang suami. Perbuatan minta maaf yang mulia itu bisa berujung pada pertengkaran bahkan pembunuhan alias carok jika tidak dilakukan secara cerdas.

Nah, KH Abdul Adhim Dimyati, penasehat Ansor Jombang, salah satu santri pendiri NU,  KH Wahab Hasbullah Tambakberas, pernah cerita soal ini. Beliau menyampaikannya saat disowani para pengurus PC GP Ansor Jombang, Rabu (13/7/2016).

Ada kepala desa nakal. Semua istri perangkat desa anak buahnya pernah dia zinai.
Kepala desa ini lalu sowan Mbah Wahab ingin taubat.
Mbah Wahab lalu menyarankan kepala desa bikin halal bihalal.
Semua perangkat desa dikumpulkan. Lalu kepala desa disuruh bilang.

Bapak-bapak, kalau selama ini saya pernah mengambil milik bapak-bapak tanpa sepengetahuan bapak-bapak, tolong diihlaskan ya??? Iyaaaa..
Bapak-bapak, kalau selama ini saya pernah memakai milik bapak-bapak tanpa sepengetahuan bapak-bapak, tolong dimaafkan dan direlakan ya??? Iyaaaa...
(Rojiful mamduh)