02/07/2016

Puluhan Peserta Sanlat Ansor Jombang Masuk PTN



                Usaha  Ansor Jombang  membantu generasi muda Nahdliyin masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tidak sia-sia.  Data terakhir sampai 2 Juli 2016 , sebanyak 39 orang santri Pesantren Kilat (Sanlat) besutan Ansor Jombang, telah konfirmasi diterima di PTN pilihan. Data ini masih berkembang mengingat masih ada beberapa  yang belum konfirmasi.
Dalam menyelenggarakan Sanlat ini, Ansor Jombang bekerja sama dengan Mata Air Fondation dan Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN), yang bertindak sebagai panitia nasional. “Tahun 2016 ini adalah tahun keenam kami menyelenggarakan Sanlat, terhitung sejak 2011,” jelas Zulfikar D. Ikhwanto, Ketua GP. Ansor Jombang.
Sehingga secara agregat lulusan Sanlat Jombang sejak enam tahun terakhir ini mencapai ratusan, yang tersebar di berbagai PTN di Indonesia. Selain dipersiapkan sebagai kader Nahdliyin  masa depan, mereka juga dipersiapkan secara khusus agar bisa mengimbangi gerakan Islam garis keras yang saat ini berkembang demikian rupa di kampus-kampus. “Kontak person penerimaan anggota baru PMII di UB tahun ini adalah lulusan Sanlat Jombang,” terang Zulfikar mengenai kiprah lulusan Sanlat Jombang. Jika digabung dengan lulusan Sanlat atau BPUN dari kota-kota lain, maka BPUN ini menjadi gerakan yang sangat strategis bagi kiprah NU di masa mendatang, karena upayanya memasukkan ratusan kader Nahdliyin ke PTN setiap tahunnya.
Sanlat 2016 kali ini diselenggarakan di Ponpes Mamba’ul Hikam, Jatirejo, Diwek Jombang, sejak 27 April sampai 20 Mei. Kegiatannya selain diisi materi akademik untuk menghadapi SBMPTN juga diisi dengan kegiatan non akademik. “Kami juga mengajarkan kajian kitab kuning, berjam’ah, dan hidup ala santri.” Terang Gus Muzani, Koordinator Sanlat, yang sekaligus pengasuh Ponpes Mamba’ul Hikam. Pengajian kitab kuning yang dimaksud adalah kitab Arba’in Nawawi.
Tak cukup sampai di situ, santri Sanlat juga dibekali dengan materi ke-NU-an, praktek-praktek ibadah, seperti toharoh, tata cara sholat yang benar, hingga khutbah jum’at. Selain itu, setiap selesai jama’ah maghrib, santri Sanlat mengikuti kultum dimana para pematerinya adalah mereka sendiri. Yang tidak kalah menarik adalah, setiap senin dan kamis mereka diwajibkan puasa, sebagai bentuk riyadhoh batiniyah.
Prestasi santri Sanlat yang dididik sedemikian rupa hingga bisa masuk ke PTN impian itu, tentu saja membuat bangga dan bahagia, baik yang bersangkutan sendiri, penyelenggara dalam hal ini Ansor Jombang dan Ponpes Mamba’ul Hikam, serta orang tua. “Kami memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT., dan menghaturkan terima kasih kepada Ansor Jombang, sehingga putra kami bisa lolos ke PTN yang diidamkan, yaitu UB.” Ungkap H. Masrur salah satu orang tua santri Sanlat, dengan mimik berbinar.  Dia juga mengungkapkan bahwa sikap anaknya kini lebih ber-Aswaja setelah mengikuti Sanlat.
               Sementara itu, kegiatan yang padat meski terasa berat namun memunculkan kebersamaan tersendiri bagi para santri. “Kesannya ikut Sanlat seru, karena dapat keluarga baru.” Ungkap Khafli, santri Sanlat yang kini diterima di Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang.  Dalam hal kualitas,  Santri Sanlat ternyata tidak bisa diremehkan. Contohnya saja Kholis, remaja lulusan SMA A. Wahid Hasyim Tebuireng ini berhasil diterima di UGM pada fakultas filsafat. UGM sendiri bagi Kholis merupakan pilihan pertamanya pada SBMPTN, pilihan kedua dia mengambil Hukum Unej. (Fathoni M.)

