Semalam mbah Jamal dawuh:
"Ilmu yang MANFAAT itu ibarat air yang selalu berada pada lapisan tanah yang dasar, tidak berada pada lapisan tanah yang atas. Ilmu itu akan selalu BERMANFAAT kepada orang-orang yang mempunyai sifat RENDAH DIRI (TAWADLU) tidak pada orang-orang yang mempunyai sifat tinggi atau takabbur, karena ilmu dari orang-orang yang tinggi (takabbur) itu tidak akan pernah memberikan manfaat sama sekali."
Sebagaimana Syaikh Junaid berkata:
"Ada 4 perkara yang dapat mengangkat seorang hamba pada derajat yang luhur meskipun sedikit ilmu dan amalnya:
1. Santun / sabar & suka memaafkan (alhilmu)
2. Rendah hati (tawadlu)
3. Dermawan (assakho')
4. Budi pekerti yang baik (khusnul khuluq)
(Lutfi Ridlo)
Mugi-mugi manfaat..
27/08/2016
RIJALUL GHOIB
RIJALUL GOIB
Saat gaji rutinan Senin (15/8/2016), pengasuh Pesantren Almuhibbin Bahrul Ulum Tambakberas Jombang KH Jamaludin Ahmad cerita tentang fadilah salawat.
Saat haji, tokoh sufi Sufyan As Sauri pernah ketemu pemuda yang tiap langkahnya baca salawat.
Padahal sebenarnya di tiap tempat ada doanya sendiri2. Tawaf ada doanya. Wukuf, sai, juga ada doanya. Tapi pemuda ini yang dibaca hanya salawat.
"Hal laka ilmun. Apa ada ilmune lakumu ini?" tanya Sufyan pada pemuda tersebut.
Pemuda itu cerita, saat masuk Mekkah, tiba2 wajah ibunya menghitam dan perutnya abuwoh. Pemuda ini sadar bahwa itu karena dosa.
Pemuda ini lantas berdoa. Sehingga muncul awan dan seorang pria tampan yg mengusap wajah dan perut ibunya sehingga normal kembali.
Pemuda ini lantas bertanya kepada si pria tampan. Siapa engkau? "Aku Muhammad nabimu."
Berilah aku wasiat? "Jangan ngangkat kaki kecuali dg baca salawat."
Kiai Jamal melanjutkan, sebelum haji tahun 1990, dia dipeseni Kiai Jalil Tulungagung agar selama haji banyak baca salawat syadziliyah. Dia pun menjalankannya.
Pas di Mekkah, ternyata barengan tragedi terowongan Mina dimana ribuan orang wafat.
"Alhamdulillah kulo selamet," kata Kiai Jamal.
Bahkan saat hendak tersesat, selalu saja datang orang yang menunjukkan arah yang benar.
Pulang haji, beliau lantas sowan kembali ke Kiai Jalil dan menanyakan siapa orang2 yg muncul tiba2 menunjukkan arah yg benar ketika akan tersesat tersebut.
"Itulah rijalul goib," kata Kiai Jamal menirukan jawaban Kiai Jalil.
Allahumma solli wa sallim wa barik ala sayyidina Muhammad wa ala alihi wa sohbiji ajmain
UMI HAIYYA
UMI HAYYA
Saat Jumat Bahagia IPNU IPPNU Jombang di SMK Maarif Ngoro (19/6/2016), Mbah Bolong cerita tentang Ummi Hayya.
Dia janda tua yg rajin ibadah dan tiap hari jualan roti.
Suatu hari rumahnya dirobohkan raja karena mengganggu keindahan istana.
Ummi Hayya yg terzolimi lantas berdoa sehingga istana raja hancur.
"Orang lain yg terzolimi saja jika berdoa terkabulkan. Apalagi jika yg dizolimi adalah orang tua sendiri. Apalagi jika yg dizolimi adalah ibunya sendiri."
Agar sukses belajar, Mbah Bolong minta agar siswa saat berangkat dan pulang sekolah cium tangan orang tua dan minta doa.
"Juga usahakan selalu punya wudlu. Sebab wudlu itu cahaya. Ilmu juga cahaya. Jadi gampang masuk," tuturnya.
LAYANGAN
LAYANGAN
Saat Jumat Bahagia IPNU IPPNU Jombang di SMA 2 Tapen Kudu (5/8/2016), Mbah Bolong cerita soal layang-layang.
"Layang-layang kalau putus dari benang selamet opo ora? Jelas ora," tuturnya.
Itulah gambaran anak yang setelah besar dan sukses lalu lupa pada orang tua.
Juga gambaran siswa yg setelah dididik kemudian saat jadi orang lupa pada gurunya..
LEBIH PLUS
LEBIH PLUS
Saat sambutan pada Jumat Bahagia IPNU IPPNU Jombang di SMA Darul Ulum 2 Tapen Kudu (5/8/2016), Wabup Hj Mundjidah Wahab memotivasi agar IPNU IPPNU semakin giat.