26/06/2016

Seminar Trading PAC Jombang Kota

Seminar trading sebagai upaya membangung ekonomi mandiri PAC ANSOR JOMBANG KOTA

Qunut

DO'A QUNUT
Doa Qunut dibaca pada waktu i'tidal atau berdiri dari ruku' akhir pada shalat subuh dan shalat witir.
Kata Qunut sendiri berasal dari kata "Qanata" yang artinya patuh dalam mengabdi (kepada Allah). Adapun hukum membaca doa qunut adalah sunnah muakkad (ab'ad) atau sunnah yang diperkuat. Namun para imam dan ulama mazhab berbeda pendapat tentang pelaksanaan doa qunut.

Dan berikut adalah lafadz doa qunut dalam bahasa arab, latin dan artinya :

Bacaan Doa Qunut dalam Bahasa Arab
اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ
وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ
وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ
وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ
وَقِنِيْ شَرَّمَا قََضَيْتَ،
فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ
وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ
وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ
تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ
وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Bacaan Doa Qunut (Latin)
Allah hummah dinii fiiman hadait.
Wa'aa finii fiiman 'aafait.
Watawallanii fiiman tawal-laiit.
Wabaariklii fiimaa a'thait.
Waqinii syarramaa qadhait.
Fainnaka taqdhii walaa yuqdha 'alaik.
Wainnahu laayadzilu man walait.
Walaa ya'izzu man 'aadait.
Tabaa rakta rabbanaa wata'aalait.
Falakalhamdu 'alaa maaqadhait.
Astaghfiruka wa'atuubu ilaik.
Wasallallahu 'ala Sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi. Wa'alaa aalihi washahbihi Wasallam.

Artinya :
Ya Allah tunjukkanlah akan daku sebagaiman mereka yang telah Engkau tunjukkan
Dan berilah kesihatan kepadaku sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesihatan
Dan peliharalah daku sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan
Dan berilah keberkatan bagiku pada apa-apa yang telah Engkau kurniakan
Dan selamatkan aku dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan
Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan kena hukum
Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin
Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya
Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau
Maha bagi Engkau segala pujian di atas yang Engkau hukumkan
Ku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau
(Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Doa Qunut

Dalam prakteknya, bacaan doa qunut diatas adalah untuk orang-orang yang menjadi ma'mum atau sholat sendirian (Bacaannya : Allah hummah DINII fiiman hadait). Namun, apabila Anda menjadi imam, maka bacaannya diganti (Bacanya : Allah hummah DINAA fiiman hadait) dan seterusnya. Karena makna kata "NII" (DINII) merujuk kepada diri sendiri (Saya) dan kata "NA" (DINA) merujuk kepada orang banyak (Kita).

Islam membagi qunut menjadi dua. Pertama; qunut nazilah yaitu qunut yang dilakukan atau dibaca saat adanya bencana. Kedua; qunut shalat yaitu qunut yang dibaca pada waktu i’tidal (berdiri setelah ruku’) setiap akhir roka’at pada shalat subuh dan shalat whitir, sebagaimana yang sudah dijelaskan diatas.

Semoga bacaan lafadz doa qunut shalat diatas dapat bermanfaat bagi kita semua. Amien.

17/06/2016

Jad, Sang Yahudi Muslim

*JAD,  SI ANAK YAHUDI...*

Jad,  adalah seorang bocah berusia 7 tahun di era tahun 40-an. Tinggal bersama keluarganya di salah satu apartemen pada sebuah kota di Perancis. Ia terlahir dari keluarga Yahudi yang taat dan berpendidikan tinggi.  Ibunya salah seorang professor di universitas terkemuka di Perancis kala itu.

Di salah satu sudut lantai dasar apartemen tersebut,  ada sebuah toko kecil "serba ada" yang menjadi tempat bagi warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka, termasuk keluarga Jad. Toko itu milik seorang berkebangsaan Turki,  Ibrahim,  67 tahun. Seorang yang sangat sederhana, bukan dari kalangan berpendidikan tinggi.

Jad kecil hampir setiap hari berbelanja di toko ini. Bila berbelanja,  selalu, tanpa sepengetahuan Ibrahim, --setidaknya begitu persangkaannya--,  diam-diam ia mengambil sebuah permen coklat.  Sampai suatu hari ia lupa mengambil ( maaf : mencuri ) coklat tersebut.

Ketika melangkah meninggalkan toko, Ibrahim memanggilnya dan berkata, _"Jad, kamu lupa sesuatu, Nak."_ Jad kecil memeriksa belanjaannya. Tetapi, tidak menemukan sesuatu yang terlupakan.

_"Bukan itu,"_ kata Ibrahim. _"Ini."_ Sambil memegang coklat yang biasa diambil Jad.  Tentu saja Jad kaget dan ketakutan. Takut bila Ibrahim menyampaikan 'hal memalukan' tersebut ke orang tuanya.  Reaksinya,  bengong dan pucat.

_"Tidak apa-apa, Nak. Mulai hari ini kau boleh mengambil sebuah coklat gratis setiap berbelanja sebagai hadiah. Tapi,  berjanjilah untuk jujur dan mengatakannya,"_ 
kata Ibrahim sambil tersenyum.

Sejak hari itu, Jad menjadi sahabat Ibrahim. Ia tidak hanya datang menjumpai Ibrahim untuk berbelanja, tetapi juga menjadi tempat bercerita dan menumpahkan keluh kesahnya.

Bila menghadapi suatu masalah,  Ibrahim adalah orang yang pertama diajaknya berbicara.  Dan, bila itu terjadi,  Ibrahim tidak pernah langsung menjawabnya, namun selalu menyuruh Jad untuk membuka halaman sebuah buku tebal yang tersimpan di sebuah kotak kayu. Ibrahim akan membaca dua halaman tersebut tanpa suara,  kemudian menjelaskan jawaban dari masalah yang dihadapi Jad.

Hal tersebut berlangsung selama lebih kurang 17 tahun. Sampai satu ketika salah seorang anak Ibrahim mendatangi Jad dan memberikan kotak tersebut kepadanya sembari membawa berita yang sangat menyedihkan Jad yang saat itu telah menjadi pemuda.  Ibrahim, sahabat sejatinya telah berpulang. Wafat.

Kotak berisi kitab itu diterimanya penuh haru. Jad memperlakukannya dengan takzim sebagai representasi Ibrahim.

Satu ketika, saat ia berhadapan dengan satu masalah pelik,  ia mengambil kotak dan membuka kitab yang ada di dalamnya, sebagaimana yang sering ia lakukan dengan Ibrahim. Ternyata kitab itu bertuliskan huruf arab. Ia pun memohon temannya berkebangsaan Tunisia untuk menjelaskan makna dari 2 halaman yang dipilihnya secara acak.

Sang teman ini pun kemudian membacakan makna tulisan itu.  Sungguh,  apa yang disampaikan sahabatnya  seakan bagaikan jawaban khusus bagi masalah yang sedang ia hadapi. Jad lalu bertanya kepada sahabatnya: _"Ini kitab apa..?"_

_*"Al-Qur'an*,  kitab suci Umat Islam."_

Kaget dan takjub Jad mendengar hal tersebut. Ia langsung bertanya bagaimana syarat untuk menjadi seorang muslim.