"Jumat Bahagia yang sudah berjalan bagus teruskan. Ditambah kegiatan2 lain," sarannya.
Misalnya diskusi. "Sering2 adakan diskusi. Yang putri suruh bicara, berpendapat. Sebab biasae arek wedok iku gak wani usul. Wanine grundel thok. Harus dilatih agar berani," jelasnya.
Hal semacam itu dia rasakan sangat manfaat. "Tahun 1971 (usia 23th) saat jadi dewan pertama kali, bekalku ya yang sy dapat di IPPNU," bebernya.
Saat jadi ketua IPPNU 1965-1967, dia sudah bisa membentuk tim drum band. "Dulu saat cari dana sulit saja bisa, seharusnya sekarang lebih bisa," tuturnya.
"Adakan kegiatan2 biar anggota semakin terampil. Bikin lomba2, nanti hadiahnya minta ke saya," pesannya
ORGANISASI PLUS
ORGANISASI PLUS
Saat sambutan pada Jumat Bahagi IPNU IPPNU Jombang di halaman yayasan pendidikan Madinatul Ulum Desa Mojokrapak Tembelang (26/8/2016), wakil Ketua PCNU KH Taufik Djalil menyampaikan kelebihan IPNU IPPNU.
"Saya ini sudah ikut banyak organisasi. Tapi yang paling banyak plusnya hanyalah IPNU IPPNU," tutur mantan ketua PC IPNU dan Sekretaris PC GP Ansor ini.
Di IPNU IPPNU, kata Gus Fiq, ada pelatihannya. Seperti latihan pidato dll. Juga ada pengabdiannya. Kepada NU maupun bangsa dan negara.
"Juga ada refreshingnya.. Mergo campur cewek cowok. Sing IPNU seneng. Sing IPPNU kesenengen," ujarnya.
Hal itu berbeda dengan Ansor. "Karena hanya cowok, akhire akeh gontokane. Di Fatayat karena semua cewek, akeh padune," guraunya.
KEBANGSAAN
KEBANGSAAN
Saat sambutan di acara Jumat Bahagia IPNU IPPNU Jombang di Mualimat Cukir (27/5/2016), wakil Ketua PCNU KH Taufik Djalil menuturkan bahwa peran ulama NU utamanya KH Hasyim Asy'ari yang juga pendiri Pesantren Tebuireng pada bangsa ini sangat besar.
"Sebelum Indonesia Merdeka, pada Muktamar 1936, NU sudah merumuskan bentuk negara jika kelak merdeka. Yakni darussalam, bukan negara Islam," tutur Ketua majelis alumni IPNU IPPNU ini.
Gus Fiq melanjutkan, berapa saat jelang proklamasi, pemimpin Jepang di Indonesia Laksamana Maeda bertanya kepada KH Wahid Hasyim tentang siapa presiden Indonesi jika merdeka. "Kiai Wahid meneruskan pertanyaan itu kepada Kiai Hasyim dan dijawab bahwa presidennya adalah Soekarno," kata Gus Taufik.
Baik darussalam maupun Soekarno akhirnya terbukti.
"Kiprah kebangsaan pendiri NU semacam itu harus kita tiru," ajak Kiai Taufik.
Senada dengan itu, Mbah Bolong memotivasi para santri agar setelah pulang, bermanfaat kepada masyarakat seperti KH Adlan Aly. "Diajak ngaji OK, diajak salawatan OK, disuruh ngajar TPQ, OK," pesannya..
MADEP MANTEP
MADEP MANTEP
Apa buktinya bahwa ucapan dan tindak lampah kiai NU sesuai Quran Hadist?
Salah satu kutipan nasehat Gus Mus (KH Mustofa Bisri) yang banyak dikutip adalah:
" Dalam mengajak kebaikan, berlaku keraslah kepad diri sendiri. Dan berlaku lunaklah kepada orang lain."
Dalam tafsir jalalen disebutkan; ittaqullaha haqqa tuqotih (bertaqwalah tingkat tinggi) QS Ali Imron 102 dimansuh dengan fattaqullaha mas tato'tum (bertaqwalah semampunya) QS Attagobun 16.
Karena saat sahabat bertanya: Nabi, siapa yg mampu taqwa tertinggi itu? Lalu turunlah taqwa semampunya itu.
Menurut KH Mustain Syafiie, karena taqwa itu soal prestasi. Maka bisa milih yang tertinggi atau milih yang semampunya.
Jadi, kalau nyuguhno taqwa ke orang lain, berikan sesuai kemampuan.
Tapi jika untuk diri sendiri, maka ambilah yg tertinggi.
Jangan sebaliknya. Keras kalau ngajak orang. Tapi lunak pada diri sendiri.
Jadi yg disampaikan Gus Mus itu sangat sesuai dengan Quran.
#madep mantep melok NU (Rojiful Mamduh)