Dijawab oleh Si Tunisia : _"Mudah, syahadat dan berusaha menjalankan syariah."_

Hari itu Jad  masuk Islam dan mengubah namanya menjadi *Jadullah Al-Qurani*. Dia berjanji untuk mempelajari Al-Quran dengan sebaik-baik dan semampunya.

Tentu saja keluarganya yang beragama  Yahudi, terutama Ibunya yang profesor, sulit menerima hal tersebut dan berusaha untuk mengembalikan Jad kepada keyakinannya semula.
Sang Ibu berjuang dengan berbagai cara bahkan mengajak teman-teman dari kalangan intelektual Yahudi untuk memberi pengertian pada Jad. Ini berlangsung selama 30 tahun.
Tetapi, tidak berhasil.

Pengaruh Ibrahim yang bersahaja, ternyata mengalahkan semua orang-orang pintar di sekitar Jad.

Jadullah pernah berkata,

_"Saya jadi Muslim di tangan seorang lelaki yang justru tidak pernah berbicara tentang agama.."_
_"Tak pernah berkata" :_
_"kamu Yahudi",_
_"kamu Kafir",_
_"belajarlah agama",_
_"jadilah muslim"._

_"Tapi, ia menyentuh saya dengan *akhlak*, sebaik-baiknya perilaku. Memperkenalkan kepada saya sebaik-baiknya kitab,   *Al-Qur'an* "_

Jadullah Al-Qur'ani meninggal di tahun 2003. Dalam perjalanan hidupnya sebagai seorang Muslim--lebih kurang 30 tahun--ia telah mengislamkan lebih dari *6 juta orang* di Afrika.

Sementara Ibunya masuk Islam di tahun 2005, di usia 78 tahun,  dua tahun setelah meninggalnya sang anak tercinta : *Jadullah Al-Qur'ani.*

*****
Saudaraku... 
Ini kisah nyata yang luar biasa yang sangat inspiratif..terutama bagi para juru dakwah. 

Apa lagi masih banyak dari saudara muslim kita yang masih suka mengkafir-kafirkan sdr muslim yang lain... hanya beda cara memaknai sebuah, atau beberapa ayat Al Qur'an atau hadits... 

Semoga kita termasuk muslim yang Rahmatan lil'alamin...
��❤��

Penerus Perjuangan NU

*FPI KE KANTOR KOMPAS.*

Info: Kamis, 16 Juni 2016, pukul 13.09 Wib, di kantor  TV Kompas Jl. Palmerah Selatan, Kel. Gelora, Kec. Tanah Abang. Jakarta Pusat, telah datang perwakilan FPI yang berjumlah kurang lebih 20 (dua puluh) orang pimpinan Munarman, SH dengan maksud dan tujuan untuk melakukan Audensi, setibanya perwakilan langsung menuju ruang Humas yang telah dipersiapkan oleh pihak Kompas.

Tuntutan : Menolak pemberitaan negatif terhadap Bulan Suci Ramadhan oleh Kompas Group dalam kasus razia warteg di Serang Banten.

Adapun nama nama Perwakilan antara lain  :
1. Ust. Munarman, SH,
2. Kh. Abdul Fatah,
3. Ust. Maman Suryadi,
4. Kh. Awid Masruri,
5. Ust. Novel,
6. Ust. Aziz,
7. Ust. Zainal Abidin,
8. Ustadzah Syarifah,
9. Ust. Tarmidzi,
10. Ust. Bahar,
11. Ust. Haikal,
12. Ust. Syahrozi,
13. Ust. Ali,
14. Sdr. Syafiq,
15. Habib Zen,     
16. dan 5 orang Laskar FPI.

Perwakilan ditemui  Widi Kristawan (Direktur Humas PT. Kompas Gramedia), Budiman.

Isi pertemuan :

*Ust. Munarman SH*

"... Sebelumnya kami ucapkan terima kasih atas penerimaannya, saya bersama Kh. Abdul Fatah, Ust. Maman Suryadi, Kh. Awid Masruri, Ust. Novel, Ust. Aziz, Ust. Zainal Abidin, Ustadzah Syarifah, Ust. Tarmidzi, Ust. Bahar, Ust. Haikal, Ust. Syahrozi, Ust. Ali, Sdr. Syafiq, dan Habib Zen.

Kedatangan kami hanya sekedar informasi, yang mereka mungkin hanya kenal keras. Sebagaimana surat kami ingin meminta penjelasan. Kenapa sih Kompas berkali kali dalam pemberitaan menyakiti umat Islam salah satu kami FPI. Kami telah mencari data 11-15 Juni 2016 mengenai rata rata pemberitaan mengenai berita Serang yang seolah olah peraturan yang melindungi umat Islam, hampir sebanyak 300-an.

Kompas memberitakan logikanya orang ibadah lebih menghormati orang yang tidak ibadah. Jika. Kompas masih mengarah kepada demikian, bisa bisa masyarakat marah.
Saya kira berlaku adillah, kita tidak meminta anda membela Islam, tidak mungkinlah. Tapi berlakukan adil. dan proporsional.

Pertama itu kami meminta penjelasan pada. hal tersebut. Yang kedua kami menghimbau agar Kompas jangan keluar batas. Jadi.sekarang tidak membahas teknik itu. sudah clear. Tapi kami meminta kebijakan redaksi politiknya.

*Widi Kristawan (Direktur Humas PT. Kompas Gramedia)*

Memang benar, kami sudah hidup di media di puluhan tahun dan mungkin sudah dasar. Tapi kami juga butuh teman, teman itu gak harus memuji tetapi perlu kritik, saran dan masukan. Kami terima kasih atas masukannya dan juga. Mudah-mudahan grafik itu sebagai efek gaung dari pemberitaan.

*Budiman (Kompas)*

Saya garis bawahi bahwa ini sebagai alarm, itulah sebagai silaturahim, kami juga perlu itu, tapi seandainya bisa memberikan. masukan langsung dari Mas Munarman. Kami tidak ada niat unsur untuk melukai. Dan kami senang dengan alarm atau peringatan dari masyarakat.

* Tri Wahyono (Kompas.com)*

Kami menyampaikan bahwa memang setiap hari menghasilkan 400 pemberitaan. Sehingga kami juga menerima atas peringatan rekan-rekan.

*Kompas TV*

dalam pemberitaan ini memang real di Serang ketika reporter kami ke lapangan dengan wartawan lainnya. Sehingga ketika kembali melaporkan berita tersebut. Lalu sesuai kaidah media kami meminta klarifikasi pihak terkait. Dan kami menerima atas peringatan dari H. Munarman dengan rekan-rekan.

*KH. Awid Marsuri*

Mudah-mudahan ini tidak terulang lagi. Tapi kalau mau dikatakan adil seharusnya ketika hari Raya Nyepi di Bali warung-warung ditutup kenapa tidak di liput tidak hanya pada saat bulan Ramadhan, ini berarti.yang kami bilang tidak adil. Dan kami merasa tersinggung. Dan akibat pemberitaaan mulai banyak perda yang akan dicabut, padahal ini Perda Syariat.

*Habib Ali*

Umat Islam itu sangat sensitif dalam puasa dan Ramadhon. Karena ini adalah salah satu rukun Islam. Dan menjadi sahnya tidak seorang umat Islam.

*Ust. Novel*

Lagi-lagi kita minta keadilan kepada media. Berkali-kali kita menjadi korban. Ketika saya pernah dipenjara akibat rekayasa Kapolda dan Gubernur. Jadi dalam pemberitaan harus secara adil dan proporsional terhadap kami FPI.

Pukul 14.03 wib, saat pertemuan berlangsung di ruang humas, hadir juga KH. Al Khathath (Sekjen FUI) dan menyampaikan :

Saya ingin mengingatkan bahwa hati hati dengan kedzaliman. Bahwa salah satunya Puasa itu wajib. Dalam perspektif agama kita harus beryukur terhadap Satpol PP atas yang dilakukannya. Kenapa kok yang di Jaman Jokowi kok malah pemberitaan membully Satpol PP yang padahal menegakan syariat agama dalam perda. Ini yang mendasari kami datang ke Kompas. Dulu FPI yang merazia dan kemudian dibully oleh media, dan sekarang FPI sudah mulai mengurangi hal tersebut dan menyerahkan ke Pemda melalui Satpol PP dan Polisi. Tapi kok malah dibully.

Pukul 14. 25 Wib. pertemuan selesai, kemudian massa meninggalkan kantor Kompas, situasi kondusif.

Demikian dilaporkan. Tks.

15/06/2016

Kisah BJ.HABIBI

Copas

*Apapun ttg Habibie, pasti menarik:*

Cerita BJ Habibie yg mengharukan ketika berkunjung ke Garuda Indonesia

Dik, anda tahu, saya ini lulus SMA tahun 1954!” beliau membuka pembicaraan dgn gaya khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dgn kata “Dik” kemudian secara lancar beliau melanjutkan “Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, itu sebenarnya memiliki visi yg luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur, Indonesia dgn geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yg berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara.

Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong2 disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri utk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara. Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yg secara khusus dikirim ke berbagai negara.

Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun2 sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dgn ‘How to build Commercial Aircraft’ bagi Indonesia. Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan2 strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN.

Sekarang Dik, anda semua lihat sendiri, N-250 itu bukan pesawat asal2an dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan utk pesawat yg ‘oleng’) berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan utk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu2nya pesawat turboprop di dunia yg mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini.

Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang lebih dari 900 jam dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara2 itu.
Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia mampu bikin pesawat terbang??

Tiba2, Presiden ke 2  memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dgn industri strategis lainnya.

Dik tahu... di dunia ini hanya 3 negara yg menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dgn Nazi, lalu Cina dan Indonesia. Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa.

Hati siapa yg tidak sakit menyaksikan itu semua?
… Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yg terhebat yg mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dgn negara manapun!!.
Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yg berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yg beli pesawat negara mereka!!...

Pak Habibie menghela nafas, dan  melanjutkan pembicaraannya….

… Hal yg sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N-2130 jadi diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus utk membangun jembatan udara di Indonesia.

Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD,
− Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten
− C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis
− D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu! Itu saja!!

Pak Habibie melanjutkan penjelasan ttg QCD sbb:
..Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik, organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik... dengan hati”

Tiba2, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu…

…Dik, saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba2. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dgn penuh kasih sayang dan rasa sabar.

Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dgn istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dgn saya. Gini ya, saya mau kasih informasi.. Saya ini baru tahu bhw ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda2 dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu.

Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yg mendalam, seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie...

Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan…

…Dik, kalian tau, 2 minggu setelah ditinggalkan ibu, suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu… Ainun…. Ainun …….. Ainun ……..saya mencari ibu di semua sudut rumah.

Para dokter yg melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini…’ mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus tolong Habibie.

Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;
Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di RS Jiwa!

Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dgn mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus…

Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup.
Saya pilih opsi yang ketiga…

Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun….dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia.

Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat….. saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya.

Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia.

Seluruh hadirin terhenyak dan tak kuasa lagi membendung air mata……

(sumber:khozanah.wordpress.com)

KETIADAAN IMAN

KETIADAAN IMAN

Seorang profesor yang Atheis berbicara dalam sebuah kelas fisika.

Profesor: "Apakah Allah menciptakan segala yang ada?"

Para mahasiswa: "Betul! Dia pencipta segalanya."

Profesor: "Jika Allah menciptakan segalanya, berarti Allah juga menciptakan kejahatan."

(Semua terdiam dan agak kesulitan menjawab hipotesis profesor itu).

Tiba-tiba suara seorang mahasiswa memecah kesunyian.

Mahasiswa: "Prof! Saya ingin bertanya. Apakah dingin itu ada?"

Profesor: "Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada."

Mahasiswa: "Prof! Dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin sebenarnya adalah ketiadaan panas.

Suhu -460 derajat Fahrenheit adalah ketiadaan panas sama sekali. Semua partikel menjadi diam. Tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut.

Kita menciptakan kata 'dingin' untuk mengungkapkan ketiadaan panas.

Selanjutnya! Apakah gelap itu ada?"

Profesor: "Tentu saja ada!"

Mahasiswa: "Anda salah lagi Prof! Gelap juga tidak ada.

Gelap adalah keadaan di mana tiada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari. Sedangkan gelap tidak bisa.

Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk mengurai cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari panjang gelombang setiap warna.

Tapi! Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur melalui berapa besar intensitas cahaya di ruangan itu.

Kata 'gelap' dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan cahaya.

Jadi! Apakah kejahatan, kemaksiatan itu ada?"

Profesor mulai bimbang tapi menjawab juga: "Tentu saja ada."

Mahasiswa: "Sekali lagi anda salah Prof! Kejahatan itu tidak ada. Allah tidak menciptakan kejahatan atau kemaksiatan. Seperti dingin dan gelap juga.

Kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan Allah dalam dirinya.

Kejahatan adalah hasil dari tidak hadirnya Allah dalam hati manusia."

Profesor terpaku dan terdiam!

_Dosa terjadi karena manusia lupa menghadirkan Allah dalam hatinya.._

*Hadirkan Allah dalam hati kita setiap saat, maka akan selamatlah kita..*

Itulah _*IMAN..*_

_*SESUNGGUHNYA DOSA ITU LAHIR SAAT IMAN TIDAK HADIR DALAM HATI KITA.*_

14/06/2016

Penggalan Peristiwa Ansor Jombang Ketika NU Kembali ke Khittah

Tadarus Sejarah Ansor  #2



            Bertemu dengan sesepuh Ansor adalah peristiwa istimewa bagiku, dari beliau-beliau itu aku selalu bertanya tentang Ansor di Jombang pada masanya. Aku terkadang tidak perduli kalau dibilang cerewet dan sok ingin tahu, kenyataannya beliau-beliau itu malah bercerita dengan suka ria.
            Salah satu kesempatan yang datang adalah, ketika momen Safari Ramadhan yang diselenggarakan oleh PAC Ansor Jombang Kota, di Dusun Banjarkerep, Desa Banjardowo, Selasa, 14/6/2016.  Waktu itu acara sudah dimulai, bacaan tahlil sebagai pembuka acara pun sudah rampung. Dari jalan depan Masjid Nurul Jannah, tempat penyelanggaraan safari, datang seorang lelaki berjenggot panjang yang sudah memutih, serta mengenakan setelan kemeja dan sarung biru. H. Masrur sebagai protokol acara spontan menyapanya, dalam keadaan tangan masih memegang mikrofon. “Hai Cak Sulkhan, wah ini pendekarnya NU ini” begitu sapanya dengan nada akrab.
            Sepintas lalu H. Masrur mengenalkan bahwa Mbah Sulkhan, yang disapanya dengan panggilan Cak itu adalah senior yang menggeretnya ke Ansor. Saya suprais mendengarnya. Lalu setelah sambutan dari ta’mir dan Ketua PAC Ansor Jombang Kota, H. Masrur pun kemudian memberi waktu kepada beliau untuk juga memberikan sambutan. Dari materi yang disampaikannya, terdengar berbobot, “pasti ini bukan kader sembarangan,” pikirku.
            Setelah acara seremonial usai, kami terlibat obrolan santai. Secara kebetulan Mbah Sulkhan duduk bersebelahan denganku. “Njenengan aktif di Ansor tahun berapa?” tanyaku. Beliau menjawab tahun 1986 masuk di Cabang. Titi mangsa ini kemudian diperkuat dengan pengakuan H. Masrur yang di ajak masuk ke kepengurusan cabang oleh Mbah Sulkhan pada tahun 1986. “Saya ini termasuk anak muda yang masih nyambung dengan orang tua-tua (kader Ansor generasi tua, Pen),” Terang H. Masrur. Sejenak kemudian H. Masur melanjutkan ceritanya, “Dulu Ketua Ansornya Pak Tajul Arifin, beliau ini Sekretarisnya, lha saya bagian ngetik surat, sekaligus yang mengantarkannya.” Mmm..., pantas omongannya lumayan berbobot, batinku, wong mantan sekretaris cabang.
            “Dulu pada masa saya, Mojoagung terasa dekat,” Kata Mbah Sulkhan. Kenapa bisa demikian, karena ada teman dari Mojoagung yang mengajar di SMPN 4, yang kebetulan berada di kawasan Desa Banjardowo. Sehingga kalau ada apa-apa tinggal titip surat ke Mojoagung. Perlu diketahui bahwa Pak Tajul, Ketua Ansor Jombang terhitung sejak 1984, rumahnya di Mojoagung. Selain itu kalau dibutuhkan bertemu, naik sepedah ontel pun terasa ringan.
            Masa kepengurusan Pak Tajul inilah disebut-sebut sebagai masa baru. Setelah saya tanya, kenapa? Jawabnya, karena masa ini adalah masa transisi ketika NU mencanangkan kembali ke khittah. Memang pada muktamar NU ke-27 tahun 1984, secara resmi NU kembali ke Khittah 1926, ditandai dengan keluarnya  NU dari PPP. “Sebelum Pak Tajul juga ada kepengurusan Ansor, Ketuanya dijabat Pak Hafidz Maksum,” jelas Mbah Sulkhan.
            Peristiwa kembalinya NU ke khittah ini ternyata membawa konsekwensi yang tidak ringan, karena memunculkan dua friksi di tubuh NU, termasuk Ansor di dalamnya. Ada yang pro terhadap khittah, dan ada yang tidak setuju khittah. Yang tidak setuju khittah tetap bertahan di PPP. Akibatnya, untuk menjadi pengurus Ansor pun harus melewati pemilihan yang sangat ketat, karena di dalam Ansor Jombang sendiri juga mancul dua friksi tersebut.
“Dulu untuk menjadi wakil ketua pun harus dipilih.”
“Maksudnya?, dipilih sebagaimana memilih ketua begitu?” tanyaku penasaran.
“Iya. Jadi yang duduk di kepengurusan harian, semuanya dipilih.”
“Dulu kalau kita punya jago yang gak lolos menjadi sekretaris, kita jagokan lagi menjadi wakil ketua, ha ha ha.” H. Masrur menambahkan.
Ooo..., jadi ini yang di maksud Mbah Sulkhan dalam sambutannya tadi, bahwa Ansor selalui mengiringi perkembangan negeri ini, termasuk perkembangan politik.  Barangkali inilah takdir politik Ansor. Namun menurut beliau, walaupun kader-kader Ansor masa itu selalu berbeda cara pikir, karena berbeda orientasi politik, tapi mudah untuk ketemu dan menyatu kembali.
Saya sebenarnya masih ingin tanya lebih banyak lagi, tapi waktu kami terbatas, adzan magrib sudah berkumandang sejak beberapa menit lalu, sedangkan Mbah Sulkhan belum sempat merokok, dari dalam masjid sepertinya muadzin sudah siap-siap qomat. Walhasil, lelaki yang juga pernah menjadi Komandan Banser pada masa Kepemimpinan Gus Fad, yang menjadi pentolan pasukan berani mati waktu di berangkatkan ke Jakarta ini, menyempat-nyempatkan merokok walau sak sedotan. Hemmm, Banser memang berani mati, tapi gak berani kalau rokoknya sampai mati. Hehe.

M. Fathoni Mahsun
Kader Ansor Jombang